logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Sejarah Islam

Sejarah Perkembangan Agama Islam di Wilayah Nusantara


Ilustrasi sejarah perkembangan agama islam

Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa agama Islam merupakan sebuah fenomena menarik dalam hal keagamaan. Hal ini disebabkan oleh keberadaannya sebagai agama terbesar dan terluas yang dianut oleh mayoritas masyarakat di dunia.

Selain itu, penyebaran agama Islam pun menjadi bukti bahwa kebudayaan tidak akan mungkin menghasilkan berbagai peradaban di dunia tanpa adanya sejarah perkembangan Islam.

Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak sejarawan dan budayawan yang melakukan berbagai penelitian bersejarah untuk mengetahui perkembangan agama tersebut dari masa ke masa hingga akhirnya bisa menempati posisi tertinggi yang mendapat penganut terbanyak dari sekian banyak agama dan kepercayaan yang ada di dunia.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas berbagai sejarah perkembangan agama Islam yang ada di negara kita, yakni Indonesia karena Indonesia termasuk ke dalam negara penganut Islam terbesar di dunia selain negara di bagian Timur Tengah.

Sejarah Perkembangan Agama Islam di Indonesia

Agama Islam di Indonesia kebanyakan ditemui di daerah Sumatera dan Jawa. Hal ini disebabkan oleh penyebaran agama Islam yang pada awalnya terpusat di kedua wilayah tersebut.

Hal tersebut membuat agama Islam tersebar luas di seluruh wilayah Nusantara, meskipun penyebarannya sangat sulit dilakukan karena medan geografis yang menjadi kendala para kader penyebar agama tersebut harus rela melintasi pulau demi pulau untuk bisa menyebarkan ajaran agama Islam.

Sejarah Perkembangan Agama Islam di Jawa Barat

Ilmu sejarah terus berkembang berdasarkan penemuan-penemuan fakta baru yang memberikan penjelasan baru. Begitu pula dengan sejarah perkembangan agama Islam di Jawa Barat. Islam di Jawa Barat berkembang sejak Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7.

Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 adalah pendapat dari teori Makkah. Teori ini dipelopori oleh Hamka atas koreksi dan kritik terhadap teori Gujarat. Menurut Hamka, Islam masuk ke Nusantara bukan pada abad ke-13 seperti yang dijelaskan teori Guajarat, melainkan masuk pada abad ke-7.

Analisis ini berbeda dengan para sejarawan Barat atau orientalis. Hamka menolak pendapat teori Gujarat karena pada abad ke-13 telah berdiri kekuasaan politik Islam di Nusantara. Islam masuk ke Nusantara melalui perniagaan yang dilakukan bangsa Arab sekitar abad ke-2.

Para ahli sejarah tidak memiliki bukti yang akurat mengenai awal penyebaran Islam di Jawa Barat. Namun, informasi perluasan atau perkembangan Islam di Jawa Barat lebih banyak dikisahkan melalui sejarah Cirebon dan Sunda Kalapa.

Cirebon dan Banten merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Kerajaan Pajajaran masih menganut ajaran Hindu. Kehadiran Sunan Gunung Jati di Cirebon perlahan mengubah agama dan kebudayaan masyarakat yang menganut ajaran Hindu.

Pengaruh Sunan Gunung Jati dalam Sejarah Perkembangan Agama Islam di Jawa Barat

Sunan Gunung Jati adalah penyebar ajaran Islam di Jawa Barat. Nama beliau adalah Syarif Hidayatullah. Berdasarkan versi Carita Purwaka Caruban Nagari, Syarif Hidayatullah termasuk keturunan Sultan Mahmud dari Mesir.

Selain itu, Sultan Mahmud masih keturunan Nabi Muhammad saw sehingga Sunan Gunung Jati merupakan keturunan ke-22. Jika dihitung masa hidup Nabi sampai Sunan Gunung Jati, jarak waktunya adalah sekitar 800 tahun. Jadi, setiap generasi berjangka waktu 36 tahun.

Sebagai seorang keturunan sultan, Syarif Hidayatullah berhak menggantikan kedudukan ayahnya. Namun, Syarif Hidayatullah lebih memilih menjadi mubaligh. Tempat yang dipilihnya adalah Tanah Jawa, khususnya Tatar Sunda. Daerah ini dipilih karena merupakan tanah leluhur ibunya.

Saat Sunan Gunung Jati tiba di Indonesia, beliau datang ke Banten. Di Banten, Islam telah berkembang. Perkembangan Islam di Banten adalah hasil dakwah Sunan Ampel. Kemudian, Sunan Gunung Jati berguru kepada Sunan Ampel. Selanjutnya, pada 1470, beliau ditugasi Sunan Ampel untuk mengembangkan Islam di Cirebon. Usia Sunan Gunung Jati saat itu menginjak 22 tahun.

Di Cirebon inilah Syarif Hidayatullah mendapat gelar Syekh Jati atau Maulana Jati. Adapun gelar Sunan atau susuhunan diperoleh sembilan tahun kemudian.

Saat itu, beliau diangkat menjadi Tumenggung di Cirebon. Selain itu, Sunan Gunung Jati mengemban amanah sebagai khalifah selama 47 tahun. Kemudian, jabatan ini diserahkan kepada putranya, Pangeran Pasarean, pada 1526.

Penyebaran agama Islam di Tanah Sunda terus dikembangkan Sunan Gunung Jati setelah menyerahkan kekuasaan kepada putranya. Perjuangan penyebaran ajaran Islam ini masih terus dilanjutkan hingga akhir hayatnya. Beliau meninggal pada 1568 dan dimakamkan di Pasir Jati, Bukit Sembung, Cirebon.

Sejarah Perkembangan Agama Islam di Kalimantan

Agama Islam juga masuk ke wilayah Borneo atau Pulau Kalimantan melalui jalur perdagangan yang pada zaman dahulu dikuasai oleh kerajaan  Malaka. Kerajaan tersebut adalah salah satu kerajaan Islam yang pernah hidup di Pulau Kalimantan.

Para penyebar agama Islam yang menyebarkan agama Islam di Kalimantan bermata pencaharian sebagai pedagang sehingga jalur perdagangan hampir semuanya dikuasai oleh pedagang beragama Islam.

Para penyebar agama Islam tersebut kebanyakan berasal dari Pulau Jawa karena Jawalah tempat pertama yang menjadikan agama Islam sebagai suatu ajaran untuk menjalani kehidupan agar lebih baik lagi.

Lantas muncullah kerajaan Islam Banjar yang sangat berpengaruh terhadap penyebaran agama Islam di Pulau Kalimantan tersebut.

Sejarah Perkembangan Agama Islam di Sulawesi

Penyebaran agama Islam di Pulau Sulawesi memang belum menemukan titik kepastian karena hingga kini, jumlah pemeluk agama Islam di daerah tersebut lebih sedikit jika dibandingkan dengan penganut agama Islam di daerah yang lain, seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Sementara itu, kerajaan Islam pertama yang berdiri di Pulau ini adalah kerajaan Goa-Talo yang pusat pemerintahannya terletak di kota Makasar.

Pengaruh terbesar yang memengaruhi masyarakat Sulawesi untuk memeluk agama Islam adalah karena Raja Goa Sultan Al Awwal dan wakilnya, Karaeng Matopa menganut ajaran agama Islam sehingga banyak masyarakat Sulawesi yang mengikuti keyakinan keduanya untuk memeluk agama Islam.

Adapun tokoh Islam yang berhasil menyebarkan agama Islam di wilayah Pulau Sulawesi adalah Datuk Ribandang, Khatib Tunggal, dan tokoh lain yang berasal dari Pulau Sumatera.

Sejarah Perkembangan Agama Islam di Maluku dan Papua

Kepulauan Maluku merupakan tempat pertama yang didatangi oleh para penyebar agama Islam di Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya sumber daya alam yang dimiliki wilayah tersebut sehingga banyak para saudagar yang berniat untuk berdakwah di tempat ini.

Kerajaan pertama yang berhasil dimasuki oleh para penyebar agama Islam adalah kerajaan Ternate dan kerajaan Tidore. Tidak heran jika kedua kerajaan tersebut sangat popular di kalangan masyarakat Islam.

Oleh sebab itu pula maka para penjajah Portugis tidak berhasil mendoktrin masyarkat di kerajaan ini untuk menganut agama dan kepercayaan lain selain agama Islam.

Lantas, seiring berjelannya waktu, perkembnagan agama Islam di Maluku kemudian menyebar sehingga sampai ke wilayah Papua. Meskipun wilayah Papua sangat sulit untuk dimasuki berbagai aliran agama, kepercayaan, dan pengetahuan, namun Islam mampu membuat sebagian kecil masyarakatnya menganut agama Islam.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan agama Islam di Indonesia berawal dari para saudagar yang berasal dari wilayah Jawa dan Sumatera yang hendak menyebarkan agama Islam melalui jalur perdagangan.

Selanjutnya, agama Islam disebarkan tidak hanya dengan cara berdagang saja. Tapi juga dengan cara lain yang bisa diterima oleh setiap masyarakat yang ada di wilayah kepulauan Nusantara.

Misalnya saja dengan cara mengenalkan beragam seni, seperti seni pewayangan, seni kaligrafi, dan seni lainnya yang sejalan dengan ajaran agama Islam.

Ilustrasi sejarah perkembangan

agama islam
Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa agama Islam merupakan sebuah fenomena menarik

dalam hal keagamaan. Hal ini disebabkan oleh keberadaannya sebagai agama terbesar dan

terluas yang dianut oleh mayoritas masyarakat di dunia.

Selain itu, penyebaran agama Islam pun menjadi bukti bahwa kebudayaan tidak akan mungkin

menghasilkan berbagai peradaban di dunia tanpa adanya sejarah perkembangan Islam.

Oleh sebab itu, tidak heran jika banyak sejarawan dan budayawan yang melakukan berbagai

penelitian bersejarah untuk mengetahui perkembangan agama tersebut dari masa ke masa

hingga akhirnya bisa menempati posisi tertinggi yang mendapat penganut terbanyak dari

sekian banyak agama dan kepercayaan yang ada di dunia.

Pada pembahasan kali ini, kita akan membahas berbagai sejarah perkembangan agama Islam

yang ada di negara kita, yakni Indonesia karena Indonesia termasuk ke dalam negara

penganut Islam terbesar di dunia selain negara di bagian Timur Tengah.

Sejarah Perkembangan Agama Islam di Indonesia

Agama Islam di Indonesia kebanyakan ditemui di daerah Sumatera dan Jawa. Hal ini

disebabkan oleh penyebaran agama Islam yang pada awalnya terpusat di kedua wilayah

tersebut.

Hal tersebut membuat agama Islam tersebar luas di seluruh wilayah Nusantara, meskipun

penyebarannya sangat sulit dilakukan karena medan geografis yang menjadi kendala para

kader penyebar agama tersebut harus rela melintasi pulau demi pulau untuk bisa menyebarkan

ajaran agama Islam.

Sejarah Perkembangan Agama Islam di Jawa Barat

Ilmu sejarah terus berkembang berdasarkan penemuan-penemuan fakta baru yang memberikan

penjelasan baru. Begitu pula dengan sejarah perkembangan agama Islam di Jawa

Barat. Islam di Jawa Barat berkembang sejak Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7.

Islam masuk ke Nusantara pada abad ke-7 adalah pendapat dari teori Makkah. Teori ini

dipelopori oleh Hamka atas koreksi dan kritik terhadap teori Gujarat. Menurut Hamka, Islam

masuk ke Nusantara bukan pada abad ke-13 seperti yang dijelaskan teori Guajarat, melainkan

masuk pada abad ke-7.

Analisis ini berbeda dengan para sejarawan Barat atau orientalis. Hamka menolak pendapat

teori Gujarat karena pada abad ke-13 telah berdiri kekuasaan politik Islam di Nusantara.

Islam masuk ke Nusantara melalui perniagaan yang dilakukan bangsa Arab sekitar abad ke-2.

Para ahli sejarah tidak memiliki bukti yang akurat mengenai awal penyebaran Islam di Jawa

Barat. Namun, informasi perluasan atau perkembangan Islam di Jawa Barat lebih banyak

dikisahkan melalui sejarah Cirebon dan Sunda Kalapa.

Cirebon dan Banten merupakan bagian dari wilayah kekuasaan Kerajaan Pajajaran. Kerajaan

Pajajaran masih menganut ajaran Hindu. Kehadiran Sunan Gunung Jati di Cirebon perlahan

mengubah agama dan kebudayaan masyarakat yang menganut ajaran Hindu.

Pengaruh Sunan Gunung Jati dalam Sejarah Perkembangan Agama Islam di Jawa Barat

Sunan Gunung Jati adalah penyebar ajaran Islam di Jawa Barat. Nama beliau adalah Syarif

Hidayatullah. Berdasarkan versi Carita Purwaka Caruban Nagari, Syarif Hidayatullah

termasuk keturunan Sultan Mahmud dari Mesir.

Selain itu, Sultan Mahmud masih keturunan Nabi Muhammad saw sehingga Sunan Gunung Jati

merupakan keturunan ke-22. Jika dihitung masa hidup Nabi sampai Sunan Gunung Jati, jarak

waktunya adalah sekitar 800 tahun. Jadi, setiap generasi berjangka waktu 36 tahun.

Sebagai seorang keturunan sultan, Syarif Hidayatullah berhak menggantikan kedudukan

ayahnya. Namun, Syarif Hidayatullah lebih memilih menjadi mubaligh. Tempat yang dipilihnya

adalah Tanah Jawa, khususnya Tatar Sunda. Daerah ini dipilih karena merupakan tanah

leluhur ibunya.

Saat Sunan Gunung Jati tiba di Indonesia, beliau datang ke Banten. Di Banten, Islam telah

berkembang. Perkembangan Islam di Banten adalah hasil dakwah Sunan Ampel. Kemudian, Sunan

Gunung Jati berguru kepada Sunan Ampel. Selanjutnya, pada 1470, beliau ditugasi Sunan

Ampel untuk mengembangkan Islam di Cirebon. Usia Sunan Gunung Jati saat itu menginjak 22

tahun.

Di Cirebon inilah Syarif Hidayatullah mendapat gelar Syekh Jati atau Maulana Jati. Adapun

gelar Sunan atau susuhunan diperoleh sembilan tahun kemudian.

Saat itu, beliau diangkat menjadi Tumenggung di Cirebon. Selain itu, Sunan Gunung Jati

mengemban amanah sebagai khalifah selama 47 tahun. Kemudian, jabatan ini diserahkan kepada

putranya, Pangeran Pasarean, pada 1526.

Penyebaran agama Islam di Tanah Sunda terus dikembangkan Sunan Gunung Jati setelah

menyerahkan kekuasaan kepada putranya. Perjuangan penyebaran ajaran Islam ini masih terus

dilanjutkan hingga akhir hayatnya. Beliau meninggal pada 1568 dan dimakamkan di Pasir

Jati, Bukit Sembung, Cirebon.

Sejarah Perkembangan Agama Islam di Kalimantan

Agama Islam juga masuk ke wilayah Borneo atau Pulau Kalimantan melalui jalur perdagangan

yang pada zaman dahulu dikuasai oleh kerajaan  Malaka. Kerajaan tersebut adalah salah satu

kerajaan Islam yang pernah hidup di Pulau Kalimantan.

Para penyebar agama Islam yang menyebarkan agama Islam di Kalimantan bermata pencaharian

sebagai pedagang sehingga jalur perdagangan hampir semuanya dikuasai oleh pedagang

beragama Islam.


Para penyebar agama Islam tersebut kebanyakan berasal dari Pulau Jawa karena Jawalah

tempat pertama yang menjadikan agama Islam sebagai suatu ajaran untuk menjalani kehidupan

agar lebih baik lagi.

Lantas muncullah kerajaan Islam Banjar yang sangat berpengaruh terhadap penyebaran agama

Islam di Pulau Kalimantan tersebut.

Sejarah Perkembangan Agama Islam di Sulawesi

Penyebaran agama Islam di Pulau Sulawesi memang belum menemukan titik kepastian karena

hingga kini, jumlah pemeluk agama Islam di daerah tersebut lebih sedikit jika dibandingkan

dengan penganut agama Islam di daerah yang lain, seperti Sumatera, Jawa, dan Kalimantan.

Sementara itu, kerajaan Islam pertama yang berdiri di Pulau ini adalah kerajaan Goa-Talo

yang pusat pemerintahannya terletak di kota Makasar.

Pengaruh terbesar yang memengaruhi masyarakat Sulawesi untuk memeluk agama Islam adalah

karena Raja Goa Sultan Al Awwal dan wakilnya, Karaeng Matopa menganut ajaran agama Islam

sehingga banyak masyarakat Sulawesi yang mengikuti keyakinan keduanya untuk memeluk agama

Islam.

Adapun tokoh Islam yang berhasil menyebarkan agama Islam di wilayah Pulau Sulawesi adalah

Datuk Ribandang, Khatib Tunggal, dan tokoh lain yang berasal dari Pulau Sumatera.

Sejarah Perkembangan Agama Islam di Maluku dan Papua

Kepulauan Maluku merupakan tempat pertama yang didatangi oleh para penyebar agama Islam di

Indonesia. Hal tersebut disebabkan oleh tingginya sumber daya alam yang dimiliki wilayah

tersebut sehingga banyak para saudagar yang berniat untuk berdakwah di tempat ini.

Kerajaan pertama yang berhasil dimasuki oleh para penyebar agama Islam adalah kerajaan

Ternate dan kerajaan Tidore. Tidak heran jika kedua kerajaan tersebut sangat popular di

kalangan masyarakat Islam.

Oleh sebab itu pula maka para penjajah Portugis tidak berhasil mendoktrin masyarkat di

kerajaan ini untuk menganut agama dan kepercayaan lain selain agama Islam.

Lantas, seiring berjelannya waktu, perkembnagan agama Islam di Maluku kemudian menyebar

sehingga sampai ke wilayah Papua. Meskipun wilayah Papua sangat sulit untuk dimasuki

berbagai aliran agama, kepercayaan, dan pengetahuan, namun Islam mampu membuat sebagian

kecil masyarakatnya menganut agama Islam.

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa perkembangan agama Islam di Indonesia

berawal dari para saudagar yang berasal dari wilayah Jawa dan Sumatera yang hendak

menyebarkan agama Islam melalui jalur perdagangan.

Selanjutnya, agama Islam disebarkan tidak hanya dengan cara berdagang saja. Tapi juga

dengan cara lain yang bisa diterima oleh setiap masyarakat yang ada di wilayah kepulauan

Nusantara.

Misalnya saja dengan cara mengenalkan beragam seni, seperti seni pewayangan, seni

kaligrafi, dan seni lainnya yang sejalan dengan ajaran agama Islam.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Peta Penyebaran Islam di Indonesia
  • Sejarah Islam dan Perkembangannya
  • Perkembangan Islam di Afrika - Perjuangan Benua Hitam Memelajari Islam
  • Mekah dan Kisah Kejayaan Umat Islam
  • Senarai Sastra Peninggalan Sejarah Islam di Indonesia
  • Sejarah Intelektual Islam
  • Makna Tahun Baru Hijriyah
  • Teori dan Bukti Sejarah Islam Masuk Indonesia
  • Arab Islam - Transformasi Bangsa Arab Melalui Islam
  • Wasiat Muhammad Tentang Khalifah Islam
  • Memaknai Kilas Sejarah Dakwah Rasulullah
  • Perkembangan Islam di Benua Eropa - Kondisi Islam di Austria
  • Bagaimana Sejarah Islam di Nusantara?
  • Pengaruh Penyebaran Agama Islam di Indonesia terhadap Sastra Lama
  • Firaun - Kezaliman Penguasa di Zaman Musa
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA