logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Pendidikan    Kuliah    Sekolah Tinggi    Sekolah Tinggi Perikanan

Sekolah Tinggi Perikanan - Mendidik Tenaga Profesional di Bidang Perikanan

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Sekolah Tinggi Perikanan merupakan sekolah tinggi negeri yang mendidik tenaga-tenaga profesional di bidang perikanan darat dan laut. Sekolah Tinggi Perikanan ini berada di bawah naungan Kementerian Kelautan dan Perikanan dan terletak di Jalan AUP Pasar Minggu, Jakarta Selatan.

Sejarah Sekolah Tinggi Perikanan

Indonesia dikenal sebagai negara maritim yang memiliki potensi besar akan hasil laut. Pada awal 1960-an, kondisi perikanan di Indonesia masih sangat memprihatinkan. Kondisi ini diperparah dengan tidak adanya perhatian pemerintah untuk memanfaatkan potensi besar dari hasil laut.

Waktu itu, pengelolaan hasil laut hanya dilakukan oleh nelayan-nelayan tradisional dengan menggunakan alat penangkapan, pengolahan, dan pemasaran yang sangat sederhana. Perlatan-peralatan ini jauh tertinggal dengan negara-negara lain.

Sementara itu, para ahli perikanan juga masih sedikit dan beberapa di antaranya mendapatkan pendidikan dari Jepang dan Jerman. Sistem pendidikan di Indonesia pada umumnya masih mengadopsi sistem pendidikan Belanda, yaitu pendidikan tidak diarahkan untuk menghasilkan tenaga pelaksana yang terampil di bidang usaha, termasuk di bidang perikanan.

Menteri Pertanian dan Agraria saat itu, Aziz Saleh, merasa sedih melihat kondisi perikanan di indonesia, khususnya para nelayan yang masih terbelakang dalam bidang teknik, sosial, dan ekonomi. Badan Pimpinan Umum Perikanan (BPU PERIKANI) adalah satu-satunya usaha perikanan yang berarti pada zaman itu. Perusahaan ini menjalankan usahanya di beberapa kota, seperti Jakarta, Surabaya, Semarang, Belawan, Manado, dan Ambon.

BPU PERIKANI berniat melakukan modernisasi perusahaan, tetapi terhambat karena tidak ada tenaga-tenaga nelayan yang berpendidikan sebagai pelaksana modernisasi tersebut. Melihat keadaan ini, Aziz Saleh menugaskan Ir. Soesilo Hardjoprakoso (Staff Menteri) untuk merencanakan pembentukan pendidikan khusus nelayan. Pendidikan ini bertujuan mencetak tenaga-tenaga ahli yang dapat mengembangkan perikanan di Indonesia, terutama dalam bidang usaha. Inilah awal mula berdirinya Sekolah Tinggi Perikanan.

Berdasarkan S.K. Menteri Pertanian tanggal 8 September 1960, dibentuklah Panitia Pendidikan Perikanan Laut yang diketuai oleh Imam Sutopo dan dibantu beberapa anggota (R.Pranyoto, A. Kartono, Suparso Malangyudo, Ir. Hadi Atmowarso). Tugas-tugas mereka adalah sebagai berikut.

  1. Memberikan saran kepada Menteri Pertanian mengenai bentuk dan susunan Badan Pendidikan Perikanan Laut yang akan menyelenggarakan pendidikan kejuruan.
  2. Menentukan kurikulum.
  3. Merencanakan lokasi pendidikan, anggaran, perlengkapan, dan tenaga-tenaga pengajar.

Pada awalnya, Ancol direncanakan menjadi tempat pendidikan perikanan karena dekat dengan laut dan sangat ideal untuk lembaga pendidikan perikanan. Namun, rencana tersebut tertunda. Akhirnya, Departemen Pertanian dan Agraria menjadikan kebun buah-buahan di daearah Pasar Minggu milik departemen tersebut sebagai tempat pendidikan. Sampai saat ini, tempat tersebut sudah menjadi kampus permanen Sekolah Tinggi Perikanan.

Berdasarkan S.K. Menteri Pertanian pada tanggal 9 Juni 1962, dibentuklah Badan Pendidikan bernama Lembaga Pendidikan Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) di Jakarta. Lembaga ini bertugas:

  1. mendirikan serta menyelenggarakan sekolah-sekolah usaha perikanan dari mulai tingkat menangah sampai tingkat akademi;
  2. menyelenggarakan kursus tambahan kepada nelayan dan pegawai-pegawai Departemen Pertanian dan Agraria;
  3. menyelenggarakan usaha-usaha pendidikan massal kepada masyarakat yang berminat pada usaha perikanan.

Berdasarkan S.K. Menteri Pertanian tanggal 7 September 1962, Akademi Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) ditetapkan sebagai akademi yang memberikan pendidikan dan pengajaran tinggi khusus keahlian di bidang usaha perikanan. Direktur pertama Sekolah Tinggi Perikanan adalah Dr. Rustam Singgih dan akademi ini memiliki tiga jurusan, yaitu:

  1. Teknik Penangkapan;
  2. Teknologi Perikanan;
  3. Ekonomi Perikanan, Pemasaran, dan Ketatalaksanaan Usaha (Manajemen).

Sesuai dengan Keputusan Presiden RI tahun 1974, Akademi Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) diserahkan tanggung jawabnya dari Direktorat Jenderal Perikanan kepada Badan Pendidikan, Pelatihan dan Penyuluhan Pertanian. Sejak saat itu juga, Direktur Akedemi Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) bertanggung jawab langsung kepada Kepala Badan. 

Karena masih terbatasnya fasilitas pendidikan dan kurangnya tenaga pengajar di Sekolah Tinggi Perikanan waktu itu, sehingga hanya ada jurusan, yaitu Jurusan Teknik Penagkapan pada angkatan pertama. Pada 1968, terjadi suatu peristiwa bersejarah bagi Akademi Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan). Pada waktu itu, di Sumatera Utara ada sebuah perusahaan perikanan yang bekerja sama dengan Jepang dalam hal pengoperasian kapal penangkap. 

Sebagian alumni Akademi Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) bekerja sama dengan tenaga-tenaga asal Jepang di atas kapal. Pada suatu waktu, pernah terjadi perselisihan antara awak kapal berbangsa Indonesia dengan awak kapal berkebangsaan Jepang. Akibat dari kejadian itu, alumni-alumni Akedemi Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) melakukan tindakan indisipliner. 

Buntut dari peristiwa tersebut, Direktur Jenderal Perikanan saat itu, Nizam Zachman, menugaskan kepada Direktur Akademi Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) untuk melakukan beberapa tugas, yaitu:

  1. membenahi kurikulum;
  2. meningkatkan pembinaan mental disiplin;
  3. merencanakan tempat pendidikan, anggaran, perlengkapan, dan tenaga pengajar; dan
  4. mengganti istilah “sarjana muda perikanan” dengan Ahli Penangkap Ikan dan Ahli Pengolahan Ikan. 

Sesuai dengan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI nomor 0128/V/1983, tanggal 6 Mei 1983, Diklat Akademi Usaha Perikanan (Sekolah Tinggi Perikanan) sudah disahkan sebagai Program Diploma 3 (D3) bidang Perikanan dalam lingkungan Departeman Pertanian. 

Seiring dengan perkembangan zaman, Diklat AUP dtingkatkan statusnya menjadi Sekolah Tinggi Perikanan dengan tiga jurusan, yaitu Ekologi Penangkapan Ikan, Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan dan Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan. Pada 2004, jurusan di Sekolah Tinggi Perikanan bertambah menjadi empat jurusan dengan bergabungnya jurusan Penyuluhan Perikanan di Cikaret, Bogor. Sementara itu, Program Pasca Sarjana jurusan Bisnis Manajemen Perikanan di Sekolah Tinggi Perikanan dkibuka pada 2009.

Lambang Sekolah Tinggi Perikanan

  1. Gambar kompas yang berisi arah delapan penjuru angin dengan warna kuning emas melambangkan para taruna yang berasal dari seluruh wilayah nusantara dan siap menjelajahi lautan. 
  2. Ikan torani dengan warna kuning emas melambangkan sikap tangkas, cekatan, dan kreatif dalam menjalankan tugas.
  3. Bintang timur berwarna putih melambangkan cita-cita luhur dan tidak lupa akan sifat-sifat budaya timur.
  4. Gelombang samudera dengan warna putih artinya semangat bergelora tanpa henti. 
  5. Rumput laut yang memiliki akar bercabang lima melambangkan jangkauan ilmu yang luas. 
  6. Tulisan Sasanti Jalanidhitah Sarva Jivitam dengan warna hitam di dalam pita warna putih artinya laut adalah sumber kehidupan

Sistem Pendidikan di Sekolah Tinggi Perikanan

Perkuliahan di Sekolah Tinggi Perikanan menggunakan sistem SKS dengan jumlah 155 SKS. Jumlah SKS ini dibagi dibagi ke dalam dua unsur, yaitu teori dan praktik. Kegiatan praktik dilaksanakan melalui tiga cara, yaitu:

  • praktik laboratorium;
  • praktik lapangan; dan
  • praktik magang kerja.

Sistem pendidikan di Sekolah Tinggi Perikanan juga ditunjang dengan pembinaan fisik dan mental menggunakan sistem semi militer. Hal ini bertujuan membekali para taruna dengan disiplin yang tinggi dan karakter kuat. Selain itu, juga untuk mengembangkan sikap kepemimpinan dan kapabilitas ilmu pengetahuan.

Jurusan dan Program Studi di Sekolah Tinggi Perikanan

  1. Jurusan Teknologi Penangkapan Ikan (Program Studi Teknologi Penangkapan Ikan dan Program Studi Permesinan Perikanan);
  2. Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan yang meliputi Program Studi Teknologi Pengolahan Hasil Perikanan (TPH);
  3. Jurusan Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan yang meliputi Program Studi Teknologi Akuakultur (TAK) dan Teknologi Pengelolaan Sumber Daya Perairan (TPS);
  4. Jurusan Penyuluhan Perikanan yang meliputi Program Studi Penyuluhan Perikanan (PP).
Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Jurnal Hayati IPB
  • Adhi Makayasa untuk Lulusan Terbaik Akmil
  • STIS: Sekolah Tinggi Ilmu Statistik
  • Pendaftaran STAN Ternyata Mudah
  • STT Telkom Bandung Siapkan Tenaga ICT Profesional
  • Mengenal 5 Jalur Ujian Masuk IPB
  • Pendaftaran Taruna Akmil dan Kesiapan Mental Calon Taruna
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA