Seni Rupa Murni Mancanegara
Ilustrasi seni rupa murni mancanegara
Seni rupa adalah salah satu cabang seni selain seni yang ada di dunia. Seni rupa adalah bentuk karya seni dengan media yang bisa kita tangkap oleh mata, dan dirasakan oleh rabaan. Tidak jarang juga perasaan kita ikut menikmati keindahan media sebagai seni itu. Konsep seni rupa bisa dikesankan dan diciptakan dengan mengolah garis, bidang, bentuk, volume, warna, tekstur, dan yang terakhir adalah pencahayaan yang berestetika.
Sebuah seni yang ada di dalam seni rupa bisa kita lihat dalam tiga bagian antara lain adalah seni rupa modern, seni ripa kontemporer serta seni rupa tradisional. Tapi untuk kali ini kita kan membahas salah satunya saja yaitu seni rupa murni mancanegara.
Seni Rupa Murni Mancanegara
Karya seni rupa murniyang telah di hasilkan orang-orang yang berada di luar dari negara Indonesia merupakan seni rupa murni mancanegara. Ada beberapa macam aliran yang di lihat dari segi seni murni yang ada di mancanegara ini antara lain dibedakan berdasarkan prinsip yang di pegang para pembuatnya saat karya seni ini masih dalam proses pengerjaannya. Aliran-aliran yang ada dalam seni murni misalnya adalah lukisan. Dari lukisan inilah yang menjadi media kita agar lebih memahami lagi akan hal-hal yang berkaitan dengan karya sen yang ada di dalamnya.
Modern art adalah sebutan yang biasanya di pakai untuk apresiasi seni murni yang ada di kalangan mancanegara yang baru ada pada zaman periode Klasikisme. Inspirasi para pekerja seni yang ada di nusantara bidang seni rupa juga di dapatkan dari aliran-aliran yang telah di ketahui sebelumnya
• Realisme (1800-an), Aliran dalam seni rupa murni mancanegara ini memandang dunia di sekitarnya sebagai sesuatu yang nyata. Lukisan akan mereka buat sebagai suatu sejarah bagi zamannya. Perupa jenis realis ini membuat karya berdasarkan realitas yang diserap melalui indra penglihatannya. Mereka menolak segala bentuk fantasi dan imajinasi. Kalau objek mereka jelek, penggambaran yang dilakukan oleh perupa realis pun akan jelek, mengikuti aturan yang mereka lihat
Aliran yang melukis keadaan sesuai dengan kenyataan. Pencetus aliran ini adalah Gustave Coubert. Objek realis selalu menampilkan figur-figur rakyat biasa dalam lukisannya. Seniman yang mendalami aliran ini lebih sensitif dan peduli terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. beberapa seniman realisme mancanegara adalah Honored Daumier, Jean-Franscois Millet, Fransisco de Goya dan Gustave Coubert. Seniman realisme nusantara adalah Trubus, Dullah dan Dede Eri Supria.
Teknik Trompe l’oeil, adalah teknik seni rupa yang secara ekstrim memperlihatkan usaha perupa untuk menghadirkan konsep realisme.
Daftar pelukis realisme terkenal
· Karl Briullov
· Ford Madox Brown
· Jean Baptiste Siméon Chardin
· Camille Corot
· Gustave Courbet
· Honoré Daumier
· Edgar Degas
· Thomas Eakins
· Nikolai Ge
· Aleksander Gierymski
· William Harnett
· Louis Le Nain
· Édouard Manet
· Jean-François Millet
· Ilya Yefimovich Repin
• Naturalisme, Pada dasarnya aliran dalam seni rupa murni mancanegara ini masuk kepada realisme, namun perupa jenis ini lebih memilih objek yang indah dan membuai apa adanya. Secara visual mereka akan menggambar sama persis, namun perkembangannya akan ada penambahan secara berlebihan untuk memperindah lukisan mereka.
Aliran yang melukiskan keadaan alam yang sebenarnya seperti pemandangan alam yang indah.
Ciri-ciri aliran naturalisme:
- Tidak ada batasan garis benda, bentuk terjadi oleh terang gelap karena penyinaran.
- Sudah menggunakan perspektif dan proporsi terutama dalam melukis model manusia dan binatang.
- Pewarnaan sesuai dengan warna alam.
Supaya lukisan yang dibuat benar – benar mirip atau persis dengan nyata, maka susunan, perbandingan, perspektif, tekstur, pewarnaan serta gelap terang dikerjakan seteliti mungkin, setepat –setepanya. di dalam seni rupa adalah usaha menampilkan objek realistis dengan penekanan seting alam. Hal ini merupakan pendalaman labih lanjut dari gerakan realisme pada abad 19 sebagai reaksi atas kemapanan romantisme.
Salah satu perupa naturalisme di Amerika adalah William Bliss Baker, yang lukisan pemandangannya dianggap lukisan realis terbaik dari gerakan ini. Salah satu bagian penting dari gerakan naturalis adalah pandangan Darwinisme mengenai hidup dan kerusakan yang telah ditimbulkan manusia terhadap alam.
Pelukis mancanegara yang mempelopori gaya ini adalah Theodora Rousseu, Julis Dupre, Charles Prancois Daubighy, Claude, Constable, Jean B. Camillet, Thomas Gainsborough dan John Constable. Sedangkan pelukis nusantara yang bergaya ini adalah Abdullah Suryosubroto, Basuki Abdullah, Wakidi, Prigadi, S. Sudjojono, Wahdi Sumanta dan Rustamaji.
• Romantisme (1818), dalam seni rupa murni mancanegara ini pengembalian sebuah objek untuk dijadikan seni yang menumbuhkan emosi yang sifatnya imajiner. Biasanya perupa model ini melukis sebuah kejadian yang dramatis dan ironi, kemudian dipadukan oleh aturan estetika maupun aktualitas. Namun terkadang emosi yang muncul dari manusia pada lukisannya tergambar lebih tegas.
Aliran Romantisme merupakan aliran tertua di dalam sejarah seni lukis modern Indonesia. Lukisan dengan aliran ini berusaha membangkitkan kenangan romantis dan keindahan di setiap objeknya. Pemandangan alam adalah objek yang sering diambil sebagai latar belakang lukisan.
Romantisme dirintis oleh pelukis-pelukis pada zaman penjajahan Belanda dan ditularkan kepada pelukis pribumi untuk tujuan koleksi dan galeri di zaman kolonial. Salah satu tokoh terkenal dari aliran ini adalah Raden Saleh.
Aliran seni rupa yang penggambarannya mengandung kisah kehidupan manusia atau binatang.Romantisme menentang paham neo-klasik karena tidak sesuai dengan keadaan perang saat itu. Aliran ini menganggap aliran neo-klasik terkesan tenang, kaku dan membual.
Ciri-ciri aliran romantisme:
- Terkandung cerita yang dahsyat dan cenderung emosional.
- Temanya fantastis, mengenal kepahlawanan purba.
- Menggunakan warna kontras.
- Adanya kesan gerak dan dinamis.
- Lebih menyentuh perasaan.
- Penonjolan perilaku dan karakter manusia secara berlebihan.
Pelukis mancanegara yang menganut paham ini antara lain: Theodore Gericauld, Eugene Delacroix (Prancis), dan Joseph Turner (Inggris). Sedangkan pelukis-pelukis nusantara yang bergaya romantisme adalah Raden Saleh Syarif Bustaman, pelukis dan perintis seni lukis modern Indonesia. Karya-karyanya banyak dipengaruhi gaya Delacroix.
• Surealisme (1937), Aliran dalam seni rupa murni mancanegara ini sangat dipengaruhi oleh psikoanalisis, Sigmund Freud. Beliau menyatakan bahwa alam pikiran manusia terdiri dari alam sadar dan bawah sadar. Perupa yang memakai aliran ini memadukan alam sadar (nyata) dan bawah sadar (mimpi) sehingga menampakkan kesan aneh atau fantastik.
Aliran yang melukiskan tentang alam mimpi dan khayalan. Karya yang ditampilkan merupakan hasil perpaduan dunia nyata dengan dunia maya. Aliran ini melahirkan karya yang bersifat fantasi. Tema yang diangkat adalah manusia, binatang dan alam yang dilukis secara aneh. Tokoh aliran ini dari mancanegara, antara lain: Salvador Dali, Max Ernst, Odilon Redon, Marc Cagall, Andre Masson, dan Joan Miro. Seniman Indonesia yang menganut aliran inia dalah Ivan Sugito, Gusti Putu Saderi dan Abdul Rahman.
Surealisme pada perkembangannya menjadi dua kecenderungan, yaitu surealisme figuratif dan surealisme abstraktif.
Keempat aliran dalam seni rupa murni mancanegara itulah yang akhirnya mempengaruhi seni rupa murni yang juga berpengaruh terhadap para pelukis di nusantara. Kemudian akhirnya keempat aliran itu memunculkan aliran-aliran lainnya, namun tetap bersandar pada keempat aliran tersebut. Misalnya Impresionisme (realisme), ekspresionisme (naturalisme), fauvisme dan kubisme (surealisme), futurisme (romantisme), dadaisme yang masuk ke dalam surealisme.
Dengan seni rupa murni mancanegara pun tidak hanya berkembang dari seni rupa. Akan tetapi, seni patung pun menjadi bagian seni rupa murni yang ada di mancanagara. Bisa kita lihat dari segala pahatan dan patung Yunani yang menjadi cikal bakal kebangkitan Eropa masa kini. Misalnya pada patung Aprodite dan patung Athena.
Perkembangan seni rupa murni mancanegara di Eopa pun menjadi inspirasi bagi seni rupa murni dunia termasuk Indonesia. Dan sekarang tergantung kita bagaimana memunculkan sikap apresiatif terhadap keunikan gagasan dan teknik seni rupa murni mancanegara, sebagai salah sati warisan budaya yang patut kita pelajari.

