Sejarah Logo

Apa Itu Logo?
Logo adalah penanda grafis atau emblem yang biasa digunakan untuk kepentingan komersial, organisasi, bahkan individu, sebagai alat promosi atau perkenalan publik. Logo bisa berupa grafis murni, simbol atau ikon, juga bisa berupa susunan nama organisasi (logotype atau wordmark).
Contoh logo berupa grafis murni adalah logo Telkom terbaru yang bentuknya seperti telapak tangan yang menyapa. Sementara itu, logo CocaCola, Indonesia Power, dan BNI 46, merupakan contoh logo berupa wordmark. Untuk mengenal logo lebih jauh, berikut ini merupakan sejarah logo.
Sejarah Logo
Logo sudah dikenal sejak pusat peradaban di Mesir dan Mesopotamia berkembang. Biasanya, berupa koin atau emblem kerajaan. Penemuan dan teknik baru pembuatan logo terus berkembang. Mulai segel silinder (2300 SM), koin (600 SM), lambang, cap air, emblem perak, dan pengembangan teknologi percetakan.
Revolusi industri yang telah mengubah masyarakat agraris menjadi masyarakat industri membawa banyak perubahan dalam teknik fotografi dan litografi. Fotografi berkaitan dengan seni membuat dan merekayasa foto, sedangkan litografi adalah metode pencetakan pada permukaan halus menggunakan batu (batu gamping khusus) atau pelat logam.
Perubahan ini berkontribusi pada industri periklanan yang mengintegrasikan tipografi dan gambar dalam satu kesatuan. Yang dimaksud tipografi dalam hal ini adalah teknik dan seni penyusunan huruf, desain huruf, serta modifikasi huruf gambar. Secara simultan, perubahan dalam teknik fotografi dan litografi juga berpengaruh pada revolusi bentuk dan ekspresi pada tipografi.
Pertumbuhan dan persaingan industri memaksa setiap perusahan mencari cara promosi yang efektif. Hal ini menyebabkan konsultan dan biro periklanan terus tumbuh dan menyeluruh. Sejak 1950, modernisasi membuat arah pembuatan logo sebagai sebuah pergerakan seni yang menjadi senjata bagi para desainer logo, dengan diktum: “Less is more.”
Sejarah Logo Perusahaan Besar
Perusahaan besar selalu mempunyai logo khas dan unik. Hal ini wajar karena logo sebagai salah satu bentuk pencitraan dan alat promosi diciptakan sedemikian rupa sehingga bisa mewakili kehebatan dan keunikan perusahaan yang diwakilinya. Untuk menyesuaikan diri dengan kondisi zaman, tidak jarang perusahaan mengubah logonya.
Berikut ini adalah sejarah beberapa logo perusahan besar.
Bank BNI
BNI didirikan pada 1946. Awalnya, BNI menggunakan logo berupa sebuah gambar perahu sedang menerjang ombak yang diapit oleh kata Bank dan BNI. Lambang ini menggambarkan sejarah Bank BNI sebagai bank pertama di Indonesia yang memberikan semangat perjuangan untuk terus membuat maju bangsa.
Pada 2004, logo ini diganti. Kata Bank BNI dipersingkat menjadi BNI. Kemudian, tahun pendirian, 46, dijadikan bagian dari logo perusahaan. Penggunaan 46 pada logo merupakan upaya untuk meneguhkan kebanggaan sebagai bank nasional pertama yang lahir pada era Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Nike
Logo pertama Nike didesain oleh Carolyn Davidson pada 1971. Phil Knight, pendiri Blue Ribbon Sports, Inc., mempekerjakan Davidson untuk mendesain logo sepatu. Meski desain Davidson tidak memikat Knight, karena kendala waktu, logo Swoosh Nike dipilih.
Swoosh Nike mewakili sayap patung terkenal Dewa Kemenangan Yunani, Nike, yang telah menjadi sumber inspirasi bagi banyak ksatria agung dan pemberani. Berdasarkan legenda, orang Yunani akan mengatakan, “Ketika pergi perang dan menang, kami mengatakan inilah Nike.”
Asalnya, tanda ini merujuk pada strip. Kemudian, diubah menjadi Swoosh untuk mendeskripsikan serat yang digunakan dalam sepatu Nike. Pada 1972, sepatu pertama yang berlogo Nike Swoosh diperkenalkan.






