logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Ilmu Sejarah

Sejarah Sumpah Pemuda: Menakar Makna, Menyelami Sejarah


Ilustrasi sejarah sumpah pemuda

Siapa pun Anda, pasti sudah mendengar dan mengetahui secara persis bagaimana sejarah Sumpah Pemuda telah banyak mengubah nasib bangsa ini. Sumpah Pemuda mempunyai arti yang sangat mendalam dalam proses pencarian jati diri bangsa Indonesia, terutama pada masa sebelum kemerdekaan. Saat ini kita kembali mengingat bagaimana bangsa ini dapat melepaskan belenggu penjajahan lewat tangan dingin dan semangat patriotisme pemuda yang menggelora.

Sejarah Sumpah Pemuda

Sebuah negara tidak akan pernah lepas dari campur tangan pemuda di dalamnya. Begitu juga dengan Indonesia. Seperti ungkapan Soekarno, presiden pertama Indonesia, "Berikan padaku sepuluh pemuda, maka akan kugoncangkan dunia” . Arti pemuda dan semangat serta kemurnian idealismenya, mampu menggerakkan roda politik di mana pun dia berada, termasuk negara kita. Sejarah Sumpah Pemuda merupakan tonggal awal dimulainya embrio bernama bangsa Indonesia.

Sumpah Pemuda merupakan sebuah bukti autentik bagaimana bangsa Indonesia dilahirkan. Pada tanggal 28 Oktober 1928, Sumpah Pemuda dikumandangkan menandai bersatunya seluruh elemen pemuda untuk mendukung gerakan kemerdekaan Indonesia yang kuat, bersatu, dan penuh idealisme tinggi.

Sebelumnya, para pemuda yang tergabung dalam Kongres Pemuda II atau Kerapatan Pemoeda-Pemoedi masih terpecah-pecah dalam suku dan bangsa. Ada Jong Java, Jong Soematranen Bond, Jong Batak, Jong Celebes, Jong Ambon, Jong Islamieten Bond, dan beberapa pemuda keturunan Tionghoa. Kongres Pemuda II ini dilaksanakan dalam tiga tempat dan tiga sesi oleh Organisasi Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPPI). PPPI terdiri dari berbagai pelajar dari seluruh Indonesia dan mempunyai kekuatan yang luar biasa untuk menyatukan bangsa ini. 

Kongres dengan rapat pertama, dilakukan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (Lapangan Banteng, Jakarta). Pada rapat tersebut, Soegondo menyatakan bahwa ia sangat berharap agar kongres yang diselenggarakan tersebut mampu memperkuat persatuan dan kesatuan pemuda dan pemudi Indonesia dalam sebuah ikatan yang kokoh.

Muhammad Yamin pun menyampaikan sebuah orasinya tentang pentingnya pemuda dan persatuannya untuk bangsa. Menurut Yamin, kesatuan ini dapat ditempuh dengan bersatunya bangsa, bahasa, pendidikan, kemauan, dan sejarah. Faktor-faktor inilah yang akan menguatkan sebuah bangsa.

Kongres dengan rapat kedua, bertempat di gedung Oost-Java Bioscoop. Pada rapat ketiga ini, Poernomowoelan dan Sarmidi juga turut memberikan andil untuk menyumbangkan sebuah pemikiran tentang pendidikan. Bahwa menurut mereka pendidikan sangatlah penting untuk kemajuan dan kejayaan sebuah bangsa. Pendidikan dapat dilaksanakan di dalam dan di luar sekolah. Anak juga harus diberi dasar budi pekerti yang baik dan unggul.

Kongres dengan rapat ketiga, bertempat di Indonesish Huis Kramat. Pada sesi terakhir dari rangkaian rapat ini, Soenario menyatakan bahwa nasionalisme sangatlah penting untuk kemajuan suatu bangsa. Nasionalisme dapat ditunjang dengan gerakan kepanduan.

Tepat pada 28 Oktober 1928 tersebut, diikrarkan Sumpah Pemuda yang menjadi ikatan dan pemersatu bangsa Indonesia dalam sebuah wadah negara Indonesia. Pada saat itu juga pertama kali diperdengarkan lagu Indonesia Raya karya W.R Soepratman. 

Sejarah Sumpah Pemuda - Isi dan Makna di Dalamnya

Sumpah Pemuda merupakan suatu ikrar dari seluruh pemuda Indonesia untuk menyatakan satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa, yaitu bahasa Indonesia. Adapun isi dari Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut.

  1. Pertama, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
  2. Kedoea, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
  3. Ketiga, Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.

Sejarah menuliskan bahwa Sumpah Pemuda merupakan rumusan atas ide dan cita-cita pemuda Indonesia dalam mewujudkan kemerdekaan Indonesia. Kongres Pemuda I dilaksanakan pada tanggal 27 Oktober 1928 bertempat di gedung Katholieke Jonganlingen Bond yang saat ini bernama Lapangan Banten Jakarta.

Dalam kongres tersebut mencuatlah sebuah idealisme untuk memersatukan segenap elemen bangsa guna mendukung kemerdekaan bangsa Indonesia dalam satu kesatuan yang nyata dan ideal. Inilah hasil dimana banyak di antara pemuda yang sejak lama telah mempertanyakan bagaimana cara melepaskan diri dari penjajahan dan kungkungan bangsa lain. Beberapa nilai dan makna yang dapat kita gali dari isi Sumpah Pemuda adalah sebagai berikut.

  1. Pertama, adanya persaudaraan dan solidaritas yang tinggi di kalangan pemuda Indonesia tanpa adanya benturan kepentingan dan hal-hal lain yang dapat merusak kerukunan antara warga negara.
  2. Kedua, adanya toleransi yang adil, baik dari kalangan minoritas maupun mayoritas. Dimana kalangan mayoritas tidak ditindas dengan jargon toleransi yang berlebihan sehingga mengebiri hak-hak mereka, sedangkan minoritas dilindungin untuk mendapatkan haknya yang sesuai.
  3. Ketiga, tumbuhnya tanggung jawab serta disiplin. Sumpah Pemuda menumbuhkan semangat untuk bertanggung jawab terhadap peran pemuda dan peran masyarakat dalam menumbuhkan bangsa dan negara. Di samping itu, merupakan tugas pemuda untuk memurnikan budaya bangsa dan etika ketimuran dalam rangka memperjelas identitas bangsa.
  4. Keempat, memperkaya wawasan. Sumpah Pemuda mengingatkan kita bahwa bangsa ini mempunyai keragaman yang perlu dihormati. Namun, bukan berarti tidak menghormati hak dan kemajiban masing-masing warganegara. Indonesia mempunyai dinamika suku, ras, dan budaya yang berbeda yang perlu dihormati jika tidak keluar dari budaya bangsa.
  5. Kelima, mempertebal rasa nasionalisme. Secara nyata, Sumpah Pemuda mempertebal nasionalisme yang dimiliki oleh para pemuda di Indonesia. Dengan bersatu dalam bahasa, bangsa, dan tanah air, maka persatuan ini menjadi semakin kuat dan tidak dapat diremehkan.

Sejarah Sumpah Pemuda - Pemuda Indonesia Kini

Menulusuri kembali sejarah Sumpah Pemuda, membuat kita semakin yakin bagaimana dahsyatnya kekuatan yang ada dalam pundak pemuda. Jika dahulu para pemuda Indonesia berpikir keras bagaimana melepaskan kungkungan diri dari penjajahan bangsa-bangsa asing, seperti Belanda dan Jepang, maka seharusnyalah kini kita kembali memiliki jiwa patriotisme untuk mengangkat kembali kondisi bangsa dari segala keterpurukan.

Saat ini pundak pemuda bangsa Indonesia seharusnya berisi berbagai macam idealisme yang dapat menjadikan dirinya pengangkat harkat dan martabat bangsa menjadi lebih baik lagi. Bukan malah sebaliknya. Setidaknya ada beberapa hal yang perlu diwaspadai oleh pemuda dan pemudi Indonesia. Penjajahan yang ada kini bukan penjajahan fisik sebagaimana masa kolonial dan pendudukan Jepang. Saat ini, penjajahan yang ada adalah penjajahan dari segi budaya dan 3 F (food, fashion, dan fun).

Budaya asing telah membuat banyak remaja Indonesia kehilangan jati diri sebagai bangsa yang merdeka. Bagaimana tidak? Hedonisme telah membuat banyak remaja kehilangan jati diri, demikian halnya dengan pergaulan bebas yang menggejala. Selain itu, 3F membuat banyak di antara remaja kesulitan mengidentifikasi mana yang baik dan buruk bagi dirinya. Tak heran, jika kemudian banyak ahli menilai bahwa remaja kini mengalami kemunduran jauh dari kualitas pemuda dan pemudi tempo dulu.

Gempuran berbagai produk food (makanan) dari berbagai gerai waralaba internasional membuat banyak remaja seringkali malu saat harus menyantap makanan tradisional. Sedangkan fashion (baju) dengan berbagai model yang tidak sesuai dengan etika, telah banyak membuat remaja kita kehilangan orientasi dalam berbusana. Belum lagi gempuran berbagai produk fun seperti sepak bola, game, dan lain-lain.

Hal tersebut seringkali melalaikan remaja dari kesibukannya menjadi generasi yang seharusnya maju dan mandiri. Generasi pembebek telah banyak menghiasi negeri ini dan menutup banyak remaja yang berprestasi yang seharusnya diekspos sebagai pemacu prestasi dan contoh untuk yang lainnya.

Sejarah Sumpah Pemuda - Pemuda dan Pemudi Berprestasi untuk Indonesia

Kondisi bangsa kita saat ini, membutuhkan pemuda dan pemudi yang setidaknya mempunyai kualitas sama dengan pemuda dan pemudi yang tergabung dalam ikrar Sumpah Pemuda dahulu. Jika dahulu seorang pemuda mampu menggoncangkan dada para penjajah, saat ini seharusnya kita mempunyai kualitas yang setidaknya melebihi hal tersebut.

Menelaah kembali sejarah Sumpah Pemuda seharusnya membuat kita sebagai remaja mencoba menjadi remaja yang dapat memberikan sumbangsih pemikiran dan perbuatan untuk Indonesia. Dalam berbagai bidang positif, Indonesia memerlukan sentuhan tangan remaja yang berprestasi. Jika kita telah lelah dengan korupsi dan kolusi, jangan berkecil hati, jadikan sejarah Sumpah Pemuda sebagai pemacu kita untuk berbuat sesuatu untuk Indonesia tercinta!

   

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Misteri Atlantis yang Hilang
  • Tokoh Perjuangan Kemerdekaan Republik Indonesia
  • Napoleon Bonaparte: Tiada Hari Tanpa Perang
  • Atlantis - Pulau yang Hilang
  • Mengulik Jejak Sejarah Perekonomian Indonesia
  • Peradaban Lembah Sungai Gangga
  • Sejarah Candi Borobudur
  • Pengertian Sejarah Peradaban Islam
  • Sejarah dan Pelaksanaan Pemilu di Indonesia
  • Arti Peradaban sebagai Bagian dari Kebudayaan
  • Pengertian Batik dan Perkembangannya di Indonesia
  • Mengenal Metode Penelitian Sejarah
  • Kisah Perang Perjuangan Diponogoro
  • Sejarah Benua Atlantis: Tetap Sebuah Misteri
  • Memaknai Kembali Arti Bendera Merah Putih
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA