Kerajaan Mughal, Kegemilangan Sejarah Islam di India

Jejak sejarah Islam di India bermula dari berdirinya imperium (kekaisaran) Mughal. Puncak peradaban dari anak benua yang melahirkan seni, sastra, bahasa, dan arsitektur terakbar pada masanya. Hingga kini, berbagai warisan dari kejayaan kekaisaran Islam tersebut masih terjaga dengan baik.
Zaman Pertengahan
Saat ini, Islam adalah agama kedua terbesar setelah Hindu. Sekitar 17 persen penduduknya merupakan muslim. Islam merupakan agama dengan tingkat pertumbuhan terbesar di India dan penduduk Islam kedua terbesar dunia (setelah Indonesia). Namun, sebelum abad pertengahan, kondisinya tidak seperti itu.
Daratan India dominan dipengaruhi oleh agama dan kebudayaan Hindu atau Budha, salah satu raja terkenalnya adalah Ashoka (273-232 SM) dari Kekaisaran Maurya. Ada beberapa versi sejarah yang menuliskan bahwa Islam masuk melalui jalur perdagangan pada abad ke-8 Masehi. Namun, ada juga yang menyebutkan bahwa Islam telah ada di India sejak kurun pertama tahun Hijriah atau sekitar abad ke-7 Masehi.
Penyebaran Islam berlangsung secara bertahap. Islam masuk melalui pembauran kebudayaan setempat. Pada abad-abad tersebut, para imigran dari Hadhramaut (daerah Yaman) mulai membanjiri daratan India, sebagai pedagang maupun juru dakwah. Puncaknya adalah ketika Kekaisaran Mughal didirikan oleh Babar, keturunan Timur Lenk, penguasa Mongol, pada 1526 Masehi.
Kerajaan yang beribukota di Agra dan Delhi ini meraih masa keemasan di bawah Sultan Akbar (1542-1605 M) dan Shah Jahan (1628–1658 M). Wilayah kekuasaan Kerajaan Mughal saat itu, meliputi Afganistan, Balochistan, dan sebagian besar anak Benua India. Mughal pun termasuk kerajaan terbesar di dunia pada masa itu. Kata Mughal merupakan versi Indo-Aryan yang berarti 'Mongol'.
Kerajaan Islam ini memerintah selama beberapa abad, dari abad ke-16 hingga abad ke-19. Dengan pemerintahan berbentuk monarki absolut (kerajaan), Mughal diperintah oleh raja-raja dengan kekuatan militer sebagai poros utama kekuasaannya dan wilayah taklukan bersifat federal. Sayangnya, Kerajaan Mughal mulai mengalami penurunan ketika Raja Aurangzeb meninggal pada 1707 M.
Luasnya wilayah dengan kekayaan berlimpah ruah, memicu terjadinya konflik antara keluarga raja. Kondisi ini akhirnya menimbulkan perang saudara yang memecah belah kekuasaan Kerajaan Mughal. Meskipun 150 tahun kemudian Kerajaan Mughal masih diperintah raja-rajanya, kekuasaan Mughal telah jauh berkurang.
Pada 1857 Masehi, Kerajaan Britania yang mulai menancapkan penjajahannya atas daratan India, membubarkan Kerajaan Mughal. Raja terakhirnya, Bahadur Shah Zafar, ditangkap dan diadili karena dituduh melancarkan pemberontakan terhadap Inggris.
Warisan Kerajaan Mughal
Sejak masuknya Islam ke India, telah banyak warisan berupa keagamaan, kesenian, falsafah, kebudayaan, kemasyarakatan dan politik, kepada kehidupan masyarakat India. Salah satunya, dalam arsitektur, yaitu seni mengukir dan mendirikan bangunan. Di bawah pemerintahan Shah Jahan, Kerajaan Mughal menunjukkan kecermelangan seni arsitektur luar biasa.
Hal itu terlihat dari dibangunnya Taj Mahal (masjid sekaligus makam permaisuri raja) di Agra dan Benteng Merah (Red Fort atau Lal Qila) di Delhi. Keindahan kedua bangunan ini tidak hanya membanggakan masyarakat India, tetapi mencengangkan dunia. Taj Mahal dan Benteng Merah seakan jadi saksi bisu betapa tingginya peradaban yang dibangun pada masa itu.






