Seni Dan Budaya Islam

Apa yang dimaksudkan dengan seni dan budaya Islam. Lebih tegasnya adalah seni dan budaya yang tidak melanggar aturan dari Allah dan Rasulnya. Apa yang diinginkan oleh Islam, adalah manusia sempurna, secara ahlak budi, dan secara kemasyarakatan.
Ketidaksempurnaan tidak akan ada, karena Islam mengenal pengampunan atas dosa, setelah pengakuan dosa kepada Tuhan, manusia harus kembali berdiri tegak, dan bergerak ke arah lebih baik. Sehingga seni dalam Islam tidak akan jatuh kepada sesuatu yang ‘lemah’, ‘mubajir’ dan berisikan muatan nafsu sesaat saja, melainkan selalu ada misi.
Walisongo para penyebar Islam di Jawa membolehkan adanya upacara adat di Jawa, berkaitan dengan kematian seseorang, misalkan tahlilan 40 harian. Walau tidak pernah ada di zaman Rasulullah, namun di dalam acara itu terkandung misi Islami. Misalnya, bersilaturahmi, mengingat kematian, dan juga ibadah zikir kepada Allah. Begitupun dari sisi seni.
Lukisan benda hidup memang dilarang, namun pelarangan itu berkaitan dengan fungsi penyembahan yang berlebihan kepada estetika sehingga manusia terkadang lupa kepada penciptanya. Jika lukisan itu memiliki fungsi, tentu saja dibolehkan, misalkan gambar lukis pada tembok taman kanak-kanak yang berfungsi sebagai alat peraga. Begitu banyak seni budaya dalam Islam. Begitu ragam, mengikuti kecenderungan untuk mengagungkan Allah Swt.






