Sekilas Sejarah Papua
Ilustrasi sejarah papua
Sejarah Papua hingga kini tidak pernah dibuka oleh Bangsa-Bangsa yang pernah masuk menguasai Negeri ini sehingga anak cucu Bangsa Papua pun hingga kini tidak mengetahui tentang sejarah negerinya dan asal usul Nenek Moyang Bangsa Papua. Oleh sebab itu, perlu digali dan diteliti kembali tentang sejarah Papua lebih mendalam lalu dipublikasikan sehingga mereka (Bangsa Papua) mengenal akan jati dirinya, mengenal asal mula terbentuknya Pulau Papua, serta mengenal awal kedatangan bangsa Asing yang hingga kini menjadi rebutan bangsa-bangsa.
Proses Terbentuknya Pulau Papua
Sejarah Papua adalah pulau yang terbentuk dari endapan (Sedimentation) benua Australia dan pertemuan/tumbukkan antara lempeng Asia (Sunda Shelf) dan lempeng Australia (Sahul Shelf) serta lempeng Pasifik sehingga mengangkat endapan tersebut dari dasar laut Pasifik yang paling dalam ke atas permukaan laut menjadi sebuah daratan baru di bagian Utara Australia.
Proses pertemuan/tumbukkan lempeng dalam ilmu Geologi disebut Convergent. Sehingga sudah saatnya untuk diberi nama sebagai Convergentl Island (Pulau Konvergen) yang berarti pulau yang terbentuk karena pertemuan/tumbukkan lempeng dan bukan pulau New Guinea/IRIAN/Papua karena tidak ada hubungan dengan proses
terbentuknya pulau ini. Sedangkan nama orang-orang (bangsa) yang mediami pulau ini termasuk rumpun yang berada di Oceania yaitu Rumpun Bangsa Melanesia (bukan Melayu) sehingga otomatis nama bangsa ini adalah bangsa Melanesia (bukan bangsa Papua yang berasal dari bahasa Melayu yaitu Papuwa yang artinya kini banyak mengandung pengertian tidak baik/jorok/kotor). Bila dipandang dari segi geology, maka bangsa Papua adalah termasuk rumpun bangsa Negroid yang berasal dari Afrika
namun akibat pergeseran lempeng / tektonik lempeng sehingga terpisahnya lempeng Australia yang mana asal mula nenek moyang bangsa Papua.
Pada mulanya pulau ini terhubung dengan benua Australia di bagian Utara tetapi karena perubahan suhu Bumi yang makin panas sehingga mencairnya es di daerah Kutub Utara dan Selatan, maka terputuslah menjadi sebuah pulau baru. Proses geologi ini diperkirakan terjadi pada 60 (enam puluh) juta tahun yang lalu dan hal ini dapat dibuktikan dengan penemuan Kerang Laut, pasir laut dan danau air asin di daerah Wamena yang tingginya lebih dari 4.884 m di atas permukaan laut serta terdapatnya kesamaan hewan hewan yang berada di Australia dan Papua seperti Kanguru.
Sementara terpisahnya daratan Australia dengan Papua oleh lautan berawal dari berakhirnya zaman es yang terjadi pada 15.000 tahun yang lalu. Mencairnya es menjadi lautan pada akhirnya memisahkan daratan Papua dengan benua Australia.
Masih banyak rahasia bebatuan Pegunungan Tengah dan Pegunungan di Kepala Burung yang belum tergali. Apalagi, umur Pulau Papua ini masih dikategorikan muda sehingga proses pengangkatan pulau masih terus berlangsung hingga saat ini, proses pengangkatan ini berdasarkan skala waktu geologi dengan kecepatan 2,5 km per juta tahun.
Masuknya Bangsa Asing di Pulau Papua
Dalam sejarah papua, disebutkan bahwa bangsa asing yang pertama kali mulai masuk ke wilayah Papua adalah orang-orang dari Tidore atas perintah Sultan Tidore. Mereka masuk ke wilayah ini untuk mencari burung kuning (Paradise Bird) serta menyebarkan agama mereka yaitu Islam. Mereka hanya berhasil masuk di bagian Barat yaitu di daerah Raja Ampat, Kaimana, Bintuni, Kokas, Fakfak, dan bagian Selatan lainnya. Selain mencari burung Kuning, Sultan Tidore juga meminta bantuan orang-orang untuk berperang melawan orang-orang Eropa sehingga Sultan pun meminta bantuan dari wilayah Biak yang dipimpin oleh seorang Mambri (Panglima Perang). Selanjutnya disusul oleh orang-orang Arab yang masuk ke wilayah Fakfak kemudian mereka memberi nama pulau Papua yang berarti Budak.
Awal mula kedatangan bangsa-bangsa asing untuk merebut pulau ini karena pernyataan dari seorang pelaut Spanyol yang bernama Alvaro De Saavedra yang berlayar ke Mexico dan singgah di pesisir pantai Utara Papua pada tahun 1528 sehingga ia melihat Pasir Kuarsa bercampur Emas di Korido (sekarang: ibu Kota Supiori) lalu ia memberi nama Isla Del Oro (Island of Gold) atau Pulau Emas. Dari sinilah bangsa Inggris, Jerman dan Belanda membagi-bagi pulau ini menjadi tiga bagian melalui Perjanjian London Agustus 1828 di Ibu Kota Inggris. Klaim Belanda berdasarkan apa yang diklaim oleh Sultan Tidore melalui pemberian nama oleh Sultan
Tidore pada wilayah Taubati (sekarang menjadi suku Tobati di Jayapura) dan Marauke yang berarti Prajurit/Ksatria karena memiliki postur tubu yang tinggi (sekarang menjadi Merauke di bagian Selatan Papua). Berdasarkan hal ini, maka Indonesia pun mengklaim wilayah ini milik mereka walaupun Nederland Indies (sekarang Indonesia) dan Nederland New Guinea (sekarang Papua Barat) telah dipisahkan pada tanggal 7 Maret 1910. Dengan dasar ini sehingga bangsa Indonesia yang mengklaim bahwa seluruh bekas Hindia Belanda adalah daerah kekuasaannya.
Masa Penjajahan
Pada awal Pemerintahan Belanda di Papua semenjak tahun 1898 hingga sebelum kedatangan Jepang pada 19 April 1942 di teluk Humbolt kota Hollandia, tak seorang penduduk Pribumi Papua membentuk suatu gerakkan perlawanan anti Belanda serta tak seorang pun dibunuh sehingga terjalin kehidupan yang harmonis antara orang-orang Belanda dan Penduduk Pribumi Papua. Hal ini merupakan bukti nyata bahwa Bangsa Papua tidak pernah merasa dijajah oleh Belanda seperti di daerah Indonesia lainnya. Namun pada jaman penjajahan Jepang, banyak rakyat Pribumi Papua yang disiksa, dipotong tangannya serta dibunuh.
Akibat kekejaman ini, maka banyak rakyat Papua yang membantu tentara Sekutu Amerika ketika mendarat di Teluk Humbolt pada tanggal 22 April 1944 untuk mengusir Jepang, dibawah Komando Jenderal Douglas McArthur. Pemerintah Belanda yang ikut serta dalam Tentara Sekutu langsung membentuk suatu Pemerintahan dengan status Residen yang bertanggung jawab langsung kepada Mahkota Kerajaan Belanda.
Oleh karena itu, pada saat sidang Badan Panitia Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) menetapkan wilayah Indonesia terdiri dari 18 (delapan belas) Provinsi mulai dari Sumatra hingga ke Maluku. Selanjutnya BPUPKI yang dibentuk Jepang dengan nama Djokuritsu Jumbi Kosakai diubah menjadi PPKI (Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia) dan pada saat Pidato Soekarno di depan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) tanggal 15 Agustus 1945 mengatakan bahwa "Yang disebut Indonesia adalah pulau-pulau Sunda Besar (Jawa, Sumatra, Borneo, dan Celebes), Pulau-pulau Sunda Kecil yaitu Bali, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT), serta Maluku. Tetapi untuk keamanan Indonesia dari arah Pasifik, maka kita perlu menguasai Papua".
Hal ini juga sesuai dengan Sumpah Pemuda yang diucapkan pada tanggal 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda mulai dinyatakan oleh Bangsa Indonesia setelah menyadari bahwa mereka adalah orang-orang yang berasal dari keturunan India, yang mana nama Indonesia mulai diperkenalkan oleh seorang warga Negara Inggris yang bernama Logo. Ia menggantikan nama Nederland Indie menjadi Indonesia yang berasal dari kata Indo: India dan Nesos.

