Mengenal Sekolah Lapang Iklim
Iklim di suatu wilayah sangat berpengaruh terhadap pertanian di wilayah tersebut. Namun, hal tersebut bisa menjadi bumerang ketika petani tidak dapat memanfaatkan karakteristik dari iklim tersebut pada usaha pertaniannya. Oleh karena itu, Sekolah Lapang Iklim dapat menjadi salah satu solusinya.
Sekolah Lapang Iklim adalah sekolah lapang yang dilaksanakan di alam yang terbuka dengan memperdayakan petani. Tujuannya, yaitu agar petani memiliki kemampuan untuk membaca kondisi iklim serta kearifan lokal.
Hal ini diperlukan untuk melaksanakan budidaya pertanian yang lebih spesifik guna meminimalisir penurunan produksi akibat dampak dari fenomena iklim yang terjadi. Seperti sekolah pada umumnya, sekolah lapang iklim ini memiliki kurikulum, ada evaluasi belajar dan sertifikat tanda kelulusannya.
Perbedaan yang mencolok yaitu di sekolah lapang iklim sekolah dilaksanakan di alam terbuka, terdiri dari peserta dan fasilitator, materi pembelajaran dibangun oleh peserta sendiri dengan bantuan fasilitator dengan prinsip learning by doing dan learning by experiencing.
Asas yang Berlaku
Dalam sekolah lapang iklim terdapat beberapa asas yang mendasarinya, yaitu sebagai berikut.
- Sarana belajar yang utama adalah di lapangan.
- Cara belajar yang dilakukan melalui pengalaman.
- Adanya pengembangan perencanaan yang dimulai dari bawah.
- Tidak ada guru seperti di sekolah pada umumnya, yang ada hanya fasilitator yang bertindak sebagai pelayan yang membantu dalam kelancaran proses belajar.
- Mengkaji mengenai masalah agroekosistem dan iklim.
- Metode yang digunakan maupun bahan yang digunakan adalah sesuatu yang praktis dan tepat guna.
- Kurikulum berdasarkan keterampilan yang dibutuhkan oleh peserta pada suatu Sekolah Lapang Iklim tersebut.
- Pelaksanaannya dilakukan dalam satu musim tanam.
- Pelaksanaan dari Sekolah Lapang Iklim terdiri atas tahap persiapan dan tahap pelaksanaan.
- Peserta berasal dari 1 GP3A yang mewakili P3A (Perkumpulan Petani Pemakai Air) di bagian hulu, tengah dan juga bagian hilir.
- GP3A yang dipilih adalah GP3A yang aktif dalam kegiatan usaha taninya dan juga yang seringkali mengalami masalah dalam ketersediaan air.
- Lokasi yang menjadi pengamatan dan tempat belajar ditentukan oleh peserta yang dianggap paling representatif dengan kebutuhan terhadap meteri tertentu.
Trainer
Pemandu dari Sekolah Lapang Iklim sendiri bukanlah sembarang orang, melainkan memiliki persyaratan yang harus dipenuhi, di antaranya sebagai berikut ini.
- Sebelumnya pernah mengikuti TOT (Training On Trainer) sekolah lapang iklim.
- Menguasai metode pendidikan bagi orang yang sudah dewasa.
- Menguasai konsep mitigasi (meminimalisir dampak dari suatu bencana) dan adaptasi perubahan iklim serta mampu melakukan pengolahan data atau informasi iklim dan kearifan lokal untuk dibuat suatu rumusan mengenai strategi-strategi penanggulangan dampak dari adanya suatu perubahan iklim yang terjadi di lokasi tersebut.






