logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sejarah

Sejarah Nabi Yusuf - Nabi Tampan Berjiwa Tangguh


 

Ilustrasi sejarah nabi

 

Sejarah nabi Yusuf mengatakan bahwa beliau adalah seorang nabi yang terkenal dengan wajahnya yang rupawan. Selain rupawan, beliau juga memiliki sifat-sifat dan akhlak yang terpuji.

Nabi Yusuf lahir tahun 1745 SM. Ia merupakan anak ke-11dari 12 bersaudara. Ayahnya juga seorang Nabi yang bernama Yaqub dan ibunya adalah Rahil. Sejak lahir Nabi Yusuf memang sudah diberikan karunia lebih oleh Allah SWT, yakni berupa parasnya yang mengagumkan. Saat mulai beranjak dewasa, ia tumbuh menjadi pemuda yang memiliki tubuh gagah dan tegap.

Tak heran jika kesempurnaan fisik sang Nabi pun banyak memikat para wanita yang melihatnya. Nabi Yusuf menjadi seorang yatim ketika ditinggal wafat ibunya saat usianya 12 tahun. Ayahnya pun sangat memberikan perhatian yang lebih kepada Yusuf dan Bunyamin, adik Nabi Yusuf.

Ternyata hal tersebut membuat iri saudara-saudara Yusuf yang lain. Sikap diskriminan ayahnya yang terlalu memanjakan Yusuf dianggap tidak adil bagi putra putri Nabi Yaqub yang lain. Perasaan kesal mereka terhadap Yusuf kian hari makin bertambah.
 

Segala Cobaan Dihadapi dengan Hati Lapang Dada

Berlanjut dari akibat sifat iri dan dengki yang timbul, saudara-saudara Yusuf pun mengadakan pertemuan yang membahas tentang perasaan mereka masing-masing terhadap perlakuan ayahnya yang pilih kasih kepada Yusuf. Seolah-olah anak yang lain diacuhkan.

Mereka bertanya-tanya apa kelebihan Yusuf dan adiknya hingga  sang ayah sangat memanjakan mereka berdua. Padahal yang selama ini merawat dan mengurus semua keperluan rumah tangga adalah anak-anaknya yang lain. Tetapi, malah hanya Yusuf dan adiknya yang istimewa di mata sang ayah.

Akhirnya amarah dan rasa kesal mereka makin memuncak dan ingin sekali cepat-cepat menemukan jalan keluar untuk mengakhiri keadaan seperti ini. Salah seorang saudara Yusuf berpendapat bahwa, penyebab utama dari semua masalah ini adalah Yusuf. Rasa cinta ayahnya yang berlebihanlah yang menjadi awal mula Yusuf sangat dikasihi. Kemudian, mereka pun sepakat untuk menyingkirkan penyebab dari semua itu, yakni Yusuf. 

Salah satu dari mereka mengusulkan untuk membuang Yusuf ke dalam sebuah sumur kering yang terletak di persimpangan jalan tempat orang-orang dan para musafir berhenti untuk memberi makan dan minum hewan-hewan mereka. Melalui cara tersebut, kemungkinan besar Yusuf akan ditemukan oleh seorang musafir dan segera membawa Yusuf pergi jauh untuk menjualnya sebagai budak. Akhirnya, saran itu pun disetujui oleh yang lainnya.

Keesokan harinya, mereka meminta izin kepada sang ayah untuk membawa Yusuf berekreasi ke tempat yang indah guna mempererat tali persaudaraan mereka. Mereka pun berhasil meyakinkan Yaqub dan Yusuf akhirnya mendapat izin untuk pergi bersama.

Sesampainya di sana, mereka langsung bergegas menanggalkan pakaian Yusuf dan meninggalkannya sendiri di dalam sumur. Suara jeritan isak tangis Yusuf pun sudah tidak dihiraukan lagi. Tak ada sedikit pun tampak rasa bersalah dari mereka. Yang ada hanya kepuasan dan perasaan lega karena sudah berhasil menyingkirkan adiknya yang tidak berdosa.

Hati mereka memang sudah benar-benar dikuasai iblis berhati busuk. Sesampainya di rumah, mereka langsung bersandiwara dengan air mata kebohongan yang bercucuran. Mereka memberitahukan sang ayah bahwa Yusuf telah menjadi sasaran serigala buas sambil menunjukkan bukti pakaian yang telah dilumuri darah kelinci. Sang ayah pun menyesal telah memberi Yusuf izin untuk pergi bersama.

Sudah tiga hari, Yusuf terkurung dalam kegelapan dan kesendirian yang mencekam di dalam sumur. Ditambah dengan keadaan perutnya yang sudah tak kuat lagi menahan lapar.

Tak lama kemudian, muncul seorang musafir yang hendak mengambil air. Ia langsung tercengang ketika melihat seorang sosok manusia tampan, berkulit putih yang memiliki postur badan tegap itu keluar bersama gayung yang digunakan untuk mengambil air dari sumur tesebut. Mereka akhirnya sepakat membawa Yusuf ke pasar untuk diperjualbelikan layaknya barang dagangan.

Yusuf dibeli oleh seorang ketua polisi Mesir yang bernama Fathifar dengan harga dengan harga yang rendah. Ia terlihat bahagia ketika mendapatkan seorang budak yang memiliki paras tampan, tubuh kekar, dan aura pancaran hati yang suci. Fathifar menganggap Yusuf tidak pantas untuk diperdagangkan.

Sesampainya di rumah, Futhifar memperkenalkan Yusuf kepada istrinya yang bernama Zulaikha. Futhifar memberi amanat kepada sang istri untuk memperlakukan Yusuf dengan baik. Yusuf selalu semangat mengerjakan tugasnya sehari-hari.

Dengan kejujuran dan kedisiplinan tinggi yang dimiliki oleh Yusuf, menjadikannya  semakin disayang oleh keluarga Futhifar. Yusuf pun hidup dalam keadaan yang nyaman, tentram, dan memperoleh kepuasan hidup. Ketampanan Yusuf pun makin terlihat dan tubuhnya makin bertambah kuat dan tegap gagah perkasa. Tak heran bila apa yang dimilikinya itu membuat Yusuf menjadi sosok pria idaman setiap wanita.

Awalnya, Zulaikha hanya menaruh sebatas rasa simpati kepada Yusuf karena sifat-sifat dan budi pekertinya yang luhur. Namun, rasa cinta memang awalnya tumbuh dari rasa simpati. Perasaan cinta yang membara yang menggeluti hati Zulaikha pun makin hari semakin bertambah.

Meskipun ia berusaha untuk menahannya, tetapi tetap saja bayangan paras elok Yusuf dan tubuh gagah yang selalu terbayang menghantuinya.Akhirnya, wanita berparas cantik dan bertubuh indah itu tak kuasa menahan nafsu birahi dorongan setan yang sudah memuncak untuk mendekati Yusuf.

Ketika sang suami tidak ada di rumah, Zulaikha mengambil kesempatan untuk mencoba melampiaskan syahwat kepada Yusuf. Ia pergi ke kamar Yusuf dan memanggil Yusuf untuk ikut ke kamarnya. Yusuf pun tidak mencurigai gerak gerik aneh Zulaikha karena biasanya ia dimintai pertolongan untuk mengerjakan sesuatu.

Namun, hal mencurigakan mulai terlihat ketika Zulaikha mengunci pintu kamarnya. Zulaikha ternyata memiliki maksud terselubung untuk melakukan maksiat. Yusuf pun terperanjat dan langsung menolaknya.

Zulaikha marah dan kesal dengan penolakan yang dilakukan oleh Yusuf. Ia buru-buru mengejar Yusuf dan menarik pakaiannya hingga sedikit terkoyak. Pada saat yang bersamaan, datanglah Futhifar memergoki kejadian itu. Lalu, Zulaikha buru-buru memutarbalikkan fakta yang terjadi. Ia menuduh Yusuflah yang ingin mendekatinya, sementara Yusuf mengatakan hal yang sejujurnya.

Futhifar bingung dan meminta bantuan salah seorang saudaranya yang dianggap bijaksana untuk menentukan kebenaran dari perkataan mereka. Pada akhirnya, diketahui bahwa Zulaikhalah yang berbohong.

Berita buruk itu pun menyebar luas hingga Zulaikha menjadi buah bibir orang-orang karena perbuatannya yang tidak pantas. Zulaikha malu dan ingin membersihkan nama baiknya dimata orang-orang. Ia membujuk suaminya untuk memasukkan Yusuf ke dalam penjara dan membuat berita seolah-olah Yusuf yang salah.

Akhirnya, Yusuf pun dimasukkan ke dalam penjara. Ia lebih bersyukur selama berada di dalam penjara  karena tidak ada gangguan-gangguan setan untuk berbuat dosa lagi. Yusuf juga semakin leluasa untuk berdakwah walau hanya di dalam penjara.

Sejak saat itulah sifat-sifat kenabian Yusuf mulai terlihat. Beliau juga pandai untuk membacakan tafsir-tafsir mimpi. Suatu saat, Zulaikha akhirnya mengakui kesalannya terhadap Yusuf dan terbebaslah ia dari tahanan. Yusuf mendapat perintah dari Raja Mesir untuk mengartikan sebuah tabir mimpi yang dialami sang Raja. Mimpi itu terpecahkan dan Nabi Yusuf diangkat menjadi wakil Raja Mesir.

Selama menjabat sebagai wakil Raja, Nabi Yusuf memberi banyak kemudahan kepada rakyatnya. Beliau juga menolong saudara-saudara kandungnya yang dulu telah berbuat jahat. Akhirnya, Nabi Yusuf kembali bertemu dengan ayahnya.
 

Hikmah dari Sejarah Nabi Yusuf

Dari semua peristiwa yang telah dialami oleh Nabi Yusuf, kita dapat memperoleh suatu pelajaran. Bahwa penderitaan yang dialami oleh seseorang bukanlah sebuah musibah. Allah masih menyelipkan makna yang tersembunyi dari sebuah penderitaan. Jadikanlah hal-hal seperti itu menjadi sebuah awal dari kebahagiaan yang akan kita raih.

Hendaknya kita wajib mencontoh sifat-sifat yang dimiliki oleh Nabi Yusuf akan keteguhan hatinya dalam menghadapi berbagai cobaan duniawi yang kental akan perbuatan dosa. Semoga kisah sejarah nabi Yusuf yang ditulis dalam artikel ini akan menambah kedekatan Anda kepada Allah SWT. 

Sejarah Nabi Ibrahim dan Tipsnya Menjadi Kekasih Allah

Ibrahim adalah nabi dalam agama Samawi  dan memiliki gelar Khalil Allah(kekasih Allah). Beliau diangkat menjadi nabi pada 1900 SM dan diutus untuk kaum Kaldan di Kota Ur (sekarang bernama Iraq). Di dalam buku berjudul Muhammad Sang Nabi-Penelusuran Sejarah NabiMuhammad Secara Detail, disebutkan bahwa nama Ibrahim berasal dari dua suku kata, yaitu ib dan rahim. Kedua kata itu akan membentuk arti “ayah yang pemurah”.

Sejarah Nabi Ibrahim - Garis Keturunannya 

Ibrahim dilahirkan di Faddam, A’ram, kawasan kerajaan Babilonia pada 2.295 SM. Kerajaan Babilonia waktu itu dipimpin oleh seorang raja bengis dan zalim bernama Namrudz bin Kan’aan. Di dalam buku sejarah nabi yang dua puluh lima, Nabi Ibrahim selalu disebut sebagai salah satu nabiUlul azmi. Ismail dan Ishaq merupakan putra nabi Ibrahim. Mereka berdua juga di kemudian hari menjadi nabi. Ibrahim juga mempunyai cucu bernama Yaqub.

Sejarah Nabi Ibrahim - Kronologi Kelahirannya

Setiap kali membaca buku sejarah Nabi Ibrahim, maka akan ditemui kisar mimpi raja Namrudz . Mimpi tersebut memberi pertanda bahwa bayi yang akan lahir ini (Ibrahim) menyebabkan Namrudz mati dengan cara dahsyat. Oleh karena itu, Namrudz berencana membunuh semua bayi di tempat itu. Mendengar kabar ini, ibu Nabi Ibrahim ketakutan. Ia pun melahirkan di sebuah gua dan bayinya (Ibrahim) ditinggalkan di gua itu. Setelah seminggu, ibunya kembali ke gua dan terkejut melihat Ibrahim masih hidup. Kemudian, Ibrahim dibawa pulang ke rumah.

Sejarah Nabi Ibrahim - Berdakwah kepada Ayah Kandungnya

Saat remaja, Nabi Ibrahim sering disuruh ayahnya menjual patung-patung buatannya. Namun, Ibrahim tidak tertarik menjualnya karena Allah telah mengilhamkan iman dan tauhid kepadanya. Pada masa Nabi Ibrahim, orang-orang di Mesopotamia beragama politeisme dan Dewa Bulan atau Sin adalah salah satu berhala yang paling penting. 

Di dalam sejaran nabi Ibrahim diceritakan, bahwa ia bertekad memerangi kesyirikan yang dilakukan kaumnya,  termasuk ayahnya juga. Kesyirikan yang mereka lakukan adalah dengan menyembah berhala. Kewajiban pertama Ibrahim yang harus dilakukan sebelum berdakwah kepada orang lain adalah menyadarkan ayahnya. Dengan sikap sopan, Ibrahim mengatakan kepada ayahnya bahwa ia diutus Allah sebagai nabi dan rasul. Ia juga mengatakan bahwa penyembahan berhala adalah ajaran setan dan menasihati ayahnya agar menyembah Allah. 

Aazar, ayah Ibrahim marah mendengar kata-kata anaknya karena menganggap Ibrahim menghina kepercayaan ayahnya. Nabi Ibrahim menerima kemarahan ayahnya dengan sikap yang tenang. Kemudian, Ibrahim keluar meninggalkan rumah ayahnya dalam keadaan sedih karena tidak berhasil menyadarkan ayahnya dari lembah syirik dan kafir.

Sejaran Nabi Ibrahim mendakwah ayahnya agar meninggalkan aktivitas menyembah patung juga termaktub di dalam al-Qur’an. Anda dapat membacanya secara lengkap di dalam surat Maryam ayat  42-47.  

Sejarah Nabi Ibrahim- Kisah Menghancurkan Berhala

Penolakan ayahnya tidak membuat Ibrahim patah semangat. Ia terus berdakwah menyadarkan kaumnya. Nabi Ibrahim, bahkan, berencana menghancurkan berhala-berhala yang disembah oleh kaumnya. 

Setiap tahun, penduduk kerajaan Babilonia memperingati hari raya keramat dengan beramai-ramai ke luar kota selama beberapa hari. Ibrahim pun ikut diajak ke luar kota, tetapi menolak dengan berpura-pura sakit. Meliihat keadaankota yang kosong, Ibrahim pergi ke tempat peribadatan kaumnya dan menghancurkan patung-patung semabahan kaumnya. 

Setelah pulang dari luar kota, para penduduk terkejut melihat patung-patung hancur berantakan. Para penduduk ini menuduh Ibrahim sebagai pelakunya. Akhirnya, Raja Namrudz memutuskan untuk membakar hidup-hidup Ibrahim sebagai hukuman atas perbuatan menghancurkan tuhan mereka.

Sejarah nabi Ibrahim menghancurkan berhala atau patung-patung yang disembah oleh kaumnya juga termaktub di dalam al-Qur’an. Jika Anda ingin melihat dialog antara Nabi Ibrahim dengan kaumnya dapat dibaca di surat Al-Anbiya’ ayat 52-66.

Sejarah Nabi Ibrahim - Dibakar Hidup-Hidup, Tapi Tak Terbakar

Setelah kayu bakar terkumpul di lapangan untuk upacara pembakaran, orang-orang berkumpul menyaksikan hukuman bagi Ibrahim. Dalam keadaan terikat, Ibrahim dibwa ke atas gedung dan dilemparkan ke dalam tumpukan kayu dengan api yang menyala-nyala. Turunlah firman Allah “Hai api, menjadilah engkau dingin dan keselamatan bagi Ibrahim”.

Ibrahim tetap tenang meski berada di dalam bukit api. Ia merasa dingin sesuai dengan seruan Allah dan tidak sedikit pun tersentuh api. Ini merupakan mukjizat yang diberikan Allah kepada Nabi Ibrahim. Mukjizat ini adalah bukti nyata kebenaran dakwahnya dan telah membuka mata hati sebagian kaumnya. Banyak kaumnya yang menyatakan beriman kepada Allah dan mengakui Nabi Ibrahim sebagai rasul Allah.

Tips Menjadi Kekasih Allah Ala Nabi Ibrahim

Setelah mengkahi sejarah Nabi Ibrahim saat ia mendakwah ayah dan kaumnya, kini saatnya kita mengkaji sejarah Nabi Ibrahim menjadi kekasih Allah. Penyebutan Nabi Ibrahim menjadi kekasih Allah dengan gelar khalilullah juga termaktub di dalam al-Qur’an. Yaitu, disurat An-Nisa ayat  125. Allah Swt. berfirman, “… Dan Allah telah memilih Ibrahim menjadi kekasih-Nya.”

Tentunya, kita juga ingin mengkaji apa saja langkah Nabi Ibrahim hingga bisa mendapat gelar sebagai kekasih Allah. Adalah Imam Ibnu Hajar al-Asqalaaniy mencantumkan di dalam kitabnya “Al-Munabbihatu ‘Ala al-Isti’daadi li Yaumil Ma’aad” ihwa dialog Nabi Ibrahim dengan salah satu umatnya yang bertanya tentang apa saja yang dilakukan Nabi Ibrahim hingga menjadi kekasih Allah.

“Wahai Ibrahim, apa yang menyebabkanmu sehingga diangkat menjadi kekasih Allah?”  Nabi Ibrahim menjawab , “Karena tiga hal. Pertama, aku lebih memilih perintah atau urusan Allah daripada perintah atau urusan yang lainnya. Kedua, aku tidak pernah gelisah dengan apa yang telah ditetapkan Allah terhadap diriku. Ketiga, aku tidak pernah makan siang dan malam kecuali bersama tamu.”

Untuk lebih memperjelas, ada baiknya dikupas satu persatu berdasarkan sejarah Nabi Ibrahim.

  • Nabi Ibrahim Selalu Memilih Perintah Allah

Di dalam sejarah Nabi Ibrahim kerap dicatat kisah tentang perintah penyembelihan anaknya, yang akhirnya diganti dengan kibas atau kambing. Di dalam sejarah dipaparkan, bahwa perintah tersebut datangnya dalam bentuk mimpi. Di saat ia ingin melakukan apa yang diperintah Allah dengan menyembelih putranya yang akhirnya diganti dengan kibas (domba), datang setan menggangunya.

Setan kerap berusaha untuk menggagalkan Ibrahim melakukan perintah Allah Swt. Namun, nabi Ibrahim tidak pernah goyah sedikit pun. Ia lebih memilih perintah Allah dari perintah atau ajakan setan. Inilah yang menunjukkan bahwa Nabi Ibrahim sangat memilih perintah Allah dari perintah selain-Nya.

Kisah Nabi Ibrahim dalam  hal lebih memilih perintah Allah daripada ajakan setan menjadi salah satu bukti taatnya Nabi Ibrahim as. Masih banyak lagi kisah-kisah lain yang memperkuat bahwa Nabi Ibrahim lebih memilih perintah Allah dari perintah yang lainnya.

  • Tidak Pernah Gelisah dengan Apa yang Ditetapkan Allah

Nabi Ibrahim adalah orang yang memiliki kepercayaan penuh kepada Allah Swt. Sehingga ia pun diklaim sebagai bapak tauhid. Klaim tersebut ternyata menghantarkan nabi Ibrahim sebagai kekasih Allah. Buktinya adalah apa yang terjadi di dalam sejarah nabi Ibrahim, bahwa ia meninggalkan anak dan isteri, Siti Hajar di daerah yang tandus, Mekkah. Daerah yang pada saat itu sepi penduduk dan susah air.

Nabi Ibrahim meninggalkan anak dan isterinya di tanah tandus tersebut karena perintah Allah Swt. Ia yakin bahwa Allah akan memberi rejeki kepada anak dan Isterinya. Meski ia awalnya tak tega, namun karena yakin Allah akan memberi rezeki, dengan mantap ditinggalkannya anak dan isterinya. Ketawakkalan Nabi Ibrahim yang menyebabkannya menjadi kekasih Allah. 

  • Selalu Makan Bersama Tamu

Sebab ketiga yang menghantarkan Nabi Ibrahim menjadi kekasih Allah adalah, aktivitasnya yang selalu makan bersama tamu. Baik makan siang maupun makan malam, Nabi Ibrahim selalu makan dengan tamu.

Di dalam kitab “Nashaa-Ihul ‘Ibad” dicantumkan riwayat yang menjelaskan bahwa Nabi Ibrahim selalu mencari orang yang mau makan bersamanya hingga sejauh satu atau dua mil. Pencarianyang dilakukan Nabi Ibrahim ini mutlak untuk mengajak orang lain makan bersamanya.

Sehingga dikisahkan di dalam kitab “Al-Jauharul Mauhub”, gara-gara aktivitasnya ini membuat para malaikat cemburu. Hingga akhirnya, datang dua malaikat memohon izin kepada Allah agar bisa melihat apa yang dilakukan Nabi Ibrahim yang menyebabkan namanya selalu disebut-sebut Allah.

Ketika turun ke bumi, bertemu dua malaikat tersebut dengan Nabi Ibrahim yang sedang mencari orang yang siap makan bersamanya. Ketika diajak Nabi Ibrahim makan bersamanya, kedua malaikat tersebut bersedia. Begitu sampai di rumah Nabi Ibrahim, sudah tersedia makanan di meja makan.

Lalu, Nabi Ibrahim mempersilahkan kedua malaikat tersebut untuk makan bersamanya. Ketika Nabi Ibrahim mulai makan, kedua malaikat tersebut diam saja. Nabi Ibrahim pun heran, lalu bertanya, “Kenapa tidak di makan? Apakah tidak suka atau ingin makanan yang lain?”

Salah satu dari malaikat tersebut menjawab, “Ibrahim! Sesungguhnya kami adalah malaikat. Kami iri melihatmu selalu disebut-sebut di langit. Sehingga kami memohon izin untuk melihat apa yang kau lakukan sehingga diklaim sebagai kekasih Allah. Setelah kami menyaksikan, pantas jika kau disebut sebagai kekasih Allah.”

Dari sejarah Nabi Ibrahim ini menjadi jelas bagi kita akan perjuangan dan langkah Nabi Ibrahim menjadi kekasih Allah. Semoga kita bisa meniru langkah-langkah Nabi Ibrahim dalam bertauhid dan menjadi kekasih Allah. Semoga artikel ini bermanfaat.  

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Peradaban Lembah Sungai Gangga
  • Sejarah Kerajaan Mataram Kuno di Pulau Jawa
  • Mengenang Pahlawan Indonesia Bermental Baja - ANNEAHIRA.COM
  • Perang Bubat Versi Jawa
  • Manusia Purba, Pithecantropus Robustus
  • Kerajaan Kutai, Kerajaan Tertua di Indonesia
  • Pertempuran-Pertempuran Perang Dunia 2
  • Nasionalisme, Globalisasi, dan Evolusi
  • Catatan Biografi Ki Hajar Dewantara
  • Asal Usul dan Persebaran Manusia di Indonesia
  • Peradaban Atlantis dan Implikasinya Bagi Indonesia
  • Sejarah ASEAN, Organisasi di Kawasan Asia Tenggara
  • Menelusuri Sejarah Google
  • Silsilah Kerajaan Pajang, Konflik Antarsaudara demi Tahta
  • Kontroversi Dokumen Supersemar
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA