logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Sejarah Islam

Sejarah Islam di Dunia: Perburuan Intelektual Tanpa Henti


Ilustrasi sejarah islam di dunia

Saat peradaban Islam berjaya, semangat untuk memburu ilmu amat kentara. Sejarah Islam di dunia mengabarkan bagaimana tradisi intelektual jadi ruh setiap peradaban yang dibangun. Mulai Jazirah Arabia, Timur tengah, Afrika Utara, India, hingga Eropa. Penguasaan ilmu pengetahuan jadi salah satu pilar penyangga kecemerlangan peradaban Islam.

Hidupnya tradisi keilmuan dan intelektual mengkibatkan lompatan kemajuan di berbagai bidang. Misalnya, yang terjadi di bidang astronomi, kedokteran, filsafat, kimia, farmasi, biologi, fisika, dan sejarah. Hal ini membuat Islam adalah penghulu peradaban kala itu. Layaknya negara Amerika Serikat di zaman sekarang.

Merujuk pada Quran

Dimulai dari pemahaman (tafaqquh) terhadap Al quran yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad SAW, tradisi intelektual ini mulai dibangun. Seiring perkembangan zaman dan wilayah kekuasaan Islam yang semakin meluas (meliputi 2/3 dunia), kandungan Al quran dipahami, ditafsirkan, dan dikembangkan, oleh para sahabat, tabiin, tabi' tabiin, dan para ulama (kaum cendikia) yang datang kemudian.

Interaksi dengan berbagai ilmu dari peradaban yang telah ada sebelumnya memicu ledakan energi kreatif intelektual. Melalui gerakan penerjemahan manuskrip-manuskrip kuno (Yunani dan Persia), dilanjutkan dengan gerakan penyelidikan yang dilandasi nilai-nilai dalam Al quran, Islam menjelma jadi kekuatan peradaban tiada tanding.

Tradisi Intelektual

Dalam agama Islam, akal memegang peranan penting. Seseorang belum dapat dikatakan beriman dengan sempurna jika ia tidak menggunakan akalnya dalam beragama. Hal ini yang menjadi sumbu utama percepatan umat Islam dalam membangun peradaban. Dimulai dari dakwah yang dilakukan Nabi Muhammad SAW di Jazirah Arabia pada abad ke-7 Masehi.

Hanya dalam 23 tahun, Nabi Muhammad mampu membangun landasan yang kokoh bagi peradaban Islam selanjutnya. Tidak hanya menciptakan masyarakat religius, ia berhasil menauteratkan masyarakat majemuk dalam berbagai aspek sosial kemasyarakatan. Nabi Muhammad telah mendirikan sebuah national state sebagai awal dari imperium Islam berabad kemudian.

Tak mengherankan jika Michael Heart, dalam bukunya, menempatkan Nabi Muhammad sebagai orang nomor satu dari 100 tokoh dunia paling berpengaruh. Seorang nabi, panglima perang, hingga pemimpin suatu wilayah, semua ada pada dirinya.

Kejayaan yang Terus Berlanjut

Sepeninggal Nabi Muhamamad, peradaban Islam semakin menampakkan kedigdayaan. Kemunculan kerajaan-kerajaan Islam, seperti Kerajaan Umayyah, Abbasiyyah, Fatimiyah, Turki Seljuk, Kekhalifahan Ottoman, Kemaharajaan Mughal, dan Kesultanan Malaka, berkontribusi positif dalam melanjutkan estafet tradisi intelektual dalam Islam.

Pada masa-masa dinasti atau kerajaan tersebut, bahasa Arab menjadi bahasa pengantar dunia (lingua franca), seperti bahasa Inggris saat ini. Termasuk, menjadi bahasa diplomatik antarbangsa di antara Barat dan Timur serta bahasa ilmiah hingga ke zaman Renaissanse.

Khususnya pada masa dinasti Umayyah (661-750 M), penggunaan bahasa Arab sebagai bahasa resmi administrasi pemerintahan digunakan oleh masyarakat Islam yang membentang dari Pegunungan Thian Shan di sebelah Timur hingga Pegunungan Pyrenees di sebelah Barat.

Perkembangan ilmu pengetahuan pun bertambah pesat seiring dibangunnya berbagai perpustakaan dengan jumlah koleksi buku mengagumkan. Bahkan, pada masa Dinasti Abbasiyah (750 M sd 1258 M), Kota Bagdad sebagai ibukota pemerintahan memiliki perpustakaan terbesar dunia dengan koleksi mencapai lebih dari satu juta buku atau manuskrip.

Tak hanya itu, jumlah kaum intektual menjamur bak cendawan di musim hujan. Banyak tokoh intelektual dunia yang dilahirkan dari rahim peradaban Islam. Contoh, Al Ghazali, Al Razi, Al Battani, Ibnu Farabi, Ibnu Rusyd, Ibnu Sina, dan Ibnu Khaldun. Warisan kekayaan intektual mereka hingga sekarang masih dapat ditelusuri jejaknya.

Kebangkitan Kembali (Revival)

Sayangnya, layaknya nasib suatu peradaban yang diwarnai masa lahir, keemasan, dan kemunduran, peradaban Islam pun mengalaminya. Sekitar satu abad yang lalu, tepatnya sejak keruntuhan Dinasti Utsmaniyah/Turki Ottoman pada 1924 M, Islam sebagai sebentuk peradaban mengalami fase kemunduran.

Akankah peradaban Islam akan bangkit kembali (revival)? Itu semua sangat bergantung bagaimana umatnya mampu menghidupkan kembali dan menjaga warisan utama peradaban Islam. Yaitu, tradisi intelektual yang sekarang ini sering tertutupi oleh kejumudan (keterbelakangan) dan sikap tidak kritis terhadap sesuatu hal (taklid buta).

Sejarah Islam di Dunia - Zaman Nabi Muhammad Hingga Turki Usmani

Sejarah Islam di dunia mencatat bahwa Islam menjadi satu-satunya agama yang berkembang paling cepat. Nabi Muhammad hidup hanya sampai usia 63 tahun. Beliau menjadi nabi sejak usia 40 tahun. Hanya selama 23 tahun saja beliau menjadi nabi tapi mampu mendidik generasi-generasi Islam yang luar biasa. Generasi-generasi Islam yang mampu menguasai peradaban dunia dalam kurun waktu kurang lebih 13 abad dan menciptakan sejarah Islam di dunia dengan citra yang baik.

Sebuah sejarah baik yang terlahir dari sejarah Islam di dunia memang telah ditorehkan oleh Nabi Muhammad Saw. Berkat kepemimpinan dan usaha yang baik untuk menegakkan Islam, beliau diakui sebagai seorang pemimpin yang berhasil. Bahkan oleh masyarakat di luar agama Islam itu sendiri. Sebuah kebanggan memiliki panutan seperti beliau. Bahwa ketekunan dan kesabaran yang beliau miliki memang tidak perlu lagi diragukan sebagai bahan pelajaran hidup. 

Sejarah Islam di dunia bahkan mencatat pemikiran dari seorang  Perancis yang menyatakan kehebatan dari dunia Islam.  Dr. Gustave Le Bone, seorang pemikir dari Perancis pernah mengatakan bahwa tidak ada bangsa-bangsa manapun yang bisa mengadakan perubahan berarti bagi dunia dalam satu abad atau 3 keturunan. Bangsa Perancis memerlukan 1000 tahun hingga 30 keturunan baru bisa mengadakan perubahan masyarakat yang bercelup Perancis.

Tapi, cerita sejarah Islam di dunia mengatakan bahwa umat Islam yang dipimpin oleh Muhammad El-Rosul sudah dapat mengadakan perubahan masyarakat baru yang signifikan hanya dalam tempo 23 tahun atau satu keturunan. Suatu hal yang luar biasa dan tidak dapat ditiru oleh orang atau bangsa manapun.

Sejarah Islam di dunia berlangsung dari abad ke-6 Masehi hingga abad ke-12 Masehi. Dimulai dari periode kepemimpinan Nabi Muhammad SAW (622-632 M), kemudian diteruskan oleh generasi Khulafaurasyidin (632-661 M), kemudian masa kekhalifahan daulah Umayyah (661-750 M) dan Daulah Abbasiyah (750-1258 M) hingga terakhir runtuhnya Kekhalifahan Turki Usmani pada tanggal 3 Maret 1924 M. Selama itulah cerita mengenai kejayaan umat Islam terjabarkan.

Di bawah ini adalah runtutan sejarah Islam di dunia. Sebuah  rincian yang menggambarkan perkembangan kejayaan Islam dari masa ke masa. Baik perkembangan dalam hal kemajuan peradaban maupun perluasan wilayah kekuasaan di dunia.

Sejarah Islam di Dunia - Periode Kepemimpinan Nabi Muhammad SAW (622-632 M)

Sejarah Islam di dunia dimulai pada masa Nabi Muhammad SAW. Perkembangan sejarah Islam dibagi menjadi dua fase, yaitu fase perjuangan di Mekkah dan fase perkembangan Islam di Madinah. Fase Mekkah berlangsung selama 13 tahun. Fase ini merupakan fase paling berat yang dialami Nabi Muhammad karena ia harus menghadapi berbagai tentangan dari kaum kafirin. Karena besarnya tentangan di Mekkah, Nabi Muhammad SAW bersama pengikutnya pun hijrah ke Madinah.

Sejarah Islam di dunia dilanjutkan pada fase kedua. Fase kedua perkembangan Islam terjadi di Madinah dan berlangsung selama 10 tahun. Fase ini dimulai saat Nabi Muhammad dan pengikutnya hijrah dari Mekkah. Di Madinah, Nabi Muhammad mulai membangun peradaban dan masyarakat yang madani di bawah pemerintahan Islam.

Setelah terbentuknya pemerintahan Islam di Madinah, Islam pun kemudian menyebar dengan cepat ke negara-negara lain. Wilayah penyebarannya meliputi Asia Barat Daya, Asia Tengah dan wilayah Afrika.

Sejarah Islam di Dunia - Periode Khulafaurasyidin

Cerita sejarah Islam di dunia berlanjut. Setelah wafatnya Nabi Muhammad, pemerintahan Islam dipimpin oleh para khalifah dari kalangan sahabat Nabi. Ada empat orang sahabat pilihan yang pernah menjadi khalifah. Mereka terdiri dari Abu Bakar As-Sidiq, Umar bin Khatab, Ustman bin Affan, dan Ali bin Abi Thalib.

Wafatnya Nabi Muhammad tidak membuat Islam berhenti. Sejarah Islam di dunia terus berlanjut. Pada masa ini gerakan penaklukan pun terus bergulir dengan cepat. Umat Islam berhasil menguasai wilayah Arabia Timur dan Utara. Mereka juga berani menyerang benteng-benteng pertahanan Romawi Timur. Persia, Irak, Siria dan Mesir dapat ditaklukan dalam kurun waktu yang tidak terlalu lama.

Sejarah Islam di Dunia - Periode Kedaulatan Umayyah

Kisah perjuangan umat Islam untuk berkembang terus berlanjut. Cerita sejarah Islam di dunia dilanjutkan oleh para penerus. Kedaulatan Umayyah pertama kali dipimpin oleh Muawiyah bin Abu Sofyan. Pada masa ini perluasan wilayah dilanjutkan dengan menaklukkan Tunisia. Kemudian ekspansi berlanjut ke sebelah timur untuk menguasai daerah Khurasan, Afghanistan sampai ke Kabul.

Sejarah Islam di dunia diwarnai dengan adegan-adegan menegangkan layaknya adegan di film perang. Pasukan Islam menyiapkan banyak pasukan. Dari angkatan laut, umat Islam melakukan serangan ke Binzantium, ibu kota Konstantinopel.  Ekspansi ke bagian timur dilanjutkan pada masa kepemimpinan Malik bin Marwan. Perluasan wilayah dilakukan dengan menguasai Balkanabad, Bukhara, Khawarizm, Ferghana dan Samarkand. Bahkan ada pula para pejuang Islam yang yang sampai ke India dan melakukan penaklukan di sebagian wilayah di sana.

Perluasan wilayah terus berlanjut dari satu pemimpin hingga ke pemimpin berikutnya. Islam mulai merambahi daratan Eropa, Afrika dan Asia. Sayangnya, pada masa ini banyak terjadi perselisihan dan perang saudara antar sesama umat Islam. Sejarah Islam di dunia ternyata juga “diramaikan” dengan perbedaan pendapat antara para tokoh. Hal terebut menyebabkan runtuhnya kedaulatan Bani Umayyah pada tahun 750 M.

Sejarah Islam di Dunia - Periode Kedaulatan Abbasiyah

Pada masa ini penaklukan wilayah ke luar Arabia terhenti. Penaklukan lebih ditekankan ke dalam. Bani Abbas mendirikan ibu kota Kerajaan Arabia di Baghdad, Irak pada tahun 762 M. Pada abad inilah sejarah Islam di dunia menemui titik tertinggi. Puncak kemajuan peradaban Islam terjadi. Ilmu pengetahuan, seni, perdagangan, kesusasteraan, dan kemajuan materiil lainnya berkembang pesat.

Ilmuwan-ilmuwan Islam banyak menuliskan teori-teori yang menjadi rujukan dalam dunia ilmu pengetahuan di seluruh dunia. Umat Islam berhasil melakukan akselerasi, jauh meninggalkan peradaban kaum lainnya. Lompatan ilmu pengetahuan mengalami kemajuan dan melahirkan berbagai karya ilmiah yang luar biasa. Mereka menciptakan sejarah Islam di dunia menjadi sebuah sejarah yang dikenang karena keberhasilan.

Sejarah Islam di Dunia - Kekhilafahan Turki Usmani

Keberhasilan perjuangan Islam pada zaman Abbasiyah dilanjutkan. Kali ini sejarah Islam di dunia berlanjut dengan  kepemimpinan Daulah Ustmaniyah. Kepemimpinan Daulah ini juga dikenal dengan sebutan Kesultanan atau Kekaisaran Turki Ottoman. Daulah Ustmaniyah didirikan oleh Bani Utsman yang berkuasa lebih dari 6 abad. Dipimpin secara bergantian oleh 36 orang sultan.

Pada masa ini, para ahli sejarah sepakat bahwa zaman Khalifah Sulaiman Al-Qanuni (1520-1566) merupakan zaman kejayaan dan kebesaran yang pada masanya telah jauh meninggalkan peradaban Eropa di segala bidang, baik bidang militer, sains, politik maupun ekonomi. Mereka membuat sejarah Islam di dunia semakin diperhitungkan.

Sejarah Islam di dunia seperti menemui titik akhir perjuangannya. Kesultanan Utsmaniyah perlahan-perlahan mulai terkikis dan makin runtuh pada abad ke -19 Masehi. Musuh-musuh Islam telah berhasil melepaskan ideologi Islam dari tubuh umat Islam. Mereka membutuhkan waktu selama satu abad untuk melemahkan kekuatan Islam.

Akhirnya peradaban Islam masa Utsmaniyah benar-benar runtuh pada abad ke-20 Masehi. Pada tanggal 3 Maret 1924, Kemal Attaturk yang merupakan agen Inggris dan antek Yahudi membubarkan sistem Kekhilafahan Islam. Cerita mengenai sejarah Islam di dunia pun berakhir pada masa ini.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mekkah Dan Madinah - Pusat Sejarah Islam Dunia
  • Napak Tilas Sejarah Islam di Andalusia
  • Memaknai Kilas Sejarah Dakwah Rasulullah
  • Sejarah Dunia Islam: Perkembangan dan Pengaruhnya
  • Bangsa Arab Pra-Islam
  • Perkembangan Islam di Benua Eropa - Kondisi Islam di Austria
  • Pengaruh Penyebaran Agama Islam di Indonesia terhadap Sastra Lama
  • Mengenang Sejarah Islam di Eropa
  • Firaun - Kezaliman Penguasa di Zaman Musa
  • Arab Islam - Transformasi Bangsa Arab Melalui Islam
  • Peta Penyebaran Agama Islam di Indonesia
  • Perkembangan Islam di Afrika - Perjuangan Benua Hitam Memelajari Islam
  • Tentang Islam dan Sejarah Perkembangannya di Dunia
  • Menguak Peninggalan Islam di Nusantara
  • Membuka Cakrawala Sejarah Perkembangan Islam
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA