Sejarah Seni Lukis Melahirkan Aliran dalam Lukisan
Ilustrasi sejarah seni lukis
Lahir Sejak Jaman Prasejarah
Sekalipun tidak bisa dipastikan sejak kapan manusia mulai gemar melukis, namun semua pengamat merasa yakin bahwa sejarah seni lukis di Indonesia maupun di negara lain sudah ada sejak zaman prasejarah dengan ditemukannya lukisan-lukisan di dinding-dinding gua. Memang tidak diketahui bagaimana cara mereka melukis dan dari mana memperoleh kecapakan untuk melukis berbagai bentuk pada dinding-dinding gua tersebut. Namun sejarah seni lukis kemudian mencatat bagaimana sejak berakhirnya zaman prasejarah dan semakin berkembangnya kebudayaan manusia, maka turut berkembang pula seni lukis dengan munculnya beragam jenis dan aliran lukisan. Aliran-aliran dalam seni lukis yang dikenal sekarang ini merupakan satu fase pengembangan dari fase sebelumnya.
Para pengamat seni lukis berkeyakinan bahwa semua seniman lukis pada awalnya bertolak dari aliran naturalisme. Aliran naturalisme ini dianggap aliran seni lukis paling tua, setua manusia mulai pinter melukis itu sendiri. Pada aliran ini seorang pelukis sebenarnya merupakan penjiplak dari objek yang sebenarnya ke dalam bentuk media lukis seperti kanvas misalnya. Kemiripan dengan objek aslinya memang merupakan salah satu kekuatan para pelukis yang menekuni aliran naturalisme ini.
Hanya saja pada perkembangan selanjutnya, para pelukis ini seperti juga seniman lainnya selalu merasa ada yang kurang dalam hal mengekspresikan gelegak jiwanya. Maka pelukis seperti juga seniman lainnya, selalu mencari dan terus mencari bentuk-bentuk baru yang menurut pikiran dan perasaannya saat itu sudah sangat cocok dan sesuai dengan ekspresi dirinya.
Mengenal Aliran Seni Lukis
Baik di Indonesia maupun di dunia, sampai sejauh ini telah dikenal beragam aliran seni lukis. Masing-masing aliran ini banyak pengikutnya sekaligus juga banyak kolektornya. Tentu saja masing-masing orang punya alasan masing-masing kenapa senang dengan aliran seni lukis yang ini dan tidak begitu suka dengan aliran seni lukis yang lainnya. Kesenangan para pelukis mengekspresikan dalam satu aliran tertentu dan kesenangan para kolektor memburu lukisan aliran tertentu, memang berada dalam wilayah pribadi yang tak selamanya bisa dijelaskan secara rasional. Sebaliknya justru seni lukis sering dinilai secara tidak rasional. Sehingga jangan pernah heran ada sebuah lukisan bernilai miliaran rupiah misalnya, padahal kalau dalam pandangan orang awam samasekali tidak terlihat istimewa. Sehingga sangat sulit menerimanya secara akal sehat kenapa harus semahal itu. Tapi coba tanyakan kepada kolektornya kenapa ia berani mematok lukisan tersebut dengan harga yang fantastis.
1. Aliran Naturalisme
Naturalisme adalah aliran yang melukiskan bentuk dan objek sewajarnya dengan memfokuskan pada perspektif garis, warna, serta anatominya. Kemiripan dengan objek asli adalah merupakan tuntutan utama dari aliran seni lukis ini, sehingga ada kesan sebagai upaya menduplikasikan objek kemudian dipindahkan ke dalam media lukis. Namun demikian tetap saja unsur ekspresi pelukisnya sangat kentara di dalam hasil lukisannya tersebut. Pelukis yang terkenal dengan aliran ini adalah Leonardo da Vinci (Italia), Michaelangelo (Italia), Rembrandt (Belanda), Albrech Durer (Jerman), Rubens (Belanda), Gambiranom (Indonesia) dan masih banyak lagi sampai dengan sekarang ini.
2. Aliran Realisme
Aliran realisme merupakan perkembangan dari aliran naturalisme, yang muncul kira-kira pada abad ke-17. Lukisan realisme melukiskan keadaan sewajarnya dengan jelas dan kadang objek yang dilukiskan sifatnya dipertajam. Bentuk-bentuk yang dilukiskan sifatnya naturalis. Hal yang membedakan dari pelukis penganut aliran Naturalisme adalah justru pada penajaman aspek-aspek tertentu dari objek lukisnya sehingga terkesan lebih menonjol dari bentuk aslinya. Pelukis dengan aliran realisme di antaranya Gustave Coubert (Prancis) dan George Hendrik Breitner (Belanda). Beberapa pelukis terkenal di Indonesia seperti Raden Saleh, Affandi maupun Widjojono pada awalnya para pelukis yang menganut aliran realisme, kemudian seiring perkembangan jaman ada yang berpaling menekuni aliran lain, seperti Affandi misalnya yang kemudian terkenal sebagai pelukis ekspresionisme sampai akhir hayatnya.
3. Aliran Impresionisme
Aliran ini lahir pada abad ke-18 di Prancis. Lukisan impresionisme merupakan hasil ungkapan-ungkapan senimannya dari apa yang ia hayati dan diamati. Cara melukis dengan gaya impressionisme sudah lebih bebas dibandingkan dengan aliran realisme dan naturalisme. Pelukis dengan aliran ini di antaranya adalah Claude Monet (Prancis), Renoir (Prancis), Cezanne (Prancis), dan E de Gas (Prancis). Para pelukis impresionisme ini menghasilkan karya yang seringkali tidak menunjukkan kembali objek aslinya. Semua itu karena faktor impresi dari para pelukisnya. Namun tentu saja semua itu masih berada dalam pakem-pakem lukisan naturalisme.
4. Aliran Ekspresionisme
Aliran ini melukiskan objek atau pendapatnya mengenai sesuatu atau objek di mana cara memaknakan terlepas dari pengaruh kebetulan dan tidak terikat oleh hukum proporsi, seperti anatomi dan perspektif. Aliran yang muncul pada abad ke-20 ini melahirkan seniman-seniman seperti Paul Gauguin (Prancis), Henri Matisse (Prancis), Andre Derrain (Prancis), Maurice de Vlaminck (Prancis), Raoul Dufi (Prancis), Vincent van Gogh (Belanda). Di Indonesia, pelukis yang terkenal dengan gaya ini adalah Affandi, yang awalnya melukis dengan gaya impresionisme, kemudian berganti menjadi ekspresionisme.
Memahami sebuah lukisan dari aliran ekspresionisme ini harus didukung pengetahuan tentang latar belakang pelukisnya itu sendiri. Dengan memahami siapa pelukisnya, akan didapat bagaimana pelukis itu melontarkan ekspresinya terhadap suatu objek tertentu. Tanpa didukung oleh pengetahuan siapa pelukisnya dan bagaimana pikiran-pikiran serta latar belakang sosial budaya yang menyertainya, akan sangat kesulitan menangkap makna sebuah lukisan ekspresionisme ini.
5. Aliran Kubisme
Aliran kubisme adalah gaya lukis dengan melukiskan bentuk-bentuk dasar yang terdapat di alam hingga kemudian bentuk-bentuk tersebut diuraikan menjadi bentuk aslinya bola, kerucut, prisma dan bentuk lainnya. Seniman dengan aliran ini antara lain Pablo Picasso (Spanyol), Juan Gris (Spanyol), dan Geoge Braque (Prancis). Di Indonesia termasuk yang jarang pelukis menekuni aliran ini.
6. Aliran Futurisme
Aliran ini timbul pada awal abad ke-20 di Italia dengan semboyan kedinamisan melawan aliran kubisme. Futurisme menggambarkan gerak dan khayalan di masa mendatang. Pelukis yang terkenal dengan aliran ini antara lain Umberto Bocciani (Italia), Giaccomo Balla (Italia), dan Severini (Italia). Seperti juga aliran kubisme, di Indonesia tak begitu banyak pelukis menonjol yang menekuni aliran futurisme ini.
7. Aliran Surealisme
Aliran yang muncul pada abad ke-20 ini mengandung objek lukisan yang diangan-angankan dengan mengasingkan penilaian pikiran. Pelukis dengan aliran ini adalah Salvador Redon (Prancis), Joan Miro (Prancis), A. Msson (Prancis), dan masih banyak lagi. Karena bersifat khayalan, maka memandang objek lukisan yang beraliran surealisme ini diperlukan pengetahuan-pengetahuan tertentu. Tanpa modal ini, seorang penikmat lukisan, tak gampang menemukan makna dari lukisan surealisme ini.
8. Aliran Dadaisme
Aliran dadaisme yang timbul di Jerman dengan maksud mengimbangi aliran kubisme dan ekspresionisme. Lukisan dengan gaya kekanak-kanakan/primitif. Pelukis dengan aliran ini antara lain Paul Klee (Jerman) dan Kurt Scwitters (Jerman). Aliran dadaisme di Indonesia sendiri kurang begitu banyak yang mengikutinya.

