Sejarah Islam di Indonesia

Islam adalah agama yang paling banyak penganutnya di negara kita. Sejarah Islam di Indonesia dimulai ketika masa kekhalifahan Ustman bin Affan RA. Tahun 30 Hijriyah atau tepatnya 651 Masehi, dikirimlah utusan Ustman bin Affan yang hendak menyebarkan ajaran Islam ke Cina. Selama kurun waktu 4 tahun perjalanan menuju ke Cina, utusan-utusan tersebut sempat singgah di beberapa pulau di Indonesia.
Kemudian di pertengahan abad ke-VII ini, berdirilah kerajaan Islam dari Dinasti Umayyah yang serta merta mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Hal ini menarik pelaut dan pedagang muslim untuk berdagang sambil berdakwah hingga berabad-abad lamanya.
Penduduk Aceh adalah yang paling pertama menerima ajaran Islam dan lambat laun pemeluknya terus bertambah hingga ke pulau lain. Salah satunya Pulau Jawa.
Pulau Jawa terkenal dengan wali songo. Sembilan wali menyabarkan agama Islam dengan metode pendidikan seninya. Mereka adalah Sunan Ampel, Sunan Gunung Jati, Sunan Bonang, Sunan Muria, Sunan Kudus, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, dan Sunan Gresik.
Wali songo menyebarkan ajaran Islam tidak hanya di Pulau Jawa tetapi juga hingga ke seluruh penjuru Nusantara. Sementara itu, Islam yang dibawa oleh Bangsa Arab telah membuat kebanyakan dari mereka bermigrasi ke Indonesia.
Sepanjang abad ke-15 sampai ke-17, ketika penyebaran Islam semakin luas, masuklah agama dan kepercayaan lain di Indonesia. Salah satunya agama Nasrani yang dibawa oleh Bangsa Eropa.
Mereka membawa ajaran agamanya sambil mencari kekayaan alam yang tersimpan di negara kita. Bahkan beberapa di antaranya memaksakan kehendak mereka. Ketika itu, Bangsa Indonesia dituntut untuk melawan penjajahan hak asasi dan hak hidup seperti itu.
Hubungan perdagangan dan silaturahim dengan Bangsa Arab Gujarat sempat terganggu. Para penjajah itu juga mulai memblokade jalur perdagangan kedua belah pihak hingga hubungan keduanya terputus.
Setelah itu, ajaran Islam di Nusantara tidaklah merata. Hanya di sekitar pondok pesantren saja umat Islam bisa mendapatkam pemahaman yang mendalam mengenai agamanya.
Penyebaran Islam pada awal abad ke-9 telah menunjukkan kemajuan politik umatnya. Terbukti dengan adanya kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Demak, Kerajaan Aceh Darussalam, dan Kerajaan Samudera Pasai. Mereka yang duduk di singgasana kerajaan rata-rata berdarah campuran pribumi dan Arab.
Adanya kerajaan ini semakin memperkuat pengaruh Islam dan semakin lama pengaruh agama sebelumnya seperti Hindu dan Budha semakin surut. Alasan Islam mudah diterima karena Islam masuk dengan jalan damai, tanpa kekerasan, masuk dengan politik bersih, dan tentunya yang paling penting dengan cara yang benar sesuai dengan apa yang tertulis dalam kitab Al-qur'an bahwa Islam adalah agama rahmatan lil ‘alamin.






