logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Singapura

Sejarah Negara Singapura: Dari Kota Pelabuhan Menjadi Negara Maju


Ilustrasi sejarah negara singapura

Daftar Isi
  1. Sejarah Singapur kuno
  2. Stamford Raffles
  3. Pusat militer Inggris
  4. Singapur masa kini

Mayoritas, kita mengenal Singapura sebagai tetangga yang super sempurna. Sebuah negara-kota yang teratur, bersih, disiplin, tertata rapi, dan penuh pusat-pusat hiburan belanja. Namun, tahukah Anda seperti apa sejarah negara Singapura hingga menjadi metropolitan seperti sekarang?

Kita yang pernah belajar sejarah di sekolah pasti tahu bahwa Singapura dulunya pernah menjadi bagian Kerajaan Sriwijaya. Tepatnya, pada abad ke-14. Singapura saat itu bernama 'Temasek’ alias Kota Laut karena kondisi geografisnya. Sang Nila Utama, seorang Raja Sriwijaya, lantas mengganti nama kota itu dengan Singapura, diambil dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘Kota Singa’. Namun, studi ilmiah menunjukkan bahwa populasi singa tidak pernah menghuni daratan Singapura. Diduga, yang sebenarnya terlihat oleh Sang Nila Utama adalah harimau.

Sejarah Negara Singapura Kuno

Minimnya sisa-sisa arkeologis menyulitkan peneliti untuk mengetahui sepak terjang Singapura sejak Kerajaan Sriwijaya runtuh hingga koloni Inggris datang sekitar 1800-an. Sejumlah prasasti pernah ditemukan, namun dihancurkan oleh pihak Inggris. Kopian abjad dari prasati tersebut hingga kini belum berhasil diterjemahkan karena bahasanya yang misterius. Namun, meski aksara itu tidak dapat dikenali, prasati tersebut menunjukkan Singapura telah lama menjadi pusat administrasi yang sibuk, jauh sebelum koloni Inggris ‘menemukan’ tempat ini.

 

Di tahun 1320, Kekaisaran Mongol mengirim misi perdagangannya ke sebuah tempat bernama Long Ya Men. Para sejarawan meyakini bahwa Long Ya Men adalah Pelabuhan Keppel sekarang, yang terletak di sisi selatan pulau.

Seorang penjelajah Cina bernama Wang Dayuan pun pernah mengunjungi Singapura. Ia mendeskripsikan tentang sebuah kota kecil bernama Dan Ma Xi (yang dalam bahasa Melayu disebut Tamasik) yang dihuni oleh bangsa Melayu dan bangsa Cina.

Catatan sejarah lain mengenai Singapura terdapat dalam kitab Nagarakertagama yang ditulis pada tahun 1365. Kitab ini mendeskripsikan kota kecil yang sama seperti yang dijelaskan Wang Dayuan, hanya saja nama kota tersebut dalam kitab ini adalah Temasek.

Temasek artinya kota di pinggir laut. Dari catatan-catatan tersebut, disimpulkan bahwa Singapura sejak dahulu merupakan kota pelabuhan yang penting dalam perdagangan antar-wilayah.

Catatan sejarah tertua mengenai Singapura adalah sebuah catatan Cina yang berasal dari abad ke-3. Catatan tersebut menjelaskan keberadaan pulau Pu Lou Chung, yang dalam bahasa Melayu disebut Pulau Ujong. Pulau Ujong berarti ‘pulau yang terletak di ujung’; yakni ujung Selat Malaka.

Konon, seorang pangeran dari Kerajaan Sriwijaya yang bernama Sri Tri Buana atau dikenal juga sebagai Sang Nila Utama adalah orang yang pertama kali menginjakkan kakinya di sini di abad ke-13. Saat berkunjung ke negeri baru tersebut, ditemukannya seekor singa.

Dengan demikian sang pangeran menamai tempat tersebut Singapura, dari kata ‘singa’ dan ‘pura’ yang berarti ‘kota Singa’. Namun kabar ini tidak bisa dibuktikan secara akal sehat, karena sejak dahulu tidak ditemukan singa di Singapura; yang ada hanyalah harimau-harimau yang bebas berkeliaran hingga awal abad ke-20.

Pada tahun 1390-an, seorang pangeran dari Palembang yang bernama Parameswara diasingkan ke Temasek setelah kerajaannya kalah dari Kerajaan Majapahit. Sepanjang abad ke-14, Singapura menjadi titik pertempuran antara Kerajaang Siam dari Thailand dan Kerajaan Majapahit dari Jawa. Kedua kerajaan besar tersebut bertempur demi memperebutkan kekuasaan atas Selat Malaka.

Menurut catatan Sejarah Melayu, Singapura akhirnya dikuasai oleh Kerajaan Majapahit. Kerajaan tersebut berkuasa selama beberapa tahun hingga akhirnya dikalahkan oleh Kesultanan Malaka. Di tangan Kesultanan Malaka, Singapura semakin memiliki peran signifikan sebagai pelabuhan perdagangan yang penting di masanya.

Di tahun 1511, tibalah orang-orang Eropa ke Selat Malaka. Bangsa Portugis menguasai Kesultanan Malaka pada tahun-tahun tersebut, dan para laksamana Melayu diasingkan ke Singapura. Mereka lantas membuat sebuah kota baru di Johor Lama. Mereka hidup di sana sampai akhirnya Portugis meluluhlantakkan tempat tinggal mereka pada tahun 1587.

Stamford Raffles & Negara Singapura Modern

Stamford Raffles adalah seseorang yang berperan dalam pembentukan sejarah negara Singapura modern. Namanya hingga kini masih kita temui di sudut-sudut kota Singapura. Thomas Stamford Raffles, seorang petinggi koloni Inggris yang dilantik di Bengkulu, populer sebagai tokoh pendiri Singapura modern.

Sebagian besar penduduk di Singapur merupakan penduduk dari berbagai negara.

Awal dekade 1800-an, ia menemukan sebuah desa nelayan milik Sultan Johor. Desa tersebut merupakan pusat pemerintahan Kerajaan Melayu. Runding punya runding, akhirnya Sang Sultan memberikan lahan itu kepada East India Company pada 1824.

Kontan, desa nelayan yang semula berbukit-bukit dan penuh pohon buah itu berubah menjadi pusat bisnis internasional. Lokasinya yang strategis, berada antara Samudra Hindia dan Laut Cina Selatan, menjadikan Singapura sebagai sasaran empuk para saudagar kapal dari berbagai negara untuk berlabuh.

 Ditambah lagi, East India Company menjadikan Singapura sebagai pelabuhan bebas yang peraturan pajaknya tidak serepot pelabuhan lain. Sukses komersial ini membawa arus migrasi besar-besaran dari India, Asia Tenggara, dan Cina (yang terbanyak) menuju Singapura. Hingga hari ini, keturunan dari para pendatang inilah yang menjadikan Singapura sebagai kota penuh etnik.

Singapura Menjadi Pusat Militer Inggris

Pada masa Perang Dunia I (1914 - 1918), Singapura dimanfaatkan menjadi pusat militer Inggris. Namun, pada 1942, Jepang mengambilalih kota ini dari Inggris. Setelah Jepang kalah pada Perang Dunia II akibat serangan bom atom, kepemilikan atas Singapura kembali ke tangan Inggris. Pada tahun-tahun berikutnya, Inggris mengubah bentuk Singapura menjadi semacam koloni yang mandiri dan dipimpin oleh warga lokal sendiri. Semula, Singapura sempat bergabung dengan Federasi Malaysia (yang terdiri atas Sabah dan Serawak).

Kerja sama ini bersifat simbiosis mutualisme; Singapura yang mungil membutuhkan proteksi dari Malaysia, sedangkan Malaysia sendiri ingin mencegah Singapura berubah menjadi negara komunis karena kala itu para pemimpinnya berhaluan ‘kiri’. Malaysia juga memindahkan sebagian penduduknya ke Singapura untuk ‘menyeimbangkan’ komposisi penduduk yang mayoritas beretnik China. Namun, kongsi ini pecah pada 1965.

Sejak saat itu, Singapura mendeklarasikan dirinya sebagai sebuah negara republik dengan presiden pertama Inche Yusof bin Ishak. Sampai hari ini, Singapura terus berkembang menjadi sebuah metropolitan yang penuh kekayaan etnik dan penduduk yang sangat berfokus pada disiplin pendidikan untuk meraih prestasi ekonomi dengan moto “Majulah Singapura!"

Singapura pada Masa Kini

Setelah memperoleh kemerdekaannya dan menjadi salah satu negara persemakmuran Inggris, Singapura berbenah dan berusaha menjalankan sistem pemerintahan yang baik serta mengutamakan kesejahteraan rakyatnya. Di tahun 2000, beberapa permasalahan sempat muncul di dalam negara ini. Misalnya saja pada awal tahun 2000-an, Singapura dihebohkan dengan berbagai krisis. SARS mewabah dan terorisme menjadi momok yang menakutkan.

Jaringan terorisme di Singapura sudah ada sejak awal tahun 2000-an. Pada bulan Desember 2001, serangkaian rencana untuk meledakkan kantor-kantor kedutaan negara lain di Singapura dan berbagai infrastruktur lainnya terbongkar. Adalah Jemaah Islamiyah, kelompok terorisme yang merencanakan peledakan tersebut. Mereka berencana untuk menghancurkan kantor kedutaan Amerika Serikat, Australia, Inggris, dan Israel di Singapura. Rencananya ini tidak sempat terlaksana karena para anggota Jamaah Islamiyah (sebanyak 36 orang) tertangkap dan segera diamankan oleh kepolisian negara ini.

Kini, Singapura menjadi salah satu negara paling maju di Asia Tenggara. Di bawah pimpinan Presiden Tony Tan Keng Yam dan Perdana Menteri Lee Hsjen Loong, sejarah negara Singapura sebagai negara maju dengan masyarakat modernnya yang hidup sejahtera tengah diukir dengan baik.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Sejarah Singapura
  • Bukan Sekedar Berburu Kerja di Singapura
  • Layanan Prima Rumah Sakit Singapura
  • Cara Mencari Kerja Singapura
  • Islam Singapura di Tengah Materialisme
  • Lebih Jauh Tentang Singapura
  • Singapore, Sepak Terjang si Kota Singa
  • Islam di Singapura
  • Menilik Geografi Singapura
  • Mengenal Profil Negara Singapura
  • Lima Rumah Sakit di Singapura
  • Alternatif Liburan dengan Paket Tour Singapura
  • Shopping dan Jalan-jalan di Singapura
  • Menelusuri Jalan-Jalan Singapura yang Bersih, Tertata, dan Mengagumkan
  • Penduduk Singapura yang Maju
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA