logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Komunikasi    Sejarah Public Relations

Sejarah Public Relations

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Apa itu Publik Relatios atau yang lebih familiar dengan sebutan PR? Tahukah Anda sejarah publik relations?

Public relations, atau yang dikenal juga dengan istilah humas, mejadi salah satu bidang terpopuler di dunia bisnis saat ini. Intinya, tugas utama seorang public relations adalah menciptakan saling pengertian dan hubungan yang baik antara perusahaan atau individu yang ia wakili dengan para stakeholder (pihak-pihak yang berkepentingan di sekitarnya, seperti pemilik saham, media, konsumen, dal lain-lain).

Sebuah program public relations dikatakan berhasil jika dapat menaikkan reputasi kliennya di mata masyarakat. Itulah yang membedakan public relations dengan pemasaran. Ia tidak menjual produk atau jasa apapun.

Perbedaan public relations dengan periklanan adalah ia tidak mengeluarkan biaya untuk pemasangan space di media. Meskipun demikian, public relations dalam menjalankan perkerjaan sehari-hari sering bersinggungan dengan pihak pemasaran dan periklanan. Lagi pula, reputasi yang baik juga dapat berdampak pada peningkatan profit.

Sejarah Publik Relations

Bentuk public relations sudah bisa ditelusuri dari zaman Perang Dunia I (1914-1918), dalam propaganda Jerman yang ditujukan untuk menyerang Amerika. Kampanye dengan cara penyebaran leaflet ini hendak mendiskreditkan warga Amerika yang dicap materialistis, sekaligus menaikkan reputasi Jeman.

Pihak Amerika dan sekutu tentu tidak diam saja. Mereka juga membalas dengan propaganda serupa. Duel kampanye antara Jerman dan pihak sekutu untuk mempengaruhi opini publik ini bisa dibilang merupakan bentuk public relations paling awal.

Public relations tidak bisa dianggap enteng. Pemerintah Amerika pada masa perang sampai membentuk Komite Informasi Publik untuk menangani reputasi negara dan opini publik. Setelah Perang Dunia usai dan dunia mulai menata hidupnya kembali, industri dan berbagai bisnis pun berkembang hingga awal abad 20.

Isu-isu yang kemudian berkembang di masyarakat adalah terkait eksploitasi tenaga kerja, kualitas produk massal, isu pencemaran lingkungan, dan lain-lain. Pihak-pihak korporat kerap seperti menjadi ‘musuh’ masyarakat.

Menyadari keresahan yang beredar di masyarakat, para pemilik modal kemudian menyadari perlunya semacam ‘jembatan’ yang bisa memperbaiki hubungan dengan publik dan memunculkan saling pengertian.

Tentunya, tidak tenang menjalani bisnis dengan reputasi buruk dan kerap dicela oleh masyarakat. Dari sinilah, profesi public relations terus berkembang hingga kini menjadi sebuah ilmu tersendiri yang dipelajari di bangku kuliah.

Bahkan, pada 1939, public relations menjadi ‘bintang’ di industri jasa asuransi. Ketika itu, Temporary National Economic Committee di Amerika menyarankan agar strategi public relations dipakai dalam bisnis asuransi jiwa. Ide itu diterima dan dijalankan dengan baik oleh para pelaku bisnis dan ternyata memberi dampak yang sangat memuaskan.

Peran public relations makin lama, makin besar. Pebisnis mulai menyadari pentingnya citra bahwa bisnis tidak melulu soal produksi barang atau jasa dan penjualan. Public relations meluas ke berbagai sektor. Tidak hanya bisnis, jasa public relations juga digunakan oleh politisi, institusi sosial, pendidikan, dunia hiburan, maupun lembaga pemerintah.

Salah satu pionir public relations adalah Ivy L. Lee, yang bekerja untuk pebisnis besar John D. Rockefeller. Selain Ivy yang bekerja sebagai praktisi, ada juga akademisi Edward L. Bernays yang mengembangkan bidang keilmuan Public Relations dan mengkolaborasikan teknik-tekniknya dengan psikologi dan ilmu sosial lainnya.

Saat ini, ada perusahaan yang memiliki staf atau divisi khusus public relations sendiri dalam organisasinya, tetapi banyak juga yang memakai jasa biro-biro public relations. Di Amerika sendiri, diperkirakan pekerja bidang public relations telah mencapai lebih dari 120.000 orang.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Jurnalistik Investigasi, Berbahayakah?
  • Pengantar Ilmu Komunikasi: Gerbang Menuju Pemahaman Komunikasi
  • Radio Komunikasi Lebih Mengasyikan dari TV
  • Sejarah Perkembangan Jurnalistik
  • Etika Humas: Pertarungan Kejujuran dan Kebohongan
  • Mengenal Dasar Jurnalistik Adalah Penting
  • Perkembangan Teknologi Komunikasi
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA