logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Seni    Seni Tradisional

Seni Rupa Prasejarah: Lukisan-Lukisan Gua dan Bebatuan


Ilustrasi seni rupa prasejarah

Peninggalan seni rupa prasejarah terdapat pada dinding-dinding gua yang melukiskan atau menceritakan kehidupan manusia pada zaman tersebut. Pada zaman prasejarah, kepercayaan terhadap ruh sangat kuat sehingga karya seni rupa simbolik dan penuh perlambangan. Zaman prasejarah dibagi menjadi tiga, yaitu zaman batu, zaman logam, dan zaman batu besar.

Seni Rupa Prasejarah di Zaman Batu

Kehidupan pada zaman batu adalah berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Dari cara kehidupan, mereka meninggalkan karya sederhana. Kebiasaan berpindah-pindah meninggalkan bekas torehan dengan warna-warna dari bahan-bahan alam. Kemampuan mereka adalah membuat alat untuk menunjang kepentingan hidup, seperti kapak batu. Zaman batu dibagi menjadi tiga, yaitu zaman batu tua (paleolithikum), zaman batu tengah (mesolithikum), dan zaman batu muda (neolithikum).

Pada tradisi pembuatan alat-alat dengan batu, di Indonesia dikenal dengan dua bentuk pokok. Yaitu, teknik perkakas batu yang disebut tradisi kapak perimbas dan tradisi serpih yang dikembangkan di Indonesia sejak zaman batu tua. Pada zaman batu muda, baru ditemukan tanda-tanda pembuatan alat-alat dari tulang dan tanduk binatang. Di antara semua perkakas yang dibuat pada zaman batu, kapak yang menonjol adalah kapak perimbas, kapak yang digenggam dan berbentuk masif. Teknik pembuatannya masih kasar dan tidak mengalami perkembangan dalam waktu panjang.

Seni Rupa Prasejarah di Zaman Logam

Pada zaman ini, manusia prasejarah mulai membuka diri untuk menerima peradaban dari luar. Peninggalan zaman ini berupa nekara, kapak, dan bejana, dengan teknik cor atau cetak nekara. Zaman ini tidak meninggalkan banyak peninggalan karena kurun waktu yang pendek.

Peninggalan berupa cetak nekara adalah seperti periuk, kuali yang dianggap sebagai barang pusaka dan digunakan untuk upacara adat, dipukul seperti genderang. Selain dipakai untuk upacara adat, cetak nekara dipakai sebagai mas kawin. Salah satunya adalah moko, yaitu nekara yang berasal dari Pulau Alor. Zaman logam dibagi menjadi tiga, yaitu zaman tembaga, zaman perunggu, dan zaman besi.

Seni Rupa Prasejarah di Zaman Batu Besar

Zaman megalithikum adalah zaman ketika manusia sudah mulai meninggalkan kebiasaan berpindah tempat dan mulai bercocok tanam. Timbullah anggapan bagaimana tanah menjadi sesuatu yang sakral, membangkitkan gairah untuk memanfaatkannya, dan mulai menjinakkan binatang-binatang. Perubahan tersebut akhirnya meninggalkan perkakas baru. Konsep kepercayaan pada zaman ini adalah konsepsi tentang kematian, roh orang mati tidak lenyap. Orang yang mati biasanya dibekali bermacam-macam barang keperluan sehari-hari, seperti perhiasan dan pernak-pernik lain yang ikut serta dikuburkan.

Peninggalan zaman batu besar dapat dilihat dari bangunan seperti berikut ini.

  • Menhir adalah tugu batu besar sebagai pelambangan terhadap nenek moyang dan dijadikan tempat pemujaan.

  • Sarkofagus adalah kubur (peti mati) berbentuk seperti lesung lengkap dengan tutupnya.

  • Punden berundak adalah bangunan yang terdiri dari susunan batu berundak-undak sebagai pemujaan roh nenek moyang.

  • Dolmen adalah batu besar menyerupai meja dengan penyangga batu kecil yang dipakai untuk menyimpan sesaji.

  • Arca adalah lambang ketua suku atau orang yang memiliki pengaruh. Arca memiliki kesan magis, religius, dan spiritual.

Seni Rupa Prasejarah di Asia dan Australia

Seni rupa prasejarah identik dengan lukisan-lukisan menakjudkan di dinding gua, yang dalam bahasa Inggris disebut rock painting atau cave painting. Tradisi melukis di dalam gua ini tidak hanya dimiliki oleh ras-ras tertentu, melainkan merupakan tradisi universal yang dimiliki banyak ras di belahan bumi berbeda. Inilah beberapa lokasi ditemukannya lukisan gua di Asia dan Australia.

1. Asia Tenggara

Ditemukan beberapa lukisan gua di Thailand, Malaysia, Indonesia, dan Burma. Di Thailand, gua dan lereng curam di sepanjang perbatasan Thailand – Burma, di Thailand Tengah, dan di arah Sungai Mekong di Provinsi Nakorn Sawan dipenuhi galeri lukisan batu. Di Malaysia, lukisan gua tertua ditemukan di Gua Tambun, Perak. Lukisan tersebut diperkirakan berusia 2.000 tahun. Ditemukan juga lukisan gua di Taman Nasional Gua Niah Malaysia yang usianya sekitar 1.200 tahun. Seorang antropolog bernama Ivor Hugh Norman Evans yang mengunjungi Malaysia di awal tahun 1920-an menemukan beberapa suku tradisional yang masih melukis di dinding-dinding gua. Para anggota suku menambahkan penggambaran benda-benda modern pada lukisan mereka, seperti mobil.

Sementara itu di Indonesia, lukisan cap tangan ditemukan di Maros, Sulawesi. Selain itu ditemukan juga 38 gua yang memiliki lukisan dinding di dalamnya, di area Sangkulirang, Kalimantan. Adapun di Burma, tepatnya di gua-gua Padah-Lin ditemukan lukisan-lukisan berumur 11.000 tahun dan ditemukan juga beragam peralatan batu.

2. India

Sisa-sisa kehidupan di gua batu Bhimbetka di India menunjukkan awal keberadaan manusia di India. Dari berbagai peninggalan, diyakini manusia sudah mendiami tempat tersebut sejak 100.000 tahun silam. Lukisan di dinding gua pertama di sana dipercaya muncul dari periode Mesolitikum, yakni sejak 12.000 tahun silam. Tema lukisan dinding yang paling banyak ditemukan adalah tema kelahiran, tarian-tarian tradisional, upacara-upacara ritual keagamaan, hingga gambar hewan.

3. Australia

Di Australia pun ditemukan lukisan gua. Salah satu lukisan prasejarah tersebut ditemukan di wilayah Kakadu. Alat yang digunakan untuk mewarnai lukisan tersebut bukan bahan organik, sehingga proses penanggalan karbon untuk mengetahui usia lukisan tidak bisa dilakukan. Oleh karena itu para ahli menentukan usia lukisan sesuai tema lukisan dan bahan pembuat lukisan.

Ditemukan juga lukisan dinding berwarna merah di dataran tinggi Arnhem. Gambar tersebut menunjukkan sejenis burung mirip burung emu yang lehernya panjang. Para ahli menyimpulkan bahwa burung tersebut adalah jenis burung purba raksasa spesies Genyornis. Burung raksasa yang sempat hidup di dataran Australia ini diperkirakan punah sekitar 40.000 tahun silam. Kepulauan Whitsunday di Australia juga memiliki amat banyak koleksi lukisan dinding gua. Lukisan-lukisan tersebut diperkirakan dibuat oleh suku Ngaro. Uniknya, selain menggambarkan kehidupan manusia dan hewan, lukisan-lukisan tersebut juga terkadang tidak berbentuk dan terlihat abstrak.

Seni Rupa Prasejarah di Afrika dan Eropa

Di Taman Drakensberg, Afrika Selatan, ditemukan lukisan-lukisan dinding gua yang diperkirakan berusia 3.000 tahun. Lukisan-lukisan tersebut diperkirakan dibuat oleh bangsa San yang menetap di area itu sekitar 8.000 tahun silam. Seni rupa prasejarah ini menggambarkan manusia dan hewan, serta mencerminkan kepercayaan keagamaan masyarakatnya. Di Afrika, lebih banyak lukisan manusia dibandingkan di Eropa. selain di Afrika Selatan, ditemukan juga lukisan gua di Namibia; yang diperkirakan dibuat sekitar tahun 23.000 – 25.000 SM.

Banyak juga lukisan ditemukan di sebelah tenggara Algeria, tepatnya di area pegunungan Tassili n’Ajjer. Di sana, terdapat 15.000 lukisan di bebatuan dan dinding gua yang menggambarkan migrasi hewan, pergantian iklim, dan kehidupan masyarakat gurun Sahara di masa lalu. Situs prasejarah ini kini dijadikan salah satu situs warisan dunia UNESCO. Ada juga lukisan yang ditemukan di Libya, Nigeria, Tibesti, dan negara-negara lain yang berada di kawasan gurun Sahara.

Sementara itu di Eropa, lukisan-lukisan prasejarah paling banyak ditemukan di Prancis dan Spanyol. Kebanyakan lukisan tersebut menggambarkan hewan-hewan purba. Selain di Prancis dan Spanyol, ditemukan juga lukisan seni rupa prasejarah di Inggris, Finlandia, dan Bulgaria. Lukisan-lukisan tesebut menggambarkan kehidupan dan budaya masyarakat di masa lalu.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Pelestarian Kesenian Jaranan
  • Tari Legong
  • Wayang Golek - Kesenian Khas Tanah Sunda
  • Belajar Bahasa dan Budaya Lewat Pertunjukan Musik Tradisional
  • Mengenal Kesenian Suku Dayak
  • Seni Teater Nusantara: Masalah dalam Teater
  • Wayang Arjuna - Pandawa Paling Tangguh
  • Menelusuri Sejarah Tari Remo
  • Mengenal Tarian Daerah Indonesia
  • Garuda Wisnu Kencana - Masterpiece Karya Nyoman Nuarta
  • Wayang Golek, Seni Khas Tanah Pasundan
  • Kesenian Malaysia - Terlahir dari Banyak Budaya
  • Kesenian Suku Batak - Ulos, Seni Kriya Adiluhung
  • Wayang Bagong Media Kritik pada Zaman Belanda
  • Tokoh Wayang Bima Sumber Inspirasi
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA