logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Pasti    Ilmu Biologi

Karakteristik Sel Hewan dan Perbedaannya dengan Sel Tumbuhan


Ilustrasi sel hewan

Sel hewan merupakan nama umum dari sel eukariotik yang menyusun jaringan hewan. Sel hewan berbeda dengan sel eukaroitik lainnya, seperti sel tumbuhan karena tidak mempunyai dinding sel dan kloroplas. Biasanya, sel hewan mempunyai vakuola yang lebih kecil, bahkan tidak ada. Karena tidak memiliki dinding sel yang keras, sel hewan bervariasi bentuknya.

Pada awalnya sel digambarkan pada tahun 1665 oleh seorang ilmuwan Inggris Robert Hooke yang telah meneliti irisan tipis gabus melalui mikroskop yang dirancangnya sendiri.

Kata ‘sel’ berasal dari kata Latin “cellulae” yang berarti 'kamar-kamar kecil'. Anton van Leeuwenhoek melakukan banyak pengamatan terhadap benda-benda dan jasad-jasad renik dan menunjukkan pertama kali pada dunia ada "kehidupan di dunia lain" yang belum pernah dilihat oleh manusia.

Bahasan tentang sel merupakan hal mendasar untuk memahami organisme, karena sel adalah struktur dan fungsi terkecil dari organisme, dan hampir semua organisme tersusun atas sel. Sel umumnya tersusun atas membran, sitoplasma, dan inti. Ada organisme yang tidak tersusun atas sel contohnya virus.

Virus tidak memiliki sitoplasma, hanya terdiri atas protein, RNA atau DNA, karbohidrat, lemak, dan mineral. Organisme seluler ada yang terdiri atas satu sel atau uniseluler dan ada yang terdiri atas banyak sel atau mulltiseluler. Cabang biologi yang membahas khusus tentang sel disebut sitologi.

Sel memiliki karakter tertentu sehingga dapat memberikan gambaran saat diberi pewarnaan. Karakter tersebut memberikan gambaran atas peran fungsional sel seperti kemampuan sekresi, keaktifan sel dalam produksi protein, endokrin, pergerakan, absorpsi, ekskresi, perlindungan, reproduksi, kematian sel, dan sebagainya.

Karakteristik

Sel hewan bentuknya bervariasi karena tidak memiliki dinding sel yang keras. Protoplasmanya hanya dilindungi oleh membran tipis dan tidak kuat. Ada beberapa sel hewan (khususnya hewan bersel satu) yang terlindungi oleh cangkok keras dan kuat. Cangkok ini umumnya tersusun dari zat kersik dan pelikel serta banyak terdapat pada Euglena dan Radiolaria.

Beberapa organel pada sel hewan dan sel tumbuhan ada yang berbeda, ada beberapa organel pada sel hewan yang tidak terdapat pada sel tumbuhan, begitupun sebaliknya dengan sel tumbuhan, ada beberapa organel sel tumbuhan yang tidak terdapat pada sel hewan, diantaranya : pada sel hewan terdapat lisosom dan sentriom, sedangkan pada sel tumbuhan terdapat dinding sel,vakuola, plastid, dan peroksisom.

Pada umumnya, sel hewan tidak mempunyai vakuola. Jika terdapat vakuola, ukurannya pun sangat kecil. Amoeba dan Paramaecium adalah beberapa jenis hewan bersel satu yang memiliki vakuola.

Vakuola terbagi dalam dua macam, yaitu vakuola kontraktil (alat osmoregulasi) dan vakuola kontrkatil (penyimpanan makanan). Sementara itu, bagian terbesar pada sel hewan adalah nukleus.

Di dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol tersebut ada dalam satu tempat yang disebut sentrosom. Pada saat terjadi pembelahan sel, setiap sentriol memisahkan diri menuju kutub belawanan dan memancarkan benang-benang gelendong pembelahan yang akan menjerat kromosom.

Bagian-bagian Sel Hewan dan Fungsinya

a. Membran Sel

Membran sel adalah suatu struktur lapisan elastic yang sangat tipis melapisi seluruh bagian sel. Membrane sel disebut juga membran plasma atau plasmalemma. Berfungsi untuk mengatur pertukaran zat, sebagai pelindung, tempat menerima rangsang.

b. Nukleus

Nukleus adalah inti sel. Nukleus merupakan struktur yang besar dalam sel, dimana hampir di semua sel hanya ada satu nukleus, yang merupakan campuran granula yang kaya DNA dan protein DNA yang lebih dikenal sebagai gen. Nukleus adalah organel sel yang utama, di mana didalamnya terdapat kromatin, benang panjang DNA. Berfungsi sebagai tempat pengendalian aktivitas sel, tempat DNA yang berfungsi sebagai faktor keturunan.

c. Retikulum Endoplasma

Retikulum endoplasma merupakan salah satu bagian dari organel sel yang terdapat di dalam sitoplasma. Retikulum endoplasma adalah saluran kecil di dalam saluran sitpolasma yang dibatasi oleh embrane, bisa halus bisa kasar, sesuai dengan banyaknya ribosom yang melekat. Berfungsi sebagai sintetis dan transportasi berbagai macam zat kimia.

d. Kompleks Golgi

Aparatus golgi disebut juga sebagai kompleks golgi atau badan golgi. Kompleks golgi atau aparatus golgi merupakan saluran-saluran yang terletak di dekat nukleus dan terlibat dalam proses sekresi. Sekresi misalnya hormone dan neurotransmitter. Berfungsi untuk merakit mikro molekul yang kaya karbohidrat.

e. Ribosom

Berfungsi sebagai tempat berlangsungnya sintesa protein.

f. Mitokondria

Mitokondria merupakan organel sel yang berbentuk filament atau granula. Mitokondria merupakan unit sel penghasil tenaga yang dikenal sebagai power houses (pusat tenaga) dimana 95% ATP yang dibentuk berada di mitokondria. Mitokondria terletak di sitoplasma. Mitokondria berbentuk tongkat-tongkat kecil yang berfungsi dalam proses katabolisme dan respirasi sel dalam rangka membentuk energi.

g. Lisosom

Lisosom adalah organel yang termasuk dalam sistem endomembran, produk atau hasil ER kasar dan Golgi aparatus. Lisosom merupakan kantung terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang digunakan untuk mencerna makromolekul. Nama lisosom berasal dari dua kata Latin yang berarti badan pemecahan. Terdapat enzim lisosom yang dapat menghidrolisis protein, polisakarida, lemak, dan asam nukleat. Enzim-enzim tersebut bekerja sangat baik pada keadaanasam kira-kira pada pH 5. Berfungsi sebagai tempat mencerna bahan-bahan dari luar sel dan bahan yang tidak dipakai dari dalam sel.

h. Badan Mikro

Berfungsi mengandung enzim katalase dan oksidasi disebut perolisisum, yang mengandung enzim untuk daun asam glioksiat disebut pada tumbuhan.

i. Sentrosom

Berfungsi sebagai peran dalam pembelahan sel yaitu pada pergerakan kromatin.

j. Sentriol

Dalam satu sel hewan terdapat dua sentriol. Kedua sentriol ini terdapat dalam satu tempat yang disebut sentrosom. Sentriol berperan dalam proses pembelahan sel, yang  terjadi secara mitosis dan miosis. Berfungsi untuk mengontrol pembentukan benang-benang gelondong selama pembelahan sel.

Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Sel tumbuhan mempunyai beberapa karakteristik yang tidak ditemukan pada sel hewan. Jika kita perhatikan, beberapa jenis hewan (invertebrata dan vertebrata) mampu melakukan pergerakan untuk berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya. Contohnya seekor harimau yang berlari cepat mengejar mangsanya. Hal ini karena struktur satuan penyusun jaringan tubuhnya tidak kaku atau lentur.

Tumbuhan sama sekali tidak dapat melakukan pergerakan karena sifatnya menetap dan kaku. Perbedaan inilah yang menegaskan bahwa komponen penyusun sel pada hewan berbeda dengan penyusun sel pada tumbuhan. Tumbuhan dapat mensintesis atau menghasilkan makanan sendiri, sedangkan hewan tidak mampu sama sekali.

Berikut beberapa perbedaan sel hewan dan tumbuhan

1. Lisosom

Lisosom adalah organel sel membran yang hanya terdapat pada sel hewan. Lisosom berisi enzim hidrolitik (lipase dan protease) dan berfungsi saat proses pencernaan intraseluler.

2. Dinding Sel

Dinding sel hanya terdapat pada sel tumbuhan sehingga sel tumbuhan bersifat kokoh dan kaku (tidak lentur seperti sel hewan). Dinding sel ini banyak tersusun atas selulosa (suatu polisakarida yang terdiri dari polimer glukan atau polimer glukosa).

3. Sentriol

Sentriol adalah organel tak bermembran dan hanya ditemukan pada sel hewan. Sentriol berukuran kecil, jumlahnya hanya sepasang, dan letaknya dekat dengan membran inti dalam posisi tegak lurus. Organel ini akan memisahkan diri satu sama lain dan membentuk gelendong pembelahan pada saat berlangsungnya pemebalahan sel.

4. Kloroplas

Kloroplas adalah organel sel bermembran yang hanya terdapat pada sel tumbuhan. Kloroplas mangandung pigmen fotosintesis yang dapat melangsungkan proses fotosintesis. Oleh karena itulah, tumbuhan digolongkan sebagai produsen karena mampu memproduksi makanan sendiri.

5. Cincin Kontraktil

Cincin kontraktil hanya terdapat pada sel hewan dan terbentuk saat pemebelahan sel (pada tahap sitokinesis atau pembagian sitoplasma sel anak). Pembagian ini terjadi setelah pembagian kriokinesis (materi inti). Hal ini berbeda dengan sel tumbuhan, yaitu sesudah pembagian materi selesai, dinding sel baru terbentuk tanpa adanya cincin kontraktil.


Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Struktur Sel pada Anatomi Tumbuhan
  • Pencernaan pada Manusia yang Menakjubkan
  • Ciri dan Bentuk Bakteri
  • Orgasme Wanita - How It Works
  • Sistem Gerak pada Tubuh Manusia
  • Mengenal Enzim-Enzim Pencernaan Manusia
  • Manfaat Bawang Merah Bukan Sekadar Bumbu Masak
  • Nata dan Bakteri Acetobacter Xylinum
  • Sistem Pernapasan Manusia
  • Fungsi Sel Tumbuhan
  • Mengenal Organ Tubuh Manusia
  • Sifat-Sifat Enzim
  • Mengenal Sistem Pencernaan pada Katak
  • Manfaat Bakteri Lactobacillus Bulgaricus
  • Cabang Ilmu Biologi dalam Kehidupan Kita
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA