logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Dunia    Indonesia    Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Tahukah Anda sejarah perkembangan bahasa Indonesia? Sejarah perkembangan bahasa Indoenesia memiliki cerita yang panjang. Bangsa Indonesia patut bersyukur karena memiliki bahasa persatuan, yakni bahasa Indonesia. India, Filipina, bahkan Cina sekalipun sampai hari ini masih berdebat soal bahasa kebangsaan yang akan mereka pakai.

Sejarah Perkembangan bahasa Indonesia bukan lahir tercipta begitu saja dan tiba-tiba ada, tidak! Bahasa ini harus melewati serangkaian alur sejarah yang kompleks, njelimet. Bahasa Indonesia terus tergerus di antara bahasa daerah, bahasa gaul, dan bahasa SMS.

Sejarah perkembangan bahasa Indonesia berawal dari bahasa Melayu. Kita tahu, sumber utama bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. Lantas, mengapa bukan bahasa Melayu yang dipakai sehari-hari? Sebab, bahasa Melayu adalah bahasa daerah, bukan bahasa pemersatu. Oleh karena itu, ia tidak digunakan.

Bisa dipastikan dari Sabang sampai Merauke, dari Timor sampai Pulau Rote sudah banyak orang yang sudah menggunakan bahasa Indonesia sebagai penghubung percakapan sehari-hari, walaupun aksennya masih dialek daerah setempat. Hal ini adalah bagian dari sejarah perkembangan bahasa Indonesia. Dalam sejarah keindonesiaan, bahasa Melayu dan bahasa daerah dari berbagai suku di antero nusantara banyak mempengaruhi pertumbuhan dan sejarah perkembangan bahasa Indonesia.

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia
 

Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi Republik Indonesia dan bahasa persatuan bangsa Indonesia. Penggunaan bahasa Indonesia diresmikan setelah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia bersamaan dengan diberlakukannya konstitusi. Di Timor Leste, status bahasa Indonesia adalah sebagai bahasa kerja. Inilah awal dimulainya sejarah perkembangan bahasa Indonesia.

Dilihat dari sudut pandang linguistik, bahasa Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak ragam bahasa Melayu dan dasar yang gunakan adalah bahasa Melayu Riau di abad ke -19. Dalam sejarah perkembangan bahasa Indonesia, bahasa ini mengalami perubahan karena digunakan sebagai bahasa kerja di lingkungan administrasi colonial dan juga beberapa proses pembakuan pada awal abad ke-20.

Pemberian nama bahasa Indonesia dimulai sejak disetuskannya Sumpah Pemuda. Tujuannya adalah untuk menghindari kesan imperialisme bahasa jika nama bahasa Melayu tetap dipakai. Saat itu, perkumpulan pergerakan pemuda Indonesia mengangkat bahasa Melayu sebagai bahasa Indonesia yang dicetuskan dalam Sumpah Pemuda, 28 Oktober 1928. Tujuh belas tahun kemudian, saat Indonesia Merdeka, disebutkan pula dalam UUD 1945: “Bahasa Negara Adalah Bahasa Indonesia” (Bab XV, Pasal 36). Momen ini adalah sejarah perkembangan bahasa Indonesia yang tak terlupakan.

Sampai saat ini, bahasa Indonesia merupakan bahasa yang dinamis, terus menciptakan kata-kata baru, baik dengan cara penciptaan ataupun penyerapan dari bahasa daerah dan bahasa asing. Bagi sebagian besar penuturnya, bahasa Indonesia bukanlah bahasa ibu karena sebagian besar penduduk Indonesia memakai salah satu dari 748 bahasa yang ada di Indonesia sebagai bahasa ibu. Namun, penggunaan bahasa Indonesia sangat luas, seperti di perguruan-perguruan tinggi, media massa, dan lain-lain. Ini artinya bahasa Indonesia digunakan oleh semua rakyat Indonesia dan juga tidak terlepas dari sejarah perkembangan bahasa Indonesia itu sendiri.

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia: Peran dan Fungsi Bahasa

Bahasa memiliki banyak peran dan fungsi, berikut di antaranya

  • Sebagai alat berpikir, bernalar, merasa, berkomunikasi, dan bertindak.  
  • Sebagai alat untuk mengerti dan memahami suatu hal. Walaupun, sebuah kata tidak serta-merta menunjukkan arti. Misalnya pada kata "bisa"  yang berarti  sanggup, mampu, boleh, dapat, harus, dan kata "bisa" di lain hal digunakan untuk menunjukkan bisa racun.  
  • Sebagai alat pendorong terciptanya budaya dan peradaban. Transformasi nilai-nilai kebudayaan disampaikan melalui bahasa.
  • Sebagai simbol atau lambang.

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia: Perubahan Bahasa Indonesia

Sejarah perkembangan bahasa Indonesia juga pernah mancatat perubahan yang terjadi dalam bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia mengalami banyak perubahan karena orang menggunakan bahasa campuran dalam berinteraksi. Apalagi, sebagian besar masyarakat Indonesia adalah pengguna bahasa Inggris pasif. Parahnya, kadang bahasa Inggris serta-merta diterapkan begitu saja tanpa dipikir terlebih dahulu. Contoh kecil, pada saat kita masuk ke mall atau ke pusat-pusat perbelanjaan, di pintu masuk tertulis in lalu di pintu keluar tertulis out. Artinya, "dalam" dan "luar". Padahal, mungkin yang dimaksud adalah ke dalam atau tempat masuk (entry) dan keluar (exit). Memang, sebuah bahasa terkadang tidak menggunakan kaidah yang baik dan benar, tetapi lebih penting di atas semua itu adalah ketika seseorang berkomunikasi, sebuah maksud tercapai atau tidak, itu saja.

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia: Bahasa Gaul

Mengapa kalau ada bahasa yang rusak, remaja selalu disalahkan? Bukankah akhirnya iklan juga banyak menggunakan bahasa remaja? Bahasa gaul terkadang dipakai di media massa online, offline, koran, televisi, bahkan media umum. Bahasa gaul (prokem, slengean) juga kerap dituduh sebagai perusak bahasa Indonesia. Perubahan ini adalah bagian dari sejarah perkembangan bahasa Indonesia yang negatif.

Sekitar tahun 2002, artis Debby Sahertian memberanikan diri menerbitkan kamus kecil berisi daftar istilah yang biasa dipakai oleh remaja, biasa juga disebut dengan Kamus Bahasa Gaul, buku tipis ini terjual laris manis. Kamus ini pun adalah bagian dari sejarah perkembangan bahasa Indonesia.

Apakah bahasa gaul memengaruhi sejarah perkembangan bahasa Indonesia? Apa perlunya sih bahasa gaul dan belajar gaul? Semua bergantung kepada keperluan masing-masing. Seorang pengajar (mentor) mungkin perlu sedikit mengetahui bahasa gaul sebagai selingan untuk mengajak berbicara anak didiknya yang remaja. Sebab, dunia remaja sangat unik, penuh tawa, dan kekonyolan.

Tetapi, bahasa gaul boleh dipelajari asal jangan mirip banci, kebanci-bancian. Tidak dipungkiri kaum banci di Indonesia turut menciptakan tren bahasa, gaya, bahkan acara-acara tv hampir rata-rata memakai tokoh banci. Mengapa? Karena banci dianggap lucu, hina, dan bisa jadi bahan ledekan. Padahal, belum tentu banci atau bencong mau diperlakukan seperti itu.

Sejarah Perkembangan Bahasa Indonesia: Apa itu Bahasa SMS?

Era bahasa gaul mungkin akan tergerus oleh revolusi bahasa SMS. Lantaran sudah terlalu sering menulis dengan gaya bahasa SMS, dalam surat elektronik (email) pun kita terbiasa meringkas, memendekkan kalimat, bahkan cenderung mengabaikan tanda baca dan huruf kapital. Sama seperti bahasa gaul, bahasa SMS pun bagian dari sejarah perkembangan bahasa Indonesia.

Di inbox ponsel sering kita temukan kata atau kalimat seperti Titi DJ (hati-hati di jalan), Titi Kamal (hati-hati karena sudah malam), ternak teri (anter anak istri), Dedi Dores (dengan diiringi doa restu), bahkan lafaz Allah ditulis dengan 4jjj, atau assalamualaikum dengan ass, s4 (sempat), sex (sekali), gpp (gak apa-apa, tidak apa-apa), rmh (rumah), skrg (sekarang), kpn (kapan), blm (belum), mkn (makan), dmn (di mana), mhn (mohon), tlg (tolong), udh (udah-sudah), skt (sakit), mlm (malam), slmt (selamat), kbr (kabar), dan teramat banyak lagi yang belum tersebutkan. Perubahan kata-kata ini bisa dikatakan sebagai serba-serbi sejarah perkembangan bahasa Indonesia di zaman ini.

Kepanjangan SMS dalam bahasa Inggris (Short Message Service). Kemudian, ditransliterasikan ke dalam bahasa Indonesia menjadi Surat Menyurat Singkat atau Surat Melalui Selular (SMS). Sebagian orang memang suka menulis singkat-singkat, sebagian lagi malah panjang-panjang. Anehnya, jika ada yang menulis menggunakan huruf kapital dalam SMS berarti bernada marah, padahal belum tentu demikian adanya.

Apa pun bisa terjadi di tengah perkembangan mutakhir bahasa Indonesia. Bahkan, bukan mustahil bahasa Indonesia menjadi bahasa internasional. Mengingat struktur dan pembacaan bahasa Indonesia yang sangat sederhana. Sekali lagi, semua itu bergantung dari sejarah perkembangan bahasa Indonesia itu sendiri. 

Ayo, kita dukung bahasa Indonesia yang baik, santun, dan benar!

 

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Apa yang Harus Dilakukan Negara Indonesia Untuk Maju
  • Sarcosuchus: Buaya Terbesar yang Pernah Hidup di Bumi
  • Indonesian, Dari Sabang Sampai Merauke
  • Petualangan Tak Terlupakan di Pulau Lingga
  • Sudah Efektifkah Anggaran Belanja Daerah?
  • Indonesia dan Pembajakan
  • Sejarah Bahasa Indonesia Kita
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA