Senam Otak, Penting Untuk Otak !
Ilustrasi senam otak
Bagian tubuh mana yang memerlukan aktivitas senam? Catat, bukan hanya bagian tubuh yang terlihat seperti tangan, kaki, perut, panggul dan pinggang, tetapi juga organ yang terletak di dalam tengkorak kepala Anda. Ya, Otak juga memerlukan senam, yaitu senam otak. Senam penting untuk otak! Dengan melakukan senam khusus untuk otak ini, otak akan aktif dan tidak mudah ‘tumpul’ sehingga terhindar dari penyakit yang sering menyerang otak.
Organ Vital
Sebagai bagian tubuh yang paling vital dan mengatur fungsi tubuh keseluruhan, otak bisa mengalami kelelahan. Ibarat CPU (central processing unit) pada computer, ketika beban kerja yang harus dilakukan sangat berat, kinerja yang dihasilkan juga akan berkurang. Apalagi ketika asupan makanan untuk otak tersebut tidak dipenuhi dan bebannya terus bertambah. Dikhawatirkan ketika beban ini semakin banyak dan tidak bisa mengendalikannya, minimal sakit kepala.
Bahkan kanker otak pun bisa dialami. Sakit kepala ringan seharusnya bisa ditangani tanpa harus mengkonsumsi obat-obatan kimia. Kalaupun tidak tertahankan, biasanya bisa menggunakan minuman herbal yang mengandung jahe. Setelah tubuh menjadi hangat, lalu tidur pun menjadi nyenyak. Bila perlu, beri minuman herbal itu sedikit pala agar tidur menjadi lebih nikmat. Selain itu, habbatussaudah atau jintan hitam juga bisa digunakan sebagai salah satu asupan vitamin yang mampu memberikan energi kepada otak.
Kalau otak tidak dijaga, yang terjadi adalah kerusakan otak. Tanda-tanda kerusakan otak ini bisa dimulai dari kekuatan memori yang berkurang atau daya menganalisis sesuatu menjadi sedikit terhambat. Keadaan ini memang bisa diatasi namun tidak bisa dalam waktu yang cepat. Beberapa kegiatan atau gerakan bisa meningkatkan kekuatan otak. Selain asupan makanan yang seimbang. Minum susu dan jenis tanaman tertentu bisa dimakan sebagai salah satu bentuk membuat otak bertahan pada kondisi yang baik.
Senang bersahabat dengan banyak orang dan senang melakukan kegiatan yang membuat hati senang. Orang yang tidak memikirkan otaknya biasanya mudah stres dan terlalu dalam memikirkan masalahnya. Padahal semua orang mempunyai masalah. Bagi yang tidak terlalu menghiraukan masalah dan menganggap bahwa masalah itu sebagai bagian dari kehidupan, maka masalah hanya sesuatu yang dihadapi dengan senang hati dan tidak harus gelisah.
Beberapa aktivitas seperti mengisi teka-teki silang dan membaca serta sering bersyukur dan tetap bersabar dengan apa yang sedang dihadapi akan membuat kondisi otak menjadi tetap bagus. Orang dengan otak yang bagus biasanya terlihat lebih cerah dan lebih mampu menghadapi tantangan dalam kehidupannya. Mereka akan terlihat lebih aktif dan lebih banyak memberikan waktunya untuk kegiatan yang positif. Bila orang yang banyak melakukan aktivitas yang merusak dirinya, biasanya otaknya tidak terlalu bagus.
Ciri otak yang bagus itu memang penuh dengan hal-hal yang positif. Salah satu cara melakukan senam untuk otak adalah dengan sering menggunakan kedua belah tangan secara seimbang. Melakukan hal yang berbeda setiap harinya, juga merupakan senam untuk otak. Selain itu, melakukan gerakan yang sederhana seperti membuat angka delapan sambil menyilangkan kaki juga bagus untuk otak.
Lebih Jauh Dengan Senam Untuk Otak
Otak yang kurang bagus pada manusia terlihat antara lain dari ingatan yang berkurang, kurangnya kesadaran, dan koordinasi gerakan tubuh yang tidak sinkron. Senam otak dikembangkan oleh salah satu peneliti tentang otak di Amerika Serikat Paul E Dennison, Gail E Dennison dan Dr. Phil. Mereka memandang perlunya serangkaian gerakan-gerakan fisik yang ditujukan khusus untuk memperbaiki fungsi otak dari berbagai dimensi.
Senam untuk otak terbagi menjadi 3 jenis tipe gerakan menyesuaikan dengan dimensi otak. Dimensi tersebut adalah :
Dimensi Lateralis
Dimensi ini membagi otak menjadi dua bagian yaitu otak kiri dan otak kanan. Sudah sangat sering disebutkan bahwa sinergi yang baik antara kedua belahan otak ini akan menghasilkan daya kerja otak yang luar biasa. Permasalahan yang ditimbulkan dari dimensi otak ini adalah terpengaruhnya learning ability atau kemampuan untuk belajar.
Contoh gerakan yang menstimulasi otak dimensi lateralis adalah gerakan menyentuh anggota badan secara silang. Misalnya tangan kanan diperintahkan untuk menyentuh lutut kiri dan sebaliknya yang dilakukan secara cepat.
Gerakan lain untuk dimensi otak ini adalah menggambarkan angka delapan berbaring dengan ibu jari mulai dari bagian tengah atau pusat, lalu ke bagian atas kiri, ke kiri bawah, tengah kembali, ke kanan atas dan ke kanan bawah. Peserta seolah-olah menggambarkan angka delapan ini di depan tubuhnya.
Dimensi Pemfokusan
Dimensi ini membagi otak menjadi dua bagian yaitu otak bagian depan (frontal lobes) dan otak bagian belakang atau batang otak (brain stem). Permasalahan dengan dimensi otak ini adalah terpengaruhnya kemampuan ekspresi dan komunikasi.
Contoh gerakan untuk menstimulasi dimensi otak ini adalah gerakan mengaktifkan tangan. Salah satu tangan diangkat lurus di samping kuping, sementara tangan satu lagi memegang tangan yang diangkat pada bagian siku sehingga membentuk sudut 90 derajat. Pada saat ini jari-jari tangan yang diangkat dibuka dan ditutup bergantian selaras dengan irama nafas.
Dimensi Pemusatan
Dimensi ini membagi otak menjadi otak tengah atau limbic, bagian yang terkait dengan emosi, dan otak besar atau cerebral cortex. Permasalahan dengan dimensi otak ini adalah permasalahan untuk mengungkapkan emosi. Contoh gerakan yang menstimulasi dimensi otak ini adalah gerakan menekan saklar otak pada tulang selangka kiri dengan jari kanan, sementara jari tangan kiri memegang pusar.
Apakah Manfaat Senam Otak ?
Manfaat dari senam otak antara lain :
* Melepaskan otak dari ketegangan.
* Meningkatkan kecerdasan akademik.
* Mengurangi stress.
* Memperbaiki kondisi emosional yang berpengaruh pada kondisi sosial.
* Meningkatkan daya ingat.
* Meningkatkan kemampuan berbahasa.
Setelah mengetahui manfaat senam otak yang luar biasa, pilihan tergantung pada Anda untuk melakukannya.
Jangan Remehkan Senam Otak
Pikun merupakan salah satu penyakit yang paling ditakuti sebagian orang. Pikun biasanya menyerang orang yang berusia lanjut, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga terjadi pada orang-orang yang masih muda. Agar terhindar dari penyakit ini, Anda harus mulai menjaga kebugaran otak Anda sejak dini. Salah satunya dengan melakukan senam otak.
Otak besar terbagi atas dua bagian, yaitu otak kanan dan otak kiri. Otak kanan berfungsi sebagai tempat yang mewakili perasaan dan emosi, cara pikir nonverbal, bakat seni dan musik. Sedangkan otak kiri mewakili kemampuan analisa, logika, berhitung, dan bahasa.
Mengenal Senam Otak
Senam otak pertama kali diperkenalkan oleh pakar peneliti otak yang berasal dari Amerika Serikat yang bernama Paul E. Denisson Ph. D. Senam otak atau brain gym merupakan gerakan sederhana yang dapat berfungsi untuk menyelaraskan bagian-bagian otak. Salah satu manfaat yang diperoleh dari melakukan senam otak ini adalah pikiran menjadi fresh dan mudah untuk berkonsentrasi. Karena senam otak terbukti mampu membuka bagian-bagian otak yang terhambat.
Melakukan senam otak tidak membutuhkan waktu khusus dan tidak memakan waktu yang lama. Dari hasil pengujian, gerakan senam otak dapat dilakukan hanya dengan tujuh menit. Senam ini juga dapat dilakukan di mana saja dan kapan saja, termasuk ketika Anda sedang menonton televisi atau pun ketika Anda sedang berada di kantor.
Hal yang terpenting dilakukan sebelum memulai gerakan senam otak adalah minum air putih, karena air putih dapat melancarkan peredaran darah dan sirkulasi oksigen dalam tubuh. Jika tubuh kekurangan air, akan membuat otot-otot menjadi tegang dan terasa tidak nyaman.
Mengasah Kemampuan Otak
Ada beberapa latihan sederhana dalam melakukan senam otak.
Untuk otak kiri:
• Biasakan tidak menggunakan kalkulator ketika berhitung
• Bermain teka teki silang
• Bermain catur atau puzzle
• Mempelajari hal baru walaupun Anda tidak tertarik dengan hal tersebut
Untuk otak kanan:
• Membaca buku atau cerita berjenis fiksi
• Mendengarkan musik
• Membuat lukisan yang berwarna-warni
Kebiasaan Buruk yang Merusak Otak
Tahukah Anda bahwa ada sebagian kebiasaan yang kita lakukan dapat merusak otak? Berikut adalah sepuluh kebiasaan tersebut:
1. Mengkonsumsi gula secara berlebihan
2. Merokok
3. Sedikit tidur
4. Kebiasaan tidak sarapan di pagi hari
5. Jarang menstimulasi otak
6. Porsi makan yang berlebihan
7. Jarang melakukan komunikasi dengan orang lain
8. Memaksa otak untuk berpikir keras ketika sedang sakit
9. Tidak menggunakan masker penutup hidung ketika polusi udara
10. Menutup kepala ketika tidur

