logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

Beranda    Referensi    Dunia    Perancis    Sejarah Perancis

Penjara Bastille dan Sejarah Perancis

Oleh: AnneAhira.com Content Team
 

Alexander Dumas mendeskripsikan aksi perebutan penjara Bastille dengan sangat heroik. Tapi apakah sebenarnya Bastille itu? Sampai-sampai hari perebutannya dijadikan hari nasional Perancis.

Sejarah Perancis

Sebuah penjara

Bastille memang sebuah penjara. Pertama kali digunakan oleh Louis XIII sebagai penjara. Tapi, sebelumnya Bastille adalah sebuah benteng pertahanan Saint-Antoine yang dibangun pada 1370-1383 pada masa Perang Seratus Tahun. Benteng tersebut dibangun untuk mempertahankan Paris dari serangan Inggris.

Bentuknya dibangun persegi panjang yang tidak teratur dengan delapan menara. Panjangnya 70 meter, lebar 30 meter dengan menara dan dinding sepanjang 25 meter. Bastille dikelilingi parit yang luas. Aslinya terdapat dua halaman dan kamar yang menghadap ke dinding. Bastille hanya mampu menampung 50 orang. Kondisinya jauh lebih menyedihkan ketimbang penjara lain di Paris.

Bastille diisi oleh penjahat kelas atas, tahanan politik dan mata-mata. Pada masa itu berlaku bahwa perintah raja adalah perintah Tuhan. Makanya tak perlu pengadilan untuk menjebloskan orang ke sana. Selain itu juga, banyak rumor tentang kerahasiaan penghuni dan aktivitas di dalamnya sehingga menjadikan citra Bastille makin menyeramkan.

Penyerbuan

Kebijakan kerajaan yang sangat memaksa membuat rakyat menderita. Raja meminta pajak seenaknya, jual beli surat pengampunan dosa dilakukan oleh orang kaya dan bangsawan, orang miskin yang tidak mampu membelinya dijebloskan seenaknya ke penjara. Sementara, kaum Gereja memiliki hak-hak istimewa dan bertindak sewenang-wenang.

Singkatnya, pada saat itu Bastille menjadi simbol kekejaman kerajaan dan kaum Gereja. Itulah sebabnya rakyat yang tidak tahan terhadap penderitaan menyerbu Bastille.

Ketika memasuki Bastille, para pejuang menjarah persediaan peluru dan mesiu untuk senjata. Kemudian membebaskan tujuh tahanan penting. Gubernur dan beberapa penjaga dibunuh dengan sadis. Walaupun para penjaga sudah menyerah, kepala mereka ditombak dan diarak keliling kota.

Kemenangan para pejuang didukung oleh sebagian besar tentara Perancis, itulah yang membuat penyerbuan itu berjalan mulus. Simbol kekejaman diruntuhkan dengan kekejaman yang sama.

Hari Nasional

Tanggal 14 Juli 1789 adalah hari penyerbuan itu. Hari itu menjadi tonggak berkobarnya revolusi Perancis yang meruntuhkan sistem monarki di Perancis. Louis XVI menuliskan dalam buku hariannya Rien yang berarti “Tidak” karena setelah penyerbuan berakhir dia berakhir juga bersama istrinya yang boros Marie Antoinette.

Mereka dipancung di bawah pisau guillotine, pisau yang sama yang menjadi simbol kekejaman kerajaan. Perancis tak punya hari kemerdekaan, tapi hari nasional mereka adalah hari terjadinya penyerbuan tersebut, yaitu 14 Juli.

 

Beri rating untuk artikel di atas
Tolong SHARE
halaman ini

facebook

Twitter

Linkedin
Google +1
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Sejarah Tempat Wisata di Prancis
  • Sistem Pemerintahan Prancis: Republik Semi Parlementer
  • Mengenal Perancis, Negara Eksotik Impian
  • Mengenal Bahasa Prancis
  • Bahan Dasar dan Citarasa Unik Makanan Khas Prancis
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA