logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Rumah & Taman    Rumah    Rumah

Proses Produksi Semen


Ilustrasi semen

Semen adalah bahan bangunan yang kemungkinan besar paling pertama terpikir jika kita bicara soal jenis bahan bangunan. Bagaimana tidak, untuk membuat beton dan pondasi, merekatkan bata, keramik, batu alam, melicinkan dinding, membentuk relief, semua membutuhkan semen. Untuk itu kita membutuhkan semen yang bermutu, kuat dan kokoh serta dapat menampilkan bangunan dengan kualitas permukaan dinding yang prima.

Tahapan Proses Produksi Semen

Bahan baku utama semen adalah batu kapur, pasir silica, tanah liat, pasir besi dan gypsum. Secara garis besar proses produksi semen sebagai berikut :

  1. Penambangan
    Batu kapur ditambang dengan cara peledakan dan penggalian, yang kemudian diangkut ke tempat penghancuran yang berdekatan dengan lokasi tambang. Batu kapur, tanah liat dan pasir silika diangkut menggunakan conveyor belt atau dengan truk.
  2. Pengeringan dan penggilingan
    Semua bahan baku dikeringkan dalam alat pengering yang berputar (rotary dryer) dengan memanfaatkan gas panas yang berasal dari tanur putar (kiln), yang kemudian dimasukkan ke dalam alat giling bahan baku (raw grinding mill) sehingga menghasilkan tepung baku dan disimpan di tempat penyimpanan (raw meal silos).

  3. Pembakaran dan pendinginan
    Tepung baku dimasukkan ke dalam prakalsinasi (precalciners) dan dibakar dalam tanur putar sehingga menghasilkan klinker. Klinker panas kemudian dialirkan ke dalam alat pendingin klinker (clinker cooler). Klinker yang telah dingin kemudian dipindahkan ke tempat penyimpanan klinker (clinker silos).
  4. Penggilingan akhir
    Dari clinker silos, klinker dicampur dengan gypsum dan digiling dalam alat penggiling akhir (finish grinding) untuk menghasilkan semen. Semen tersebut kemudian dipompa ke dalam tempat penyimpanan semen (cement silos).
  5. Pengemasan
    Pengemasan dilakukan dengan mesin pengantongan berkecepatan tinggi. Kantong yang telah terisi, ditimbang dan ditutup secara otomatis dan dimuat ke dalam truk melalui conveyor belt. Sesuai dengan Standar Nasional Indonesia (SNI), saat ini desain kemasan pun semakin disempurnakan dengan menampilkan bagan prosedur / cara penggunaannya.
  6. Pengendalian mutu
    Untuk menjaga konsistensi produksi semen yang berkualitas tinggi, maka sebaiknya terdapat sistem kendali mutu yang modern dengan menggunakan alat pengambil contoh otomatis, perangkat analisa otomatis sinar-X dan proses komputer yang secara terus menerus memantau perbandingan campuran bahan baku yang sesuai dengan standar yang telah ditentukan.
Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Rumah Bob Sadino
  • Beberapa Kemungkinan untuk Memiliki Rumah Gratis
  • Langkah Mudah Dapatkan Overkredit Rumah Murah
  • Sekilas Mengenai Jenis-Jenis Kunci
  • Bogor Nirwana Residence - Konsep Kota Hijau untuk Harmoni Kehidupan
  • Pernak-Pernik Rumah Minimalis
  • Aneka Bentuk Perumahan Jakarta
  • Tips Dekorasi Kamar Tidur Sempit
  • Memanfaatkan Jasa Bangun Rumah Murah
  • Pintu Bagian Tak Terpisah dari Sebuah Bangunan
  • Berbagai Cara Melakukan Cek Tagihan Listrik
  • Iklan Gratis Jual Rumah Melalui Berbagai Media
  • Tips Mencari Rumah Idaman di BSD
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA