Keunggulan dan Ketentuan Masuk Sekolah Kedinasan
Ilustrasi sekolah kedinasan
Salah satu tujuan jenjang pendidikan selanjutnya para siswa yang lulus dari sekolah menengah atas adalah sekolah kedinasan. Sekolah kedinasan ini menjadi alternatif kedua setelah perguruan tinggi negeri karena dianggap kompeten untuk menjadikan muridnya menjadi pegawai yang kelak dibutuhkan banyak perusahaan ikatan dinas.
Sekolah kedinasan biasanya didirikan oleh instansi atas nama pemerintah karena bekerja di lingkungan pemerintahan. Akan tetapi, ada juga instansi lain yang mendirikan sekolah kedinasan secara independen dengan tetap berpedoman pada ikatan dinas atau ikatan sejenis.
Keunggulan Sekolah Dinas
Para siswa yang melanjutkan jenjang pendidikan ke sekolah kedinasan biasanya memiliki prospek kerja yang baik karena hampir seluruh sekolah kedinasan akan menyediakan pekerjaan untuk lulusan sekolah tersebut, terutama untuk mahasiswa yang berprestasi di bidang atau jurusan tertentu. Bahkan ada beberapa sekolah kedinasan yang tidak berikatan dinas, tetapi memberikan beasiswa penuh terhadap siswa yang berprestasi di jurusan yang ditekuninya.
Hampir semua sekolah kedinasan memiliki fasilitas cukup memadai untuk menjadikan lulusannya menjadi pegawai yang siap bekerja di mana saja. Selain itu, ada juga berapa peraturan yang harus dipatuhi oleh calon mahasiswa sebelum mereka masuk ke sekolah kedinasan.
Salah satu contoh peraturan tersebut adalah pendaftaran calon mahasiswa yang disertai dengan tes khusus dan diselenggarakan oleh sekolah kedinasan atau instansi pemerintah yang membawahkan atau mengawasi sekolah tinggi tersebut. Tes khusus ini biasanya didasarkan pada kemampuan calon mahasiswa yang ingin melanjutkan pendidikan ke sekolah kedinasan sesuai dengan jurusan yang dipilih mereka.
Sebagai contoh, sekolah kedinasan STAN (Sekolah Tinggi Akuntansi Negara) memiliki parameter tertentu sebagai syarat untuk mengukur kemampuan calon mahasiswanya, seperti calon mahasiswa diharuskan lulusan dari kelas IPS atau sekolah menengah kejuruan jurusan akuntansi dengan nilai ekonomi dan akuntansi yang tinggi.
Walaupun pada kenyataannya, tidak jarang pula kita menemukan mahasiswa sekolah kedinasan STAN yang merupakan lulusan kelas IPA saat SMA. Namun, hal tersebut bukanlah hal mutlak karena penilaian utama didapatkan dari hasil tes yang diberikan pihak sekolah kedinasan tersebut.
Selain STAN, sekolah kedinasan lain yang juga menjadi sekolah tinggi favorit di seluruh Indonesia adalah STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri), STIS (Sekolah Tinggi Ilmu Statistika), Politeknik Ilmu Pelayaran, dan lain-lain.
Sekolah kedinasan tersebut selain memberikan kemungkinan prospek yang baik dalam bidang pekerjaan, juga memberikan keuntungan lain dari segi finansial, yakni adanya keringanan dalam hal biaya karena hampir semua sekolah ikatan dinas membebaskan biaya pendidikan bagi mahasiswa mereka.
Walaupun ada beberapa sekolah kedinasan yang tidak membebaskan biaya pendidikan bagi mahasiswanya, namun kebanyakan dari sekolah tersebut menetapkan biaya pendidikan cukup murah jika dibandingkan sekolah tinggi non-kedinasan atau bahkan perguruan tinggi swasta.
Hal ini merupakan salah satu faktor mengapa banyak sekali lulusan sekolah menengah yang berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan kursi pendidikan di sekolah kedinasan. Selain mendapatkan biaya murah yang terjangkau, juga mendapatkan jaminan masa depan yang cukup menjanjikan.
Ketentuan Masuk Sekolah Kedinasan
Untuk bisa masuk ke sekolah kedinasan, dibutuhkan beberapa ketentuan yang harus ditepati atau dipatuhi oleh calon mahasiswa. Ketentuan tersebut meliputi saat pendaftaran sampai ke kegiatan belajar mengajar.
Saat pendaftaran dibuka, calon pendaftar bisa melakukan pendaftaran secara langsung atau secara online, sesuai dengan ketentuan sekolah kedinasan yang dituju. Setelah mendapatkan nomor pendaftaran dan kode pembayaran, calon pendaftar segera membayar biaya pendaftaran melalui tempat yang ditujukan kepada sekolah kedinasan tersebut.
Ada dua cara yang bisa ditempuh untuk melakukan pembayaran, yakni melalui bank yang direkomendasikan oleh sekolah kedinasan atau langsung datang ke sub keuangan sekolah kedinasan tersebut.
Untuk saat ini, sekolah kedinasan biasanya sudah lebih memilih pembayaran melalui jalur bank karena hal ini lebih mudah dan cepat dibandingkan pembayaran langsung ke sub keuangan.
Setelah membayar biaya pendaftaran, pendaftar akan diberikan kartu ujian sebagai tanda yang sah bahwa pendaftar bisa mengikuti tes pertama yang disediakan oleh instansi sekolah kedinasan. Kartu ujian tersebut harus dibawa saat melakukan daftar ulang sebelum seleksi dimulai.
Jika kartu ujian hilang, pihak sekolah kedinasan biasanya mewajibkan peserta untuk lapor ke bagian yang mengurus perizinan seleksi. Atau ada pula sekolah kedinasan yang mendiskualifikasi peserta jika kartu ujian hilang tanpa alasan yang jelas.
Banyaknya tes atau seleksi yang harus diikuti bergantung pada ketentuan masing-masing sekolah kedinasan. Ada yang melakukan ujian tulis hanya sekali, tetapi ada juga sekolah ikatan dinas yang menyelenggarakan tes tertulis lebih dari satu kali.
Ujian tertulis biasanya meliputi materi-materi umum yang berhubungan dengan jenis sekolah kedinasan. Sebagai contoh, Sekolah Tinggi Ilmu Statistika (STIS) akan memberikan tes tertulis yang berhubungan dengan ilmu Statistika (IPA), sedangkan Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) akan memberikan ujian tertulis berupa materi ekonomi dan akuntansi.
Jika seleksi pertama lolos, peserta berhak mengikuti seleksi kedua atau psikotes setelah pemeriksaan berkas selesai. Seleksi selanjutnya yang biasa diselenggarakan oleh sekolah kedinasan adalah seleksi kesehatan. Sebelum tahap tersebut dilewati, peserta diwajibkan untuk melakukan pemberkasan dengan menandatangani surat perjanjian ikatan dinas apabila peserta diterima di sekolah kedinasan tersebut.
Seleksi kesehatan pun berbeda-beda bergantung pada kebijakan tiap sekolah kedinasan. Ada yang melakukan tes kesehatan oleh puskesmas. Ada juga yang melakukan tes kesehatan secara militer.
Oleh karena itu, untuk bisa lolos mengikuti seleksi masuk sekolah kedinasan, dibutuhkan persiapan yang baik dari segi materi dan stamina fisik yang kuat karena tes biasanya dilakukan dalam jangka waktu dekat.
Apabila lolos seleksi terakhir, peserta berhak menjadi mahasiswa di sekolah kedinasan tanpa mengeluarkan biaya pendidikan, sesuai dengan peraturan yang berlaku di tiap instansi. Ada yang memberikan pembebasan biaya pendidikan penuh. Ada juga yang memberikan pembebasan biaya pendidikan dengan syarat-syarat tertentu, seperti standar nilai akademik tertentu atau standar lain yang berlaku di sekolah kedinasan tersebut.
Selain ketentuan di atas, ada pula ketentuan lain yang harus dipatuhi oleh mahasiswa sekolah kedinasan. Ketentuan lain tersebut meliputi penggunaan seragam setelah memasuki masa studi serta tidak menjalani ikatan dinas dengan instansi lainnya.
Penggunaan seragam di sekolah kedinasan biasanya dilakukan sebagai bagian dari pendisiplinan para mahasiswa yang kelak akan menjadi pegawai di suatu perusahaan dengan ikatan dinas. Kedisiplinan ini menjadi penting agar sekolah kedinasan juga memiliki akreditasi yang baik sebagai sekolah tinggi dengan lulusan terbaik.
Sementara itu, ikatan dinas tidak boleh dijalani secara rangkap oleh lulusan sekolah kedinasan karena hal itu akan mengganggu kinerja pegawai nantinya. Selain itu, hal itu juga akan menimbulkan kecemburuan sosial bagi lulusan lain yang hanya mengikuti satu ikatan dinas.
Dengan kata lain, masuk ke sekolah kedinasan memiliki berbagai keunggulan. Selain berkembang dari segi karier, lulusan sekolah dinas juga mampu bersaing secara jujur dan disiplin sesuai dengan ketentuan masing-masing sekolah dinas. Lulusan menjadi kompeten secara skill dan psikologis sehingga mampu berkembang di berbagai kondisi ruang kerja.

