Mengenal Sejarah Yahudi dan Para Penganutnya
Ilustrasi sejarah yahudi
Rencana kedatangan Lady Gaga yang selalu dikaitkan dengan kaum Yahudi tak pelak mendorong keingintahuan masyarakat untuk mengenal lebih jauh sejarah Yahudi. Banyak yang ingin tahu kapan ajaran Yahudi mulai ada dan bagaimana sejarahnya.
Ketika membahas tentang kaum Yahudi, hal yang paling menonjol adalah kelebihan yang mereka miliki. Dalam kitab-kitab agama samawi dan bahkan dalam Al-Qur’an telah dijelaskan bahwa kaum ini memang diberi anugrah dan keistimewaan dibandingkan kaum lain. Tak heran jika banyak tokoh-tokoh besar maupun artis terkenal yang merupakan keturunan dan pengikut ajaran Yahudi.
Namun, di sisi lain mereka sekaligus menjadi kaum yang dimurkai Tuhan karena sifat sombong dan kejam yang mereka miliki. Di satu sisi mereka begitu diagungkan karena kemampuannya yang di atas rata-rata manusia biasa. Tapi di sisi lain mereka melakukan pembangkangan terhadap firman Tuhan.
Selama ini banyak sekali pemberitaan tentang tokoh maupun artis terkenal yang dianggap sebagai penyebar paham Yahudi. Ada yang terang-terangan mengakui bahwa dirinya adalah penganut Yahudi seperti Madonna dan ada yang berlaku seperti orang Yahudi tapi tidak mau mengakuinya. Salah satu yang sekarang sedang mendapat banyak sorotan adalah Lady Gaga.
Di media internasional sudah banyak berita yang menyebut bahwa Si Mother Monster (julukan untuk Lady Gaga) telah disiapkan untuk menyebarkan ajaran-ajaran Yahudi ke seluruh dunia dengan memanfaatkan kepopulerannya sekarang ini. Benar atau tidaknya berita tersebut masih menjadi perbincangan hangat di publik. Oke, sampai disitu saja pembahasan mengenai Lady Gaga.
Bangsa Yahudi selalu meyakini bahwa mereka adalah yang paling istimewa di mata Tuhan. Menurut mereka, Tuhan menciptakan alam semesta beserta isinya semata untuk kepentingan dan kesejahteraan mereka. Mereka adalah tokoh utama sedangkan kaum lain hanya dianggap sebagai figuran saja.
Mereka juga dikenal sebagai orang-orang yang sombong, keras kepala, dan kejam.
Semua karena anggapan mereka bahwa orang-orang yang bukan bangsa Yahudi adalah hanya sebagai budak. Kita bisa melihat kekejaman Israel terhadap warga Palestina yang tak berdosa. Konflik yang tak kunjung selesai itu adalah salah satu bukti kesombongan dan kekejaman mereka.
Sejarah Yahudi di Dunia
Selama ini banyak sekali tokoh dunia yang dikait-kaitkan dengan ajaran Yahudi. Sebelum menduga-duga terlalu jauh ada baiknya kita mengetahui sejarah Yahudi di dunia maupun di negara kita sendiri.
Mari kita pahami dulu asal muasal kata “Yahudi”. Kata tersebut diambil dari kata “Yahuda” yang diambil dari nama salah satu keturunan Nabi Ya'kub. Menurut sejarah Yahudi, beliau memiliki empat istri yaitu Lea, Rahel, Zilfa dan Belha. Nah, yahuda adalah nama salah satu anak Nabi Ya’kub dari istrinya yang bernama Lea.
Paham Yahudiah (Yudaisme) sendiri adalah kepercayaan yang dianut orang/bangsa Yahudi. Yang dimaksud bangsa Yahudi di sini adalah penduduk Negara Israel maupun orang Israel yang tidak tinggal di Israel. Yahudi adalah sebutan untuk bangsanya dan yudaisme adalah sebutan untuk agamanya.
Kaum Yahudi memiliki sebuah gerakan yang disebut Zionisme yang tersebar di seluruh dunia. Kita pasti sering sekali mendengar istilah ini dalam berita mengenai kisruh antara Israel dan Palestina. Istilah zionis sendiri pertama kali dipakai oleh Mathias Acher (1864-1937). Dia adalah perintis kebudayaan Yahudi.
Beberapa tokoh Yahudi seperti Dr. Theodor Herzl dan Dr. Chaim Weizmann ikut mengembangkan gerakan ini. Salah satu usaha yang dilakukan Dr. Theodor Herzl adalah menyusun doktrin Zionisme dalam sebuah buku yang berjudul "Der Judenstaat" (Negara Yahudi).
Tujuan gerakan zionisme adalah membentuk dunia baru yang dikuasai oleh simbol-simbol zionis dan Yahudi. Tampaknya misi mereka sudah mulai berhasil. Banyak musisi, penyanyi, dan pemain film mulai tak segan memakai aksesoris yang berbau Yahudi.
Hal itu pulalah yang membuat artis-artis yang dicurigai sebagai penganut Yahudi mendapat penolakan di berbagai tempat, termasuk di Indonesia. Hal itu dikarenakan dalam setiap video klip dan penampilannya di panggung selalu menunjukkan simbol-simbol zionisme/ Yahudiah.
Paham Yahudi menjadi pro kontra di kancah internasional. Kontroversi paham Yahudi dengan gerakan zionismenya sebenarnya juga sempat dibahas dalam Rapat Dewan Umum PBB. Hingga akhirnya, keluarlah resolusi 3379 pada tanggal 10 Desember 1975. Dalam resolusi tersebut, Zionisme dikatakan memiliki kesamaan dengan diskriminasi rasial. Tapi hal itu tak berlangsung lama sebab pada tanggal 16 Desember 1991 resolusi tersebut dicabut kembali.
Lalu, apakah Kaum Yahudi memiliki kitab suci sebagai petunjuk hidup? Seperti juga paham atau agama lain, Bangsa Yahudi juga memiliki kitab suci. Kitab suci yang ada dalam sejarah Yahudi adalah Taurat Tertulis (biasa disebut Taurat saja, Torah, atau Tanakh, dan Taurat Lisan (yang biasa disebut sebagai Talmud).
Dalam sejarah Yahudi, kitab Talmud lebih banyak digunakan sebagai sumber dalam penetapan hukum agama. Orang Yahudi memiliki kelebihan dibanding kaum dari agama lain. Banyak di antara mereka yang menjadi tokoh penting dengan kekayaan yang fantastis. Tokoh dan artis penganut Yahudi yang cukup dikenal antara lain :
-
Roman Arkadyevich Abramovich. Beliau adalah pemilik klub sepakbola yang bermarkas di London, Chelsea F.C.
-
Mark Zuckerberg. Yang suka main facebook pasti tahu betul siapa orang ini. Ya, dia adalah pendiring jejaring sosial yang paling popular saat ini, Facebook.
-
Michael Dell. Dia adalah pendiri perusahaan computer Dell.
-
Yossi Benayoun, pemain sepakbola dari Klub Arsenal
-
Adam Sandler. Dia adalah aktor Hollywood yang sering bermain dalam film bergenre komedi.
Sejarah Yahudi di Indonesia
Tanpa kita sadari, di negeri kita ternyata juga ada penganut ajaran Yahudi. Mereka tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Paham Yahudi ternyata sudah ada di Indonesia sejak jaman VOC atau jaman penjajahan Belanda. Bukti dari semua itu adalah beberapa arsitektur bangunan sejarah yang ada di Indonesia yang mengandung simbol dan dominasi kekuasaan zionis-Yahudi.
Sejarah Yahudi di Indonesia mulai diketahui pada tahun 1850-an. Saat itu, seorang pengelana Yahudi bernama Jacob Saphir membuat tulisan mengenai komunitas Yahudi di Hindia-Belanda. Pada saat berkunjung ke Batavia (sekarang Jakarta) ia bertemu dengan seorang Yahudi lokal yang kemudian memberitahunya tentang keberadaan 20-an keluarga Yahudi di kota itu. Orang itu juga menceritakan bahwa sebagian lainnya juga ada di Semarang.
Mayoritas kaum Yahudi pada masa itu adalah Yahudi Belanda yang bekerja sebagai pedagang. Sebagian dari mereka adalah orang-orang yang memiliki keterkaitan dengan rezim Kolonial Belanda. Jumlah penganut Yahudi di Indonesia(waktu itu Hindia Belanda) terus bertambah dari waktu ke waktu. Terlebih lagi pada saat Perang Dunia. Diperkirakan sekitar 2.000 jiwa menjadi penganut Yahudi pada masa itu.
Pada masa pendudukan Jepang di Indonesia, banyak di antara mereka yang diasingkan dan mereka dipaksa untuk bekerja di penampungan. Namun ketika perang berakhir, mereka banyak yang pindah ke negara lain seperti Amerika Serikat, Australia, dan juga Israel.
Meskipun begitu penganut Yahudi di Indonesia masih ada di beberapa daerah. Kongres Yahudi sedunia menyebutkan bahwa pada akhir tahun 1960-an, diperkirakan ada 20 orang Yahudi asli yang menetap di Surabaya dan Jakarta.
Masih bersumber pada Kongres Yahudi sedunia, di Manado dan Tondano terdapat 500 orang keturunan Yahudi. Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara memberikan kebebasan beribadah bagi mereka. Hal itu terbukti dengan dikeluarkannya izin atas pendirian sebuah Sinagoga dan tugu berbentuk Menorah (simbol religius Yahudi). Selain di daerah tersebut, ada juga beberapa imigran Yahudi yang tinggal di Bali.
Di era Presiden Soekarno, agama penganut Yahudi sempat memiliki hak yang sama dengan agama yang resmi lainnya seperti agama Islam dan Kristen. Pernyataan tersebut disampaikan melalui surat keputusan Menteri Agraria tahun 1961. Dalam surat keputusan tersebut beliau mengakui adanya Agama Israelit (Yahudi) sebagai Agama resmi di Indonesia. Kota Surabaya tampaknya menjadi favorit kaum Yahudi pada masa itu. Mungkin karena masyarakat di kota ini lebih bisa menrima keberagaman.
Bahkan, satu di antaranya adalah seorang pejuang dalam peristiwa 10 November 1945. Penganut Yahudi itu bernama Charles Mussry. Saya juga pernah melihat sebuah gedung yang diberi nama Graha Menorah. Padahal, Menorah adalah simbol religius Yahudi.
Apakah sekarang masih ada penganut Yahudi di Indonesia? Meskipun agama Yahudi telah dilarang, namun ternyata masih ada penganutnya di Indonesia. Sebagian dari mereka bahkan mendirikan komunitas Yahudi yang ada di Manado. Kemungkinan juga masih banyak yang lainnya, namun mereka tidak menunjukkannya di khalayak.
Sejarah Yahudi - Dari Suku Menjadi Negara Zalim
Suka atau tidak, Yahudi menjadi salah satu topik perbincangan paling hangat. Setiap ada ketegangan di Timur Tengah, kita hampir selalu menuduh Israel, negara yang mengaku menjadi kiblat orang-orang Yahudi, sebagai pelakunya. Bahkan dengan mudah kita mengklaim bahwa Yahudi adalah penyebab segala kerusakan di dunia.
Yahudi dianggap sebagai pelaku utama Tragedi 9/11 WTC. Yahudi juga dianggap berencana mendirikan tatanan dunia baru melalui beberapa organisasi, termasuk Freemasonry. Masalahnya, benarkah Yahudi seculas itu? Kita perlu mencari tahu sejarah Yahudi.
Yahudi adalah nama salah satu suku dari bangsa Israil. Seperti yang kita ketahui, bangsa Israil terdiri atas 12 suku. Keduabelas suku ini berasal dari 12 anak nabi Yakub. Nama Israil sendiri sebenarnya adalah gelar bagi Nabi Yakub yang artinya ‘Teman Dekat Allah’.
Nah, Nabi Yakub memiliki 12 anak laki-laki, yaitu: Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Dan, Naftali, Gad, Asyer, Isakhar, Zebulon, Yusuf, dan Benyamin. Yang disebut dengan suku Yahudi adalah bangsa Israel keturunan Yehuda, anak keempat Nabi Yakub.
Dalam perjalanannya, suku Yahudi masuk ke Eropa. Akan tetapi, menjelang akhir abad XX, di Eropa meletuslah antisemitisme. Antisemitisme adalah reaksi terhadap berkembangnya kapitalisme modern. Kebanyakan orang Eropa berkeyakinan bahwa kapitalisme modern tersebut direncanakan oleh persekongkolan Yahudi atau Freemasonry yang ingin mendominasi seluruh dunia dengan langkah-langkah yang sistematis.
Dengan tuduhan yang membabi buta ini, orang-orang Eropa membantai Yahudi. Salah satunya adalah Pogrom, pembantaian di Rusia. Akibatnya, terjadi migrasi besar-besaran Yahudi Rusia ke Palestina.
Merasa ketakutan oleh pembantaian tersebut, terjadilah eksodus besar-besaran Yahudi di seluruh dunia. Mereka membutuhkan tempat bertahan. Dengan penuh dendam, pada 14 Mei 1948, 37 orang Yahudi berkumpul untuk mendeklarasikan berdirinya negara Israel. Setelah berdiri, Israel memiliki kuasa penuh di Timur Tengah karena didukung Amerika Serikat.
Sebagai gantinya, orang-orang Yahudi yang kaya menginvestasikan modal mereka ke Amerika Serikat. Israel mengklaim sebagai negara yang berbasis pada kitab sebuah agama, yaitu Talmud. Padahal, Israel banyak sekali melanggar pasal-pasal dalam Talmud. Israel juga mengklaim bahwa tanah Palestina adalah tanah hadiah Tuhan kepada Ibrahim.
Karena Israel adalah salah satu keturunan Ibrahim melalui Yakub, Israel merasa berhak menguasai Palestina. Padahal, tidak akan ada orang zaman modern yang menganggap sah suatu hak kepemilikan yang didasarkan atas klaim yang dinyatakan berasal dari Tuhan. Lagipula, Israel bukan satu-satunya keturunan Ibrahim.
Demikianlah. Yahudi adalah pecahan bangsa Israel. Beberapa orang Yahudi mendirikan negara demi keamanan mereka. Lalu, dengan uang, mereka bisa membeli kekuasaan Amerika Serikat untuk melindungi dunia.
Bayangkan jika kita adalah Nabi Yakub, dan melihat bahwa gelarnya, Israel, digunakan oleh negara yang sewenang-wenang terhadap negara lain. Kata Israel yang berarti ‘Teman Dekat Tuhan’ sudah berubah menjadi ‘musuh bersama seluruh dunia’.
Seperti itulah sejarah Yahudi di dunia dan juga di negara kita. Semoga dengan mengetahui sejarah Yahudi kita bisa lebih bijak dalam menilai paham tersebut.

