Sembilan Elemen Jurnalisme
Jurnalisme memiliki sembilan elemen penting yang harus diaplikasikan dalam menjalankan fungsinya. Sembilan elemen jurnalisme tersebut merupakan navigasi agar jurnalisme tidak terkonglomerasi atau termanipulasi.
Sebab, jurnalisme memiliki peran yang sangat strategis dalam membangun dan mencerdaskan masyarakat. Bahkan, boleh dikatakan jurnalisme hadir untuk memenuhi hak-hak warga negara.
Sembilan elemen jurnalisme menjaga agar jurnalisme memenuhi fungsinya sebagaimana disebut di muka.
Elemen 1: Mengejar Kebenaran
Jurnalisme harus mengejar kebenaran untuk disampaikan kepada masyarakat, agar masyarakat tahu kebenaran tersebut. Dalam definisi “kebenaran jurnalistik” adalah kewajiban jurnalisme untuk menyampaikan “fakta yang sebenarnya”, tidak ditutup-tutupi karena kepentingan tertentu, atau memihak dan tidak berimbang.
Sedangkan “kebenaran” sendiri menjadi wilayah privat masing-masing orang, di mana mereka merumuskan penilaian sendiri terhadap kebenaran tersebut.
Elemen 2: Komitmen kepada Publik
Jurnalisme berada pada silang kepentingan tiga pihak, yakni: pembaca, pengiklan, dan publik (masyarakat). Masing-masing pihak memiliki kepentingan. Namun, jurnalisme memiliki prinsip bahwa loyalitas pertamanya adalah kepada masyarakat.
Dengan prinsip tersebut, diharapkan jurnalisme tidak menjadi ajang komersialisme, kendaraan politik, atau terdistorsinya kebenaran karena kepentingan pihak-pihak tertentu.
Elemen 3: Displin dalam Verifikasi
Jurnalisme harus menyampaikan berita, bukan cerita. Apa yang membedakan jurnalisme dengan cerita fiksi adalah adanya verifikasi. Verifikasi adalah proses menyaring desas-desus, gosip, ingatan-ingatan yang keliru, prasangka, dan sebagainya.
Verifikasi menjamin akurasi. Verifikasi memisahkan fakta dari propaganda, fiksi, dan seni. Karena itu, disiplin dalam verifikasi pada hakikatnya adalah memberikan hak masyarakat atas suatu fakta tanpa ada tendensi dan keberpihakan.
Elemen 4: Independensi
Jurnalisme harus objektif, tidak boleh subjektif, dan objektifitas sangat dipengaruhi oleh independensi. Independensi berbeda dengan netralitas. Independensi berkaitan erat dengan integritas. Integritas bersaudara dengan kejujuran. Jadi, independensi bisa juga dimaknai sebagai kejujuran tanpa dipengaruhi oleh kedekatan hubungan, emosi pribadi, dan hal-hal yang bersifat subjektif.
Elemen 5: Memantau Kekuasaan
Jurnalisme harus mendukung demokrasi, dan dalam posisinya yang berkomitmen kepada masyarakat, maka jurnalisme adalah media pantau terhadap kekuasaan. Tujuannya adalah mendorong kekuasaan dan lembaga-lembaga kuat dalam masyarakat untuk tidak melakukan hal-hal buruk yang menghilangkan hak rakyat atau pihak lemah.
Elemen 6: Menyediakan Forum Kritik dan Dukungan Publik
Jurnalisme hendaknya menjadi media dialogis antara kekuasaan dan rakyat. Sesuai dengan demokrasi, jurnalisme semestinya menjadi forum publik dalam menyampaikan kritik maupun dukungan, dan sekaligus sebagai media klarifikasi bagi kekuasaan, sehingga pada akhirnya ditemukan titik kompromi.
Elemen 7: Daya Tarik dan Relevansi
Jurnalisme harus mampu menyampaikan fakta dengan cara yang menarik. Jika tidak, maka kebenaran tidak akan terkomunikasi. Tapi, prinsip “memberikan daya tarik” tersebut tidak boleh mengabaikan prinsip relavansi. Jadi, jurnalisme harus menarik dan relevan dalam waktu yang bersamaan.
Elemen 8: Proporsional dan Komprehensif
Jurnalisme harus menyampaikan fakta secara komprehensif dan proporsional, sebab dua hal tersebut adalah kunci utama mencapai akurasi. Komprehensif berarti luas dan menyeluruh. Proporsional berarti seimbang dan sebanding.
Elemen 9: Mengikuti Hati Nurani
Jurnalisme hendaknya mengikuti hati nurani. Hati nurani mengakomodasi etika dan estetika. Dengan hati nurani, jurnalisme bisa mengambil inti sari dari suatu masalah yang remang dan kabur. Hati nurani menyuarakan kebenaran umum yang merupakan anugerah Tuhan kepada setiap manusia.
Kesembilan elemen jurnalisme tersebut hendaknya menjadi acuan pagi setiap jurnalis, sebab itu adalah navigasi utama dalam mengemban tugas jurnalistik sebagai media penyambung suara rakyat, suara keadilan dan kebenaran.






