Memilih Sekolah Terbaik
Semua orang tua pasti ingin memberikan yang terbaik untuk buah hatinya. Tak hanya memenuhi kebutuhan sandang dan pangan, namun juga memilihkan sekolah terbaik untuk sang buah hati.
Pemilihan sekolah terbaik sudah dimulai sejak dini. Para orang tua beranggapan semakin dini memberikan pendidikan terbaik untuk anak-anaknya maka akan menjadi semakin baik. Anak-anak bisa sedini mungkin dipersiapkan untuk menghadapi tantangan berat di masa depan mereka.
Sekolah Terbaik adalah Keluarga
Sekolah terbaik bagi seorang anak adalah rumah dan keluarganya sendiri. Di dalam keluarga lah anak-anak mendapat bekal awal untuk kelak menjalani kehidupan di luar rumah.
Sebagai pendidik pertama, orang tua dituntut untuk mampu menanamkan nilai-nilai cinta kasih, percaya diri, kejujuran, kemandirian, keberanian, keterampilan, dan sebagainya kepada anak-anak.
Orang tua pun hendaknya mampu menjadikan dirinya sebagai model perilaku. Anak-anak adalah peniru ulung, mereka akan dengan cepat dan mudah meniru apa yang dilakukan atau dikatakan oleh orang tua mereka.
Jika orang tua ingin sang buah hati memiliki sifat jujur, maka orang tua pun harus memberi contoh sifat yang jujur. Jika orang tua ingin sang buah hati rajin belajar dan gemar membaca, maka orang tua pun harus memberikan contoh terlebih dahulu. Sulit mengharapkan anak akan menjadi senang belajar dan membaca jika orang tua lebih suka menonton televisi dan mengobrol dengan tetangga hingga berjam-jam.
Waktunya Bersekolah
Di jenjang TK, kebanyakan orang tua memilih menyekolahkan anaknya dengan alasan untuk belajar bersosialisasi. Bekal pintar dan cerdas dari keluarga akan kurang lengkap jika anak tidak memiliki keterampilan bersosialisasi dengan teman sebayanya.
Bagaimana ketika memilih SD? Apa yang dijadikan pertimbangan? Apakah sebaiknya memasukkan anak ke SD negeri, swasta, atau sekolah terpadu? Tak masalah sekolah negeri, swasta, atau terpadu. Tak semua SD swasta itu bagus, seperti halnya tak semua SD negeri itu buruk. Selalu ada level baik, buruk, atau sedang-sedang saja di setiap kategori sekolah.
Memilih Sekolah Terbaik
Berikut panduan untuk memilih sekolah terbaik bagi sang buah hati tercinta:
- Lokasi
Pilihlah sekolah yang lokasinya tak terlalu jauh dari rumah. Lokasi yang terlalu jauh akan membuat anak lelah di perjalanan. Kelelahan akan membuat akan kurang konsentrasi untuk belajar.
- Kondisi fisik sekolah
Kondisi fisik bukan satu-satunya jaminan. Banyak sekolah yang secara fisik tampak mentereng namun kualitasnya biasa-biasa saja. Namun setidaknya kondisi fisik sekolah yang baik akan membuat anak lebih nyaman belajar.
- Fasilitas sekolah
Apakah sekolah itu memiliki perpustakaan? Perpustakaan merupakan sebuah indikator bahwa sekolah tersebut memperhatikan pengembangan pendidikan dan potensi murid-muridnya. Perhatikan pula ketersediaan fasilitas lain seperti lapangan olah raga, tempat ibadah, kantin, hingga toilet.
- Rasio guru dan murid
Cari informasi tentang berapa jumlah murid yang berada dalam satu kelas. Jumlah murid yang terlalu banyak bisa memecah konsentrasi anak dan tidak kondusif untuk belajar. Di beberapa sekolah, ada dua orang guru dalam satu kelas. Adanya guru pendamping ini memungkinkan semua murid mendapat perhatian yang sama.
- Kualitas guru
Bagaimana kualitas pendidikan para gurunya? Apakah kebanyakan berpendidikan minimal sarjana atau di bawah itu?
- Biaya
Berapa biaya masuk dan biaya bulanan di sekolah itu? Apakah sekolah itu termasuk sekolah gratis? Biaya mahal tak selalu berbanding lurus dengan kualitas pendidikan. Demikian pula sebaliknya. SD negeri yang gratis dan mendapat dukungan BOS (Bantuan Operasional Sekolah) dari pemerintah juga bisa menjadi sekolah terbaik. Sesuaikan dengan kemampuan keuangan orang tua.
- Informasi dari pihak luar
Pihak sekolah umumnya hanya memberikan informasi yang baik-baik tentang sekolah. Agar lebih lengkap, cari informasi dari tetangga, saudara, rekan kerja, dan sebagai tentang sebuah sekolah atau tentang reputasi sekolah yang kita incar. Waspadai jika di sekolah tersebut pernah ada kasus pelecehan seksual atau kekerasan, baik yang dilakukan oleh sesama murid maupun oleh guru.
- Jangan mengedepankan gengsi
Jangan terjebak memilih sekolah hanya untuk menjaga gengsi orang tua.






