Mengingat Kembali Sejarah Internet
Sejarah internet merupakan sebuah cerita yang kini membawa dampak luar biasa bagi kehidupan manusia. Dari kehidupan sosial, bisnis, berbelanja, menikmati produk budaya, mengunduh file, rasanya kini tidak ada yang tidak dapat dilakukan dengan internet. Sejarah internet bisa dibilang ikut mengubah cara hidup manusia, membuat segalanya terasa lebih mudah dan tak berjarak. Pakar komunikasi EM Griffin berkata “Nothing remains untouched by communication technology.”
Di tengah mudah dan cepatnya hidup bersama internet, pernahkah Anda sedikit nostalgia dan penasaran: kapan semua ini berawal? Dari mana datangnya internet? Menelusuri sejarah internet menjadi sebuah cerita yang cukup menarik, mengingat dahsyatnya dampak yang dibawa internet di kehidupan manusia sekarang ini.
Kreativitas manusia ketika sedang terdesak oleh situasi gawat semacam perang memang menakjubkan. Setelah sebelumnya televisi dikembangkan oleh para teknisi yang terlatih berkat riset perang, kini sejarah internet pun lahir sebagai ‘anak kandung’ perang.
Tidak akan ada yang menyangka jika kecanggihan komunikasi tersebut terlahir justru dari sebuah keadaan yang tidak mengenakkan. Sejarah internet tidak lepas dari pengaruh kejadian mengkhawatirkan tersebut. Sebuah perang yang "idelanya" tidak menghasilkan apapun kecuali kerugian.
Sejarah internet yang pada akhirnya membawa manusia pada peradaban yang serba canggih ini. Semuanya terasa mudah, cepat, dan mungkin. Layar berukuran 14 inch hingga lebih akan membuat Anda mengerti tentang segalanya. Segala macam informasi dari seluruh dunia terangkum dalam layar kaca tersebut.
Bagaimanapun keadaannya, sejarah internet tetap menjadi bagian dari perkembangan zaman di bidang teknologi itu sendiri. Ibaratnya, sejarah internet itu adalah asal-mula dari perkembangan internet yang semakin hari semakin dikenal banyak orang karena manfaatnya yang dahsyat.
Sejarah Internet – Semua Berawal dari Perang
Sejarah internet dimulai pada masa-masa perang. Pada masa terjadinya Perang Dingin antara Amerika dan Soviet pada 1945-1989, terdapat sebuah kecemasan di kalangan pejabat departemen pertahanan AS kalau-kalau semua data intelijen mereka yang tersimpan dalam satu tempat akan hilang total jika diserang Soviet. Apalagi pada 1957 Soviet berhasil meluncurkan satelit Sputnik ke luar angkasa.
Maka tak lama setelah itu, para ilmuwan mendapat mandat untuk mencari solusi dan dikembangkanlah sebuah sistem komunikasi antarkomputer, yang memungkinkan pertukaran data antara komputer-komputer di departemen pertahanan dan universitas-universitas besar Amerika. Sistem komunikasi antarkomputer itulah yang menjadi cikal bakal cerita sejarah internet.
Riset yang dikerjakan bersama pihak militer, terus diintensifkan hingga pada 1960 dan dinamai ARPANET. Meski Proyek ARPANET telah berhasil mengkoneksikan sejumlah komputer di instansi-instansi vital, teknologi ini ditutup untuk konsumsi masyarakat umum. Riset-riset yang dilakukan oleh para ilmuwan itu secara tidak sadar membentuk sebuah cerita perjalanan sejarah internet yang cukup panjang.
Sejarah internet menuliskan bahwa hanya kaum akademisi dan militer yang boleh memakainya. Penutupan akses ini terus dijalankan hingga dekade 80-an. Selama tahun-tahun itu, ARPANET terus berkembang dan disempurnakan hingga muncul berbagai versi: NETwork, MFENet, HEPNET, dan NSFNET.
Sejarah internet mulai menyajikan cerita yang “melembek” di akhir era 80-an, setelah Perang Dingin usai dengan runtuhnya Tembok Berlin, pemerintah Amerika mulai mengendurkan peraturan dan mengijinkan warga umum memakai teknologi ini. Sejak saat itu dimulailah komersialisasi internet untuk semua kalangan: pelajar, keluarga, individu, perusahaan, dll.
Kurang lebih pada saat yang sama, ilmuwan Inggris Tim Berners Lee melengkapi fasilitas internet dengan menciptakan WWW (World Wide Web). Jika diibaratkan sebagai jalan, maka internet adalah jalan tol sedangkan WWW adalah mobil-mobil yang melintasinya dengan membawa aneka muatan untuk diantar ke tempat lain. Penemuan dari ilmuawan tersebut ikut menyumbangkan cerita dalam sejarah internet.
Dari cerita sejarah internet itulah, kemudahan internet yang kita kenal hari ini lahir. Internet sendiri berarti sistem informasi global berbasis komputer. Internet membuat semua orang dapat berkomunikasi dengan siapapun di penjuru dunia. Internet telah mengubah cara manusia bekerja, belajar maupun memerintah sebuah negara. Ini semua karena fleksibilitas dan kemudahan internet.
Sejarah Internet – Perkembangannya Kini
Sejarah internet terus melahirkan cerita-cerita perkembangannya. Volume pemakaian internet terus berlipat ganda tiap 9-14 bulan sejak 1970an. Pada 1981, hanya 213 komputer terhubung ke internet, tapi kini, di dekade 2000an, angka itu telah meroket jadi lebih dari 400 juta.
Sejarah internet kini mencatat bahwa jumlah manusia yang memakai internet tidak dapat dihitung secara pasti, tetapi diperkirakan sejumlah 1 miliar orang pada 2005, dan akan terus bertambah. Percaya atau tidak, riset terakhir pada 2009 menyebutkan bahwa Asia masih menjadi pengguna internet terbanyak di dunia! Ya, itu berarti Anda dan saya.
Sejarah internet benar-benar terus berlanjut. Internet yang Anda miliki dan gunakan sekarang, didistribusikan melalui perusahaan-perusahaan ISP (Internet Service Provider) yang biasanya merupakan perusahaan swasta. Namun, di beberapa negara yang mengontrol penuh jaringan komunikasi, perusahaan ISP dimiliki dan dikendalikan oleh negara. Cara pengaksesan internet sendiri dapat dibagi dalam 3 macam:
1. Sejarah Internet - Dedicated
Sejarah internet melahirkan tiga cara pengaksesan. Cara pengaksesan yang pertama melalui sistem atau akses dedicated. Komputer secara langsung dihubungkan ke sumber internet melalui perangkat jaringan fisik; sehingga komputer tersebut akan selalu terhubung ke internet 24/7. Cara pengaksesan ini biasanya dipakai oleh perusahaan besar.
Perusahaan yang lebih kecil atau individu juga bisa memakai akses dedicated dengan bantuan DSL (Digital Subscriber Line) atau kabel modem. Tekniknya adalah dengan ‘menumpang’ ke sistem perkabelan yang sudah ada, sehingga biaya tidak terlalu besar.
DSL menumpang di kabel telepon, sedangkan kabel modem menumpang di kabel TV. Tetapi karena frekuansinya berbeda, pemakaian internet tidak akan mengganggu operasional TV/telepon. Opsi lain yang jarang dipakai adalah sambungan dedicated ke satelit via instalasi outdoor satellite dish.
2. Sejarah Internet - Dial-Up
Sejarah internet terus berkembang dan melahirkan sistem akses ke internet yang baru. Kali ini Dial-Up. Dial-Up adalah cara mendapat akses internet yang relatif murah, namun juga cukup merepotkan karena mengganggu jaringan telepon. Cara kerja sistem ini adalah dengan memakai modem telepon, sebuah alat yang bisa menghubungkan komputer kita ke sistem telepon dan mengkonversi data-data yang lewat.
Untuk mengakses internet, dipakai sebuah software yang membuat modem melakukan panggilan telepon ke perusahaan ISP.
3. Sejarah Internet - Wireless
Sejarah internet ikut menyertai perjalanan penggunaan atau akses internet di masyarakat. Sistem penggunaan internet di masyarakat yang ketiga ini adalah sistem wireless. Sistem akses internet dengan teknik wireless memakai gelombang radio untuk mengedarkan informasi di dunia maya. Para pemakai ponsel dan laptop pasti sudah akrab dengan pemakaian wireless internet ini.
Meski area cakupan internetnya sangat luas dan dapat diakses dalam perjalanan, biasanya sambungan dengan wireless ini lebih lambat daripada dedicated atau dial-up. Kecepatan sambungan wireless mulai membaik setelah teknologi 3G dipasarkan.
Sejarah internet tidak bisa lepas dari penggunaan internet di zaman sekarang ini. Kemajuan zaman di bidang teknologi komunikasi tidak bisa secanggih ini jika sejarah internet tidak pernah tercipta. Para pembuat sejarah internet itu merupakan pencetus hadirnya internet dikalangan masyarakat sekarang ini.







