logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Rumah & Taman    Rumah    Peralatan Rumah Tangga    Sendok Garpu

Menelusuri Kisah

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Satu dari sekian alat rumah tangga yang dikenal masyarakat luas tanpa memandang status sosial adalah sendok dan garpu. Harganya dari yang cuma ribuan rupiah sampai dengan jutaan. Akan tetapi, perbedaan harga tersebut tidak membedakan fungsinya sebagai perlengkapan makan.

Pada beberapa kalangan, selain bernilai fungsi, sendok dan garpu juga dijadikan souvenir untuk keperluan tertentu dari bahan yang tidak biasa pula. Mulai dari bahan perak sampai berbahan emas murni. Galibnya, sendok dan garpu terbuat dari alumunium, seng, plastik, perak, dan besi. Namun, belakangan hasil olah kreativitas para seniman, sendok dan garpu lahir dari bahan kayu dengan segala varian dan modelnya, di antaranya kristal, campuran timah, bahkan gading.

Sendok dan garpu sebagai peralatan rumah tangga dikenal luas hampir di seluruh bagian dunia ini. Pasangan sendok dan garpu punya peran masing-masing. Di negeri kita, galibnya sendok dipegang oleh tangan kanan dan berfungsi mengambil makanan dari piring atau mangkuk dan kemudian menyuapkannya ke dalam mulut. Sementara, fungsi garpu yang galibnya dipegang tangan kiri, berfungsi memasukkan makanan ke dalam sendok sebelum dimasukkan ke dalam mulut.

Asal Mula Sendok 

Sejarah mencatat sendok dan garpu dikenal sejak zaman Paleolitikum, terbuat dari kulit kerang, kayu, dan daun-daunan. Namun, fungsinya tidak terlalu beda dengan sendok dan garpu sekarang ini. Sekalipun berfungsi sama–sebagai alat rumah tangga–namun di beberapa negara, penamaan ini berbeda-beda disesuaikan dengan bahan dasar sendok dan garpu tersebut.

Dalam bahasa Yunani, sendok dinamakan cochlea yang artinya kulit kerang berbentuk spiral. Sementara, masyarakat Anglo-Saxon menamainya spon yang artinya kurang lebih serpihan atau potongan kayu. Kedua istilah yang berbeda tadi merujuk pada bahan dasarnya, yaitu kerang dan kayu.

Melihat dari bentuknya pun, sendok jadul sedikit berbeda dengan sendok yang kita kenal sekarang. Zaman dahulu, bentuknya cekung di bagian depan dan gagang lurus di belakangnya sebagai pegangan. Menurut catatan sejarah, sendok dengan bentuk seperti yang sekarang kita kenal, desainnya berasal dari bangsa Romawi sejak abad pertama Masehi.

Sejak desainnya ditemukan bangsa Romawi ini, sendok dikenal dua macam bentuk. Yang pertama adalah sendok dengan bagian depan cekung berbentuk mangkok. Fungsi sendok seperti ini adalah untuk menciduk sup atau makanan berkuah. Sedangkan, bentuk kedua adalah pada bagian depannya lebih bulat dan pegangannya runcing, yang umumnya digunakan untuk memakan telur atau kerang.

Garpu, Sang Teman Lama

Ada yang mengira pasangan abadi sendok ini lahir belakangan alias teman muda sendok. Namun, konon Domenico Salvo, pewaris Imperium Doge dari Venesia, saat datang ke Kerajaan Byzantium untuk menikah dengan sang putri, di dalam kopernya didapatkan dua buah garpu.

Sementara itu, di Timur Tengah telah digunakan garpu bercabang lima sejak abad VII. Garpu digunakan terutama dalam acara-acara resmi kenegaraan. Pada abad X, garpu sebagai teman sendok tidak disimpan di atas meja berdampingan dengan sendok seperti yang kita kenal sekarang ini.

Pada masa itu, garpu diberikan langsung kepada tamu yang telah duduk. Kegunaan alat ini pada masa itu untuk menahan daging yang dipotong. Kalau sekarang potongan daging itu ditusuk dengan garpu lalu dimasukkan ke dalam mulut, nah, pada masa itu garpu benar-benar berfungsi sebagai alat penahan ketika memotong daging dan potongan daging itu dimasukkan langsung ke dalam mulut dengan tangan.
 
Garpu mulai masuk ke Italia sekitar abad XVI, lalu dibawa ke Prancis oleh Catherine dan Medicis yang menikah dengan King Henry II sekitar 1533. Kemudian, garpu mulai dikenal di Inggris, setelah Thomas Corryate membeli alat tersebut di Italia dan dibawa ke Inggris sebagai oleh-oleh.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Jenis-jenis Kompor Gas
  • Sendok Teh, Si Kecil yang Dicari
  • Piring, Sepele Tapi Kece
  • Lemari Buku, Properti Rumah bagi Kutu Buku
  • Gelas Mug: Dari Tulang sampai Baja
  • Panduan Sederhana Memilih Perabot
  • Tips Membeli Lemari Piring
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA