logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Sejarah Islam    Sejarah Islam

Sejarah Islam di Spanyol

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Saat ini, pemeluk agama Islam telah tersebar di seluruh benua, termasuk benua Eropa yang merupakan rumah bagi peradaban Barat. Hampir di setiap negara Eropa terdapat komunitas muslim, walaupun secara jumlah boleh dibilang minoritas. Sejarah Islam di Eropa sebenarnya tidak dapat dipisahkan dari sejarah Islam di Spanyol karena negeri di semenanjung Iberia itu adalah gerbang tempat masuk Islam pertama kalinya ke benua Eropa.

Sejarahnya bermula pada masa kekhalifahan Islam dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus, Suriah, dan memiliki wilayah kekuasaan hingga menjangkau Afrika Utara, tetangga Eropa di bagian selatan. Pada abad ke-8 Masehi, tepatnya 711 M, seorang jenderal dari kekhalifahan tersebut yang bernama Thariq bin Ziyad memimpin 7000 pasukan menyeberangi laut dari Afrika Utara ke pantai Spanyol.

Thariq mendarat di sebuah bukit yang kemudian dinamai Jabal Thariq (bukit Thariq) atau Gibraltar, nama yang juga diberikan untuk selat yang diseberanginya. Setelah memenangi pertempuran dengan Raja Roderick dari kerajaan Visighotic yang menguasai wilayah itu, pasukan Thariq terus bergerak hingga menguasai kota-kota penting, yaitu Cordova, Granada, dan Toledo (ibukota Ghotic).

Pada perkembangan selanjutnya, Islam terus meluas ke wilayah-wilayah lain, bahkan hampir memasuki Prancis, kalau saja tidak ditahan oleh pasukan Frank. Maka, hingga titik itu, Islam telah menguasai kawasan yang kemudian disebut Al-Andalus atau Andalusia, mencakup Spanyol, Portugal, dan Prancis selatan.

Spanyol, Negeri Tiga Agama

Sebelum Islam masuk, Spanyol mengalam krisis dalam bidang politik, sosial, dan perekonomian. Para penguasa muslim lalu mengadakan perbaikan-perbaikan dan berhasil mengangkat kondisi rakyat Spanyol menjadi sejahtera. Dakwah pun disebarkan, banyak di antara penduduk Spanyol yang kemudian memeluk Islam, namun tidak sedikit pula yang masih memeluk agama lama, karena mereka tidak dipaksa untuk berpindah agama.

Para sejarawan menuturkan bahwa pada masa pemerintahan Islam, di Spanyol hidup tiga agama besar, yaitu Islam, Kristen, dan Yahudi. Ketiga pemeluk agama-agama ini hidup berdampingan dengan rukun.

Situasi yang kondusif ini, yaitu kesejahteraan dan kerukunan umat beragama, telah mendorong lahirnya perkembangan pada kehidupan intelektual di Spanyol. Di bidang filsafat, pada abad ke-12 M muncul seorang filosof muslim terkenal, yaitu Ibnu Rusyd (Averroes). Filsafatnya telah mengilhami Gerakan Pencerahan (Renaissance) di Eropa. Ia juga menulis buku fiqih yang dinamai Bidayah al-Mujtahid.

Selain itu, dalam bidang sains lahir juga banyak ilmuwan dalam bidang matematika, kedokteran, kimia, dan astronomi. Ibrahim bin Yahya an-Naqqash adalah seorang astronom yang berhasil menentukan kapan terjadinya gerhana matahari dan lamanya. Ia juga membuat sebuah teleskop yang dapat mengukur jarak antara tata surya dan bintang-bintang.

Spanyol juga menjadi saksi atas lahirnya filosof sejarah yang dikenal dunia Barat dan Timur, yaitu Ibnu Khaldun. Pada era ini pula dibangun Universitas Cordova, yang menyaingi Universitas Baghdad pada masanya sebagai lembaga-lembaga pendidikan termasyhur dan termaju di dunia pada saat itu dengan ribuan buku di perpustakaan besarnya.

Seni bangunan pun berkembang baik. Jejak-jejak arsitektur Islami terlihat dalam peninggalan bangunan-bangunan megah era Spanyol Islam, di antaranya adalah Masjid Al-Hambra yang saat ini masih dapat kita lihat di Granada.

Spanyol Islam juga melahirkan banyak sastrawan dan ahli bahasa. Di antara jejaknya adalah karya-karya sastra seperti Al-’Iqd al-Farid karya Ibn Abd Rabbih, al-Dzakhirahji Mahasin Ahl al-Jazirah hasil tulisan Ibn Bassam, Kitab al-Qalaid  karya al-Fath ibn Khaqan, dan lain-lain.

Keruntuhan Islam Spanyol

Kerajaan-kerajaan Kristen di sekeliling wilayah Spanyol Islam bangkit untuk menentang kekuasaan Islam, hingga wilayah kesultanan Islam terus terdesak. Pada abad ke-15, wilayah Islam tinggallah Granada. Di sana, umat Islam berhasil membangun kembali kejayaannya dan sempat mendirikan Universitas Granada dan Masjid Al-Hambra.

Namun, kejayaan itu tidak bertahan lama. Di tangan pasukan Raja Ferdinand, pada 1492 M kesultanan Islam runtuh. Momen ini menandai berakhirnya periode Islam di Spanyol.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Memaknai Kilas Sejarah Dakwah Rasulullah
  • Selintas Sejarah Perkembangan Islam
  • Sejarah Dakwah Nabi Muhammad SAW
  • Penyebaran Islam di Nusantara
  • Nama Kerajaan Islam di Sumatera
  • Peta Penyebaran Islam di Indonesia
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA