Sekolah Autisme
Ilustrasi sekolah autisme
Kebutuhan akan sekolah khusus untuk anak-anak penderita autis saat ini mulai banyak dikembangkan. Sekolah autisme banyak didirikan di beberapa kota besar yang diharapkan dapat membantu anak-anak penderita autis untuk terus mendapatkan pendidikan. Program pendidikan sekolah autisme ini tentu saja berbeda dengan sekolah umum lainnya.
Sekolah autisme ini memang sebagian besar baru didirikan dan dikembangkan di Yogyakarta, Jawa Barat, Jakarta dan Sumatera Barat. Diharapkan ke depannya, sekolah autisme ini lebih banyak dikembangkan di daerah-daerah lain termasuk tempat yang terpencil. Pemerintah pusat terutama dinas pendidikan ikut membantu dalam melaksanakan program pendidikan bagi sekolah autisme ini.
Program/kurikulum sekolah autisme
Dari beberapa sekolah autisme yang telah didirikan, ada program atau kurikulum umum yang ditawarkan setiap sekolah autisme tersebut. Memang tidak semua anak penderita autisme diharuskan mengikuti program yang sama, tetapi lebih berdasarkan pada kebutuhan anak tersebut.
Program atau kurikulum yang ditawarkan oleh sekolah autisme ini sebenarnya bersifat terapi untuk mengajarkan anak-anak penderita autisme secara perlahan dan terpadu agar dapat mulai mengenal lingkungan serta dirinya sendiri. Terapi ini antara lain:
- Wicara
Salah satu yang ingin dikembangkan di sekolah autisme ini adalah untuk membantu dan memperlancarkan kemampuan bicara dari anak-anak penderita autis. Kemampuan bicara setiap anak penderita autis memang tidak sama. Ada yang bisa berbicara namun tidak bisa berkomunikasi dengan orang lain.
- Fisik atau Fisioterapi
Di sekolah autisme ini lebih banyak mengarahkkan pada perkembangan kemampusn fisik anak-anak penderita autis terutama dalam melatih motorik tubuh. Keseimbangan menjadi salah satu program yang ditawarkan dalam sekolah autisme ini agar anak-anak penderita autis lebih peka dan bisa menerima rangsangan dari lingkungan sekitar.
- Sosial
Penderita autis cenderung lebih banyak menutup diri dan tidak ingin bergaul dengan kawan-kawannya. Selain tingkat emosi mereka lebih tinggi yang menyebabkan mereka mudah marah dan tersinggung, penderita autis ini juga tidak mudah berinteraksi dengan orang lain. Sekolah autisme ini mengajari bagaimana anak-anak penderita autis agar dapat berinteraksi dan bergaul dengan orang lain.
Memiliki anak penderita autis memang membutuhkan kesabaran juga pendidikan yang khusus. Jangan takut untuk segera membawa anak Anda ke dokter jika terlihat memiliki ciri autis sejak kecil. Semakin cepat dilakukan pengobatan dan terapi, diharapkan anak penderita autis ini lebih cepat tertangani dengan baik.

