Sejarah Rokok Kretek
Ilustrasi sejarah rokok
Sejarah rokok, menurut beberapa babad yang beredar di Jawa, sudah dikenal sejak zaman Roro Mendut. Alkisah, ada seorang putri asal Pati, Jawa Tengah, yang merupakan istri Tumenggung Wiroguno, salah satu panglima perang Sultan Agung, menjual rokok yang berbungkus daun jagung kering. Rokok ini dikenal dengan sebutan rokok klobot.
Berdasarkan riset Petrus Josephus Zoetmulder, seorang budayawan dan pakar sastra Jawa, dalam buku Kretek Jawa; Gaya Hidup Lintas Budaya (2011) karangan Rudy Badil, di dalam kitab-kitab lama ada kata udud. Udud sendiri merupakan kata dasar Bahasa Jawa yang artinya rokok. Jika benar, itu artinya sejarah rokok sudah ada sejak dulu dan sudah “dinikmati” masyarakat Jawa sejak lama.
Indonesia mengenal rokok kretek, di samping rokok jenis filter, mild, dan rokok putih. Ada beberapa varian rokok kretek atau rokok tanpa filter, yaitu rokok cerutu, klobot , dan rokok kretek. Perbedaannya terletak pada pembungkus dari masing-masing varian tadi.
Cerutu menggunakan pembungkus dari tembakau, klobot menggunakan pembungkus dari daun jagung kering, dan kretek menggunakan pembungkus dari kertas. Lalu, bagaimana kisah sejarah rokok kretek di Indonesia?
Siapa Pencetus Sejarah Rokok Kretek?
Cengkeh merupakan bahan khas rokok kretek asli tanaman Indonesia. Tanaman yang punya nama latin Eugenia aromaticum ini berbentuk tangkai bunga kering beraroma dari pohon Myrtaceae. Selain sebagai bahan campuran kretek, cengkeh dimanfaatkan untuk bumbu masakan pedas.
Kota yang diakui sebagai pencetus sejarah rokok kretek adalah Kudus. Penemuan kretek dilakukan secara tidak sengaja oleh Haji Djamari pada akhir abad ke-19.
Syahdan, penduduk Kudus saat itu merasakan sakit di bagian dada. Lalu, Haji Djamari mengoleskan minyak cengkeh racikannya. Tak disangka, ramuan tadi membuat rasa sakit di dada itu mereda.
Dahulu, cengkeh menjadi rempah yang diincar oleh penjajah Eropa. Di abad ke-17 dan ke-18, di Inggris harga cengkeh setara dengan harga emas.
Cengkeh yang dicampur tembakau asli dan diolah secara manual oleh tangan-tangan terampil pengrajin—bukan pakai mesin—adalah cita rasa yang sangat nikmat bagi perokok, terutama yang berjenis cerutu. Bahan dan cara mengolah ini berbeda dengan rokok yang menggunakan tembakau buatan dan diolah dengan mesin.
Bisa jadi cerutu yang dianggap sebagai rokok asli Kuba itu terinspirasi dari rokok kretek. Sebab, dari beberapa kitab lama, rokok kretek sudah dikenal sejak dulu.
Dari peristiwa tadi, Haji Djamari bereksperimen membuat rokok dari rajangan cengkeh ditambah tembakau. Rokok yang dibuat Haji Djamari ternyata berkhasiat untuk pengobatan. Hasilnya, rokok temuan Haji Djamari tadi mendadak dikenal orang dan banyak yang memesannya. Nama kretek sendiri berasal dari rokok yang mengandung rajangan cengkeh itu saat dibakar dan diisap, mengeluarkan bunyi “kretek…kretek…kretek”.
Sejarah Rokok Kretek sebagai Industri
Mungkin saja satu-satunya tempat yang bisa kita sebut saat menikmati rokok kretek adalah Indonesia. Mark Hanusz, penulis Kretek; The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes pun mengakui, rokok kretek itu tidak ada di Amerika Serikat, tidak ada di Eropa, atau negeri-negeri lain. Hanya ada di sini, khas Indonesia.
Salah satu tokoh pejuang kemerdekaan Indonesia, Haji Agus Salim, punya pengalaman unik soal rokok kretek. Saat ia mewakili Presiden Soekarno untuk menghadiri acara penobatan Ratu Elisabeth di Inggris pada 1953, ia mengisap rokok kretek di tengah perjamuan diplomatik.
Aroma khas dari rokok kretek itu menggugah seorang diplomat Barat, dan menegurnya, “Tuan mengisap apa?” Agus Salim menjawab, “Inilah yang membuat nenek moyang Anda sekian abad lalu datang dan kemudian menjajah negara kami.” Maksud Agus Salim tentu saja bahan yang ada di dalam rokok kretek, yaitu cengkeh. Cengkeh merupakan rempah yang menjadi salah satu target kolonialisme bangsa Barat di Asia, termasuk Indonesia.
Rokok kretek dikenal oleh orang tentu saja melalui pasar, yang dihasilkan dari industri. Lantas, bagaimana sejarah rokok kretek dari sisi industrinya? Jawabannya juga berasal dari Kudus. Di tangan seorang pengusaha yang “gagal” dan beralih profesi sebagai kusir dokar, yakni Nitisemito, rokok kretek menjelma menjadi sebuah industri.
Nitisemito seorang buta huruf yang berasal dari Desa Janggalan ini awalnya adalah seorang pengusaha sukses. Dia memiliki nama kecil Rusdi. Di usianya yang ke 17, dia mengubah namanya menjadi Nitisemito.
Rokok Tjap Kodok Mangan Ulo dipilih sebagai sebuah brand produk rokok kretek milik mereka. Namun, karena menjadi bahan tertawaan, akhirnya merek dagang itu diganti menjadi Tjap Bulatan Tiga atau Bal Tiga. Merek Bal Tiga sendiri diresmikan pada 1914 I Desa Jati, Kudus.
Pada perkembangannya, Nitisemito mampu menjalankan usahanya dengan sempurna. Tercatat, ia mampu membangun pabrik besar di Kudus, memimpin setidaknya 10.000 pekerja, dan mampu menghasilkan 10 juta kretek setiap harinya pada 1938.
Di masa jayanya, ia memasarkan produknya ke kota-kota di Sulawesi, Sumatra, Kalimantan, Jawa, dan Belanda. Namun, usaha ini harus menemui ajalnya juga beberapa tahun kemudian. Bal Tiga runtuh, karena perselisihan ahli waris Nitisemito.
Selain masalah itu, munculnya perusahaan rokok lain, seperti Nojorono, Djamboe Bol, Djarum, dan Sukun, serta kedatangan tentara Jepang pada 1942 yang menyita aset perusahaan, semakin memperkeruh kerajaan rokok kretek Nitisemito.
Setelah mengganti namanya, dia merantau ke Malang dan bekerja sebagai buruh jahit pakaian. Nitisemito sukses menjadi pengusaha konfeksi. Tapi, nasib berkata lain. Usahanya bangkrut beberapa tahun kemudian. Kemudian dia menjadi pengusaha pembuat minyak kelapa dan berdagang kerbau di kampungnya. Tapi, kegagalan menimpanya lagi. Akhirnya, dia banting setir menjadi kusir dokar di Kudus.
Awalnya, Nitisemito kerap berkunjung ke warung Mbok Nasilah, seorang pedagang rokok klobot di Kudus yang warungnya kerap dijadikan tempat “nongkrong” para kusir dokar saat itu. Rokok klobot yang juga dicampur cengkeh itu digemari oleh Nitisemito.
Kemudian, Nitisemito menikahi Mbok Nasilah. Perpaduan mantan pengusaha dan peracik rokok ini menghasilkan sebuah industri yang berprospek. Rokok kretek menjadi komoditi dagang utama mereka. Di sinilah awal sejarah rokok kretek yang mengarah ke sebuah industri.
Kudus yang diakui sebagai kota asal rokok kretek juga mendirikan sebuah museum yang cukup unik untuk mengabadikan peristiwa penemuan dan sejarah industrinya. Nama museum itu adalah Museum Kretek Kudus. Di museum ini, kita bisa menyaksikan sejarah pembuatan rokok kretek. Museum ini dibangun khusus untuk mengenang “para pahlawan rokok kretek” di masa lalu.
Hingga saat ini, masyarakat Kudus hidup dari industri rokok kretek. Masyarakat di sana memiliki profesi sebagai pengolah tembakau dan menjadi buruh di pabrik pembuat rokok kretek.
Bagaimanapun rokok kretek merupakan kekayaan tradisi Indonesia. Hanya diproduksi di negeri ini. Mantan Menteri Keuangan, Fuad Bawazier, pernah mengatakan hanya industri rokok kretek yang mampu bertahan dari serangan rokok putih, karena di industri lain dengan mudah mampu dikuasai oleh kekuatan neoliberalisme.
Beberapa pihak menyarankan agar rokok kretek dipatenkan sebagai warisan budaya dunia asal Indonesia, seperti batik, wayang, dan tari saman yang diakui oleh United Nations Educational, Scientific, and Cultural Organization (UNESCO).
Membicarakan sejarah rokok kretek bukan sekadar membicarakan rokok saja, tapi juga membicarakan budaya, kehidupan sosial, ekonomi, konspirasi global, dan manusia Indonesia.
Sejarah Rokok dan Kretek Indonesia
Anda seorang perokok? atau malah sebaliknya Anda tipikal orang- orang yang sangat menjauhi rokok? Tapi tetap sajakan sedikit banyak Anda pasti tahu tentang benda yang sangat populer dikalangan kaum Adam ini. Ya, benda kecil ini adalah benda yang terdiri dari balutan kertas yang didalamnya terdapat beberapa ramuan seperti tembakau dan bahan- bahan lainnya. Benda ini tentunya memiliki aroma yang jika dibakar akan memberikan efek kepulan asap.
Mungkin jika Anda seorang yang sangat mencintai rokok, boleh saja Anda dikatakan orang yang sangat menggilainya. Tapi apakah Anda juga tahu bahwa rokok itu sangat mengikat Anda? Jawaban yang pasti adalah Ya. Banyak orang yang berusaha untuk lepas dari benda satu ini, namun tak sedikit yang gagal untuk benar- benar lepas. Mengapa demikian? Lantas apakah Anda juga tahu akan sejarah rokok serta kepopulerannya di Indonesia dan dunia?
Sejarah Rokok di Indonesia
Hampir di setiap penjuru negeri ini Anda akan menemui orang- orang yang merokok. Bahkan anak usia 8 tahun saja ada yang sudah keranjinagan merokok. Masyarkat dari daerah pelosok yang masih terisolir hingga masarakat kota yang gemilang sudah mengenal berbagai jenis rokok
Melihat kenyataan itu tentu yang akan timbul dipikiran adalah bahwa sejarah rokok memang telah lama ada di jagad tanah air ini. Tapi sejak kapankah sejarah rokok mulai ada? Nah, Anda pasti penasaran kan?
Konon katanya sejarah rokok mulai beredar dan dikenal ditanah air ini sejak tahun 1880-an oleh seorang yang bernama Haji Jamanhuri dari kudus. Berawal dari keinginan beliau untuk meracik obat asma yang dideritanya. Racikan itu terdiri dari cengkeh dan tembakau, yang ternyata terkenal diberbagai kalangan dan akrab disebut dengan kretek.
Disebut kretek lantaran letupannya berbunyi kretek kretek. Itu lah awa hadirnya rokok. Dan hingga saat ini semakin banyak orang- orang yang berinovasi dalam memproduksi rokoknya.
Sekelumit Sejarah Rokok di Dunia
Sejarah rokok mencatat banyaknya iklan- iklan yang menampilkan rokok diera 80-an. Di masa itu bermunculan film koboy yang identik dengan rokok dan masih banyak lagi icon dunia yang menonjolkan rokok. Tapi sebenarnya rokok telah lama ada di dunia.
Sejarah rokok dimulai dari kepercayaan suku maya yang menjadikan rokok salah satu ritual dalam pemujaannya seitar 1000 tahun sebelum masehi. Mereka menggunakan rokok dengan cara mengunyah tembakau. Adapula yang menghisap rokok melalui sebuah pipa.
Selain itu mereka juga menjadikan kebasaan merokok bagian dari cara menjalin persahabatan. Tak jarang rokok digunakan untuk alat pengobatan. Sejarah rokok dilanjutkan setelah kedatangan christoper colombus ke daratan Amerika yang akhirnya menyebarkan rokok ke inggris.
Sejarah rokok juga menulis hingga kepopulerannya ke Perancis. Adalah seorang yang bernama jean nicot, yang konon katanya awal nama nikotin mulai terkenal. Selain itu teknik merokok dengan menggunakan metode cerutu juga sudah berkembang di Meksiko, Karibia, Amerika Tengah dan Selatan yang hingga sekarang masih berlangsung.
Pembukus rokok yang digunakannya pun berevolusi. Dimulai dari daun hingga kertas tipis yang didesain untuk anti api. Artinya ketika rokok dibuang, kertas tidak menyebabkan api makin membara namun malah mati secara otomatis.
Sejarah Rokok -- Bahaya Rokok dan Berbagai Pendapat Tentang Rokok
“kalo gak ngerokok gak laki?” Mungkin kalimat tersebut sangat sering Anda dengar. Boleh jadi, teman, tetangga atau orang tua Anda pernah mengatakan hal serupa. Namun dibalik ketenaran pameo tersebut apakah Anda tahu bahwa benda yang satu ini sangat berbahaya bagi kesehatan?
Prediksi tentang tingginya tingkat kematian yang disebabkan benda satu ini sudah menjadi rahasia umum. Namun keadaan yang terjadi dilapangan malah sebaliknya. Bukannya pengguna rokok makin menipis namun semakin lama semakin banyak.
Anda jangan heran mengapa itu semua bisa terjadi. Setidaknya kita harus tahu dulu apa saja zat yang terkandung dalam balutan kertas yang fenomena ini. Dan bagaimana akibat dari konsumsi rokok?
Beberapa zat yang terdapat dalam rokok menunjang efek kecanduan serta berbahaya terhadap kesehatan. Adalah nikotin, tar, gas CO ( karbon monoksida) dan sekitar 599 jenis zat adiktif yang terkandung dalam tembakau dan tidak dicantumkan dalam rokok. Berikut uraian tentang tiga bahan dasar tersebut dan bahaya jika kombinasikan.
- Saat nikotin, tar dan CO bergabung
Saat ujung rokok disulut dengan api, kepulan asap yang dikeluarkannya secara otomatis akan menyebar mengitari seluruh ruangan yang ditempatinya. Alhasil tentu saja asap yang menyebar akan terisap sengaja ataupun tidak disengaja. Dengan keadaan ujungnya terbakar dan membara membuat tembakau tidak terbakar secara sempurna.
Akibat dari campuran CO, nikotin dan tar yang menyatu akan memberikan pengaruh yang sangat berbahaya terhadap syaraf. Hal itu akan menyebabkan gelisah, tangan gemetar, selera makan yang akan berkurang dan lebih bahaya lagi jika sang perokok adalah ibu hamil karena bisa saja ia akan mengalami keguguran kandungan. Bayangkan betapa sangat beracunnya dan besarnya pengaruh rokok terhadap tubuh kita.
- Asap rokok dan tar
Banyaknya rokok yang beredar dilingkungan kita menyebabkan rokok tak sulit dijumpai. Beberapa diantaranya telah memiliki pelanggan yang tetap. Saat terjadinya pembakaran pada rokok tersebut tentu akan menimbulkan asap yang juga berdampak buruk bagi orang- orang sekitarnya. Asap rokok yang mengandung tar berakibat buruk. Akibatnya baik perokok aktif maupun perokok fasif berpeluang menderita sesak nafas, batuk- batuk.
Tar yang menempel akan menimbulkan kanker di jalannya pernafasan seperti lidah dan bibir. Hal yang sangat berbahaya dan merugikan. Apalagi bagi perokok pasif yang tidak mengkonsumsi rokok tapi harus terkena dampak buruk nya.
- Nikotin
Nikotin merupakan bahan kimia psikoaktif yang utama dalam rokok tembakau yang dinilai secara psikologis bersifat adiktif. Zat ini memang tidak menyebabkan ketergantungan secara fisiologis (seperti timbunya gejala somatik seperti halnya obat-obatan ataupun alkohol atau jenis opioid lainnya). Akan tetapi kandungan yang satu ini juga sangat berpotensi dalam membangkitkan rangsangan peningkatan hormon adrenalin yang bersumber dari anak ginjal.
Akibat dari nikotin menimbulkan jantung yang berdebar-debar. Selain itu juga tekanan darah serta meningkatnya kadar kolestrol yang terdapat dalam darah yang tentunya juga sangat erat kaitannya dengan timbulnya serangan jantung.
- Gas CO ( karbon monoksida)
Satu lagi bahan aktif yang sangat berpengaruh dalam rokok adalah gas CO ( karbon mono oksida). Gas ini sangat berdampak negatif terhadap jalannya nafas dalam pembuluh darah lebih tepatnya kurang berfungsinya kerja darah dalam tubuh saat ia terhirup. Semua itu karena hemoglobin lebih mudah mengikat gas yang satu ini dari pada oksigen. Oleh karena itu zat ini mengganggu kinerja darah dalam mengangkut oksigen, yang menyebabkan banyak orang kehilangan oksigen dan meninggal dalam kurun waktu yang singkat.
Memang dampak dari gas CO ini tidak akan langsung terlihat pada saat itu juga. Namun lambat laun dan perlahan dampak itu akan terlihat secara berkala. Dampak zat ini benar-benar akan merusak kesehatan.
Dari semua paparan diatas dapat disimpulkan bahwa rokok sangat berbahaya bagi kesehatan. Tak jarang lagi ditemui peringatan “merokok dapat menyebabkan kangker, serangan jantung, impotensi dan ganguan kehamilan dan janin” yang selalu tertera dikulit luar kemasan rokok yang beredar disekeliling kita. Tapi peringatan sepertinya tak lebih hanya sebgai peringatan belaka.
Hingga detik ini pecinta rokok terlihat semakin betambah saja, seiring menjamurnya pabrik rokok di seantero tanah air. Hal itu berdampak sedikitnya lahan tembakau yang tersedia di tanah air. Kenyataan yang sangat mengiris hati adalah berjatuhannya korban akibat rokok, yang tentunya seiring bertambahnya pemakai rokok di ranah negeri ini.
Penyakit rokok degeneratif akibat rokok seperti kanker paru dan jantung koroner menyebabkan lebih dari 400 juta orang yang meninggal setiap tahunnya. Dan hal ini takkan sampai disitu saja. Yang lebih membahayakan adalah anak- anak yang merupakan korban lanjutan dan orang- orang perokok fasif.
Berdasarkan hasil survey di tahun 2002 indonesia adalah negara kelima terbesar yang mengosumsi rokok di dunia, setelah negara Tiongkok, Amerika, Jepang dan Rusia. Dari hasil tersebut setelah diteliti lebih lanjut ternyata konsumen rokok laki- laki berjumlah 69% sementara perempuan 4%. Keadaan ini selalu meningkat dari tahun ketahun.
Sejarah Rokok -- Jenis Rokok Populer di Indonesia
Hingga kini telah banyak rokok yang beredar di Indonesia diantaranya sampoerna A-mild, djarum super, dji sam soe, gudang garam, lucky strike, dan masih banyak lagi. Semua rokok- rokok tersebut tersaji dalam dua bentuk. Ada yang filter dan ada yang tidak. Jika Anda seorang pecinta rokok, sebaiknya Anda membeli semacam obat yang khusus untuk mengurangi asupan Tar ke tubuh yang nantinya akan di bubuhkan pada filter rokok Anda.

