logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Hiburan    TV    TV Nasional

Perkembangannya Sejarah Televisi


Ilustrasi sejarah televisi

Kali ini akan dibahas sejarah televisi. Televisi dapat disebut kotak televisi. Televisi berasal dari kata tele (bahasa Yunani) yang berarti jauh dan visio (bahasa Latin) yang berarti penglihatan. Jadi, televisi adalah media telekomunikasi yang dapat dilihat dari jauh. Penemuan televisi merupakan penemuan yang mampu mengubah peradaban dunia seperti halnya penemuan roda.

Perkembangan Sejarah Televisi

Pada 1930-an, kotak televisi yang dijual pertama kali sudah berfungsi sebagai alat penerima komunikasi utama di dalam rumah, perdagangan, dan institusi. Pada waktu itu televisi berfungsi sebagai hiburan dan sumber informasi berupa berita.

Televisi adalah sebuah teknologi yang sangat berpengaruh dalam perkembangan teknologi informasi di seluruh dunia. Pada awal perkembangannya, televisi adalah gabungan teknologi optik mekanik dan elektronik yang digunakan untuk merekam, menampilkan dan menyiarkan gambar visual.

Televisi adalah sebuah penemuan yang terus dikembangkan dari waktu ke waktu. Awal munculnya televisi tidak dapat dilepaskan dari penemuan hukum elektromagnetik oleh Joseph Henry dan Michael Faraday pada 1831. Masa ini adalah awal komunikasi elektronik. Berikut perkembangan televisi.

  • George Carey (1876) membuat selenium camera yang bisa membuat seseorang melihat gelombang listrik dan akhirnya disebut sinar katoda. Sebelumnya, gambar pertama yang berhasil dikirimkan secara elektrik adalah melalui mesin faksimile mekanik sederhana, yang kemudian dikembangkan pada akhir abad ke-19.
  • Pada tahun 1878, konsep pertama pengiriman gambar bergerak yang menggunkan daya elektrik adalah konsep gabungan telepon dan gambar bergerak atau teleponskop, tidak lama setelah penemuan telepon. Hal tersebut membuat para penulis fiksi ilmiah berpendapat bahwa suatu hari nanti cahaya juga akan dapat dikirimkan melalui medium kabel, seperti halnya suara. Dan, itu telah terbukti pada penemuan selanjutnya.
  • Pada tahun 1881, pertama kali mengirim gambar menggunakan sistem pemindaian gambar, yaitu menggunakan pantelegraf, yang menggunakan mekanisme pemindaian pendulum. Penggagas pertama yang menggunakan istilah televisi adalah Constatin Perskyl dari Rusia (1900).
  • Pada 1907, dua orang yang bernama Campbell Swinton dan Boris Rosing melakukan percobaan terpisah menggunakan sinar katoda untuk mengirim sebuah gambar.
  • Televisi warna diciptakan oleh Peter Goldmark pada 1940.
  • Sebuah lembaga RCA memperkenalkan layar LCD pertama pada 1968.
  • Pada 1995, Larry Weber sukses menciptakan layar plasma yang lebih stabil dan cemerlang.
  • Pada 2000-an, penyempurnaan layar teknologi dilakukan baik LCD, Plasma, maupun CRT.

Sejak saat itu, hampir setiap teknologi pengiriman gambar menggunakan teknik pemindaian gambar, termasuk televisi. Konsep ini dinamakan perasteran, yaitu sebuah proses mengubah gambar visual menjadi arus gelombang elektrik. Berikut ini merupakan perkembangan sejarah TV yang terjadi, mulai masa TV mekanik hingga TV plasma yang ada sekarang.

Jenis Televisi

  • Televisi analog. Televisi jenis ini menginformasikan gambar dengan cara memvariasikan frekuensi dari sinyal.
  • Televisi digital, yaitu alat yang berfungsi menangkap siaran TV digital. Televisi jenis ini merupakan perkembangan dari sistem siaran analog ke sistem digital.

Dari sejarah perkembangan televisi tersebut, maka menghasilkan jenis-jenis televisi sesuai dengan waktu penemuan televisinya. Berikut ini beberapa jenis televisi sesuai dengan perkembangan sejarah televisi.

1. TV Mekanik

Ini merupakan cikal bakal lahirnya televisi. Pada 1994, seorang mahasiswa bernama Julius Paul Gottlieb Nipkow atau lebih dikenal dengan Paul Nipkow membuat karya, yaitu sebuah piringan metal kecil yang bisa berputar dengan lubang-lubang di dalamnya.

Sekitar 1920, John Logie Baird dan Charles Francis Jenkins menggunakan piringan yang diciptakan oleh Nipkow tersebut untuk menciptakan sistem dalam penangkapan gambar, transmisi, serta penerimaannya dengan membuat seluruh sistem televisi berdasarkan sistem gerakan mekanik, baik dalam penyiaran maupun penerimaannya.

2. TV Elektronik

Pada 1920, perkembangan TV elektronik agak tersendat karena harga TV mekanik lebih murah dibandingkan TV elektronik. Namun, Vladimir Kosmo Zworykin dan Philo T. Farnsworth berhasil membuat TV elektronik dengan biaya yang murah dan terjangkau oleh masyarakat, sehingga kebanyakan orang beralih dari TV mekanik ke TV elektronik.

Vladimir Zworykin mendapat bantuan dari Senior Vice President dari RCA (Radio Corporation of America), yaitu David Sarnoff, karena Vladimir Zworykin merupakan pakar yang ada di masa itu.

David Sarnoff meramalkan bahwa TV elektronik mempunyai masa depan yang cerah dalam penjualan nantinya. Pada 1935, Fransworth dan Zworykin mulai memancarkan siaran dengan menggunakan sistem yang sepenuhnya elektronik.

Pada 1939, RCA dan Zworyskin meluncurkan program regular televisinya di New York dengan mendemonstrasikan program mereka secara besar-besaran dan mendapatkan sambutan luar biasa. Oleh sebab itu, pada 1941, NTSC (National Television Standards Commitee) memutuskan untuk mengadakan standardisasi sistem transmisi siaran televisi yang ada di Amerika.

3. TV Berwarna

Pada 1940, Peter Goldmark menciptakan televisi warna dengan resolusi warna mencapai 343 garis. Pada 1953, RCA mulai membangun sistem berwarna yang mampu diterima, baik dalam sistem warna maupun hitam putih dan NTSC menjadikannya sebagai standar untuk siaran komersial.

4. Plasma Diplay TV

Donald L. Bitzer dan H. Gene Slottow menciptakan sistem komputer PLATO di Universitas Illinois pada tahun 1964. Hal itu dikembangkan oleh Larry Weber sehingga pada 1975 Larry Weber dari Universitas Illonis berhasil membuat tampilan plasma berwarna.

Larry Weber tidak berhenti begitu saja. Ia terus berusaha mengembangkan proyek layar plasma ini sehingga pada 1995 Larry Weber berhasil menciptakan layar plasma yang stabil dan cemerlang.

Beberapa Perkembangan Baru

1. TV Resolusi Tinggi

Televisi ini atau disebut juga high-definition television (HDTV) merupakan standar televisi digital internasional. TV ini disiarkan dengan format berbeda dengan TV biasa. Pada TV biasa formatnya 4:3, sedangkan pada HDTV 16:9.

2. Televisi Internet

Televisi jenis ini biasa disebut TV online (televisi daring). TV online merupakan situs yang memiliki tayangan video secara terkonsep dan dapat diakses secara bebas oleh publik. Agar dapat mengaksesnya, hanya dilakukan dengan menggunakan akses koneksi internet pada komputer Anda. Televisi ini acaranya lebih beragam dari pada stasiun televisi lokal.

3. LCD TV Layar Datar

LCD (Liquid Crystal Display) merupakan jenis media yang menggunakan kristal cair sebagai penampil utamanya. Saat ini, LCD sudah mendominasi jenis tampilan komputer maupun notebook.

Semakin canggih teknologi yang ditemukan, maka teknologi pada televisi pun semakin canggih. Berbagai jenis televisi sudah beredar di dunia dengan fasilitas pendukungnya yang bermacam-macam. Sekarang ini, teknologi layar televisi semakin sempurna. Baik LCD, Plasma, maupun CRT. Semua itu terus dikembangkan demi kenyamanan para pemakai televisi.

Tayangan televisi di Indonesia pun mulai ramai ketika munculnya beberapa stasiun televisi swasta. Berbagai tayangan yang dihadirkan menjadi beragam. Hal tersebut menjadikan adanya persaingan antara stasiun televisi.

Tayangan yang sudah beragam tersebut sebagian besar berupa hiburan. Pada awal munculnya televisi di negara ini tayangan yang ditampilkan sebagian besar berupa berita atau hal-hal yang berkaitan dengan informasi tentang keadaan negara ini. Tayangan hiburan hanya muncul sesekali saja agar para penonton tidak jenuh.

Seiring dengan perkembangan zaman, tayangan televisi menampilkan berbagai macam hiburan, mulai dari iklan, film, kuis, reality show, sampai acara musik. Semua kalangan sudah dapat menikmati tayangan televisi nasional tanpa mengeluarkan dana yang cukup besar.

Bahkan teknologi handphone pun ada yang mempunyai fitur televisi, sehingga pemilik handphone tersebut dapat menikmati tayangan televisi di dalam handphone tersebut.

Televisi yang mudah di dapatkan tersebut mempunyai dampak positif dan negatif bagi kehidupan manusia. Dampak positifnya banyak, yaitu kita dapat dengan mudah mengetahui berbagai macam informasi penting di dunia ini, serta sebagai media hiburan ketika kita sedang jenuh atau penat.

Akan tetapi, dampak negatifnya juga ada. Ketika tayangan yang ada di televisi di lihat oleh seseorang yang tidak sesuai dengan usianya. Misalnya, ada sebuah tayangan untuk orang dewasa, tapi ada seorang anak kecil yang menontonnya. Hal tersebut dapat berdampak negatif pada anak tersebut jika tidak diawasi atau didampingi.

Keberadaan televisi yang sangat mudah didapatkan ini, jangan sampai berdampak negatif terhadap perkembangan anak. Dikembalikan lagi kepada perkembangan sejarah televisi yang pada awalnya berfungsi sebagai media informasi.

Mulailah dari diri sendiri untuk memanfaatkan media televisi ini sebagai media informasi yang dapat menambah wawasan dan juga sebagai media hiburan, tentu saja dengan tidak berdampak negatif bagi kehidupan.

Demikian informasi mengenai perkembangan sejarah televisi di dunia. Semoga informasi tersebut bermanfaat dan menambah wawasan Anda mengenai dunia pertelevisian.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • TV Indonesia Online - Jauh Dari Kesan Sempurna!
  • TV Online - Hiburan di Sela-Sela Jam Kantor
  • Jadwal Acara TV Hari Ini, Acara Berita
  • TVRI: Stasiun Televisi Pertama Indonesia
  • Serunya Menyaksikan Tv Online Channel
  • Smack Down: Acara Gulat Profesional yang Membahayakan
  • Hiburan TV yang Bermanfaat
  • MTV Acara Musik Anak Muda yang Surut
  • Binus TV, Televisi Komunitas Kampus
  • Global TV Terkini
  • Televisi Online Indonesia Nonton TV Tanpa Batas
  • Siaran TV - Bagaimana Memproduksi Siaran TV?
  • Agenda Rutin Menonton TV
  • Menonton Televisi Berarti Menandatangani Kontrak Kematian
  • Menonton Berita dengan Format MTV
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA