logo anne ahira
Cari Artikel:  
Siapa Anne Ahira
Asian Brain Support

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Sosiologi Budaya    Senjata Tradisional Banten

Parang Dengan Senjata Tradisional Banten

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Indonesia adalah negara yang kaya dengan budaya. Setiap daerah memiliki budaya yang berbeda-beda. Hal ini dapat terlihat dari pakaian adat dan aksesorisnya. Maka tak heran, jika wisatawan asing kerap terpesona bila melihat kebudayan masing-masing daerah yang dikunjunginya. Kekaguman mereka bisa dari pakaian adat, tarian daerah hingga senjata khas daerah. Banten misalnya, Senjata Tradisional Banten adalah parang, tariannya adalah tari topeng, dsb.


Fungsi dan bentuk Parang|

Selain digunakan untuk menjaga diri, parang dijadikan senjata daerah juga karena membantu kebutuhan hidup masyarakat banten sehari-hari. Banten terkenal dengan sebagai salah satu daerah  yang memiliki potensi pertanian dan agro, seperti buah-buahan, kelapa, melinjo, padi, sayur-sayuran dll. Bukan itu saja, daerah Banten terkenal dengan memiliki tujuh gunung dan enam sungai yang menjadikan parang sebagai alat penjaga diri saat melintasi gunung atau melalui sungai-sungai.

 Parang juga digunakan lantaran rumah masyarakat Banten dahulu berbentuk rumah panggung. Bahan dasar sebagian rumahnya adalah bambu yang dibelah-belah. Atapnya dari anyaman ilalang, Karena itu, tentunya, untuk memotong bambu dan ilalang merek menggunakan parang.

Ukuran, berat dan bentuk parangnya pun beragam. Namun, mata parangnya tetap dibuat dari besi  baja karbon yang lebih lunak agar mudah diasah. Dan, ciri khas parang tradisional banten terletak pada bagian ujung parang selalu dihiasi dengan hiasan atau ukiran kelapa burung. Sedangkan gagang parangnya terbuat dari kayu


Pakaian Adat dan Parang

Untuk melihat parang khas masyarakat Banten bisa disaksikan saat dikenakan dalam pakaian adat pria Banten. Parang tersebut diselipkan diikat pinggang bagian depan baju model koko dengan leher tertutup dan dilengkapi dengan celana panjang serta kain batik yang diikatkan yang berhubungan erat dengan sarung parang. 

Saat ini, tak banyak masyarakat Banten yang memiliki parang khas daerahnya.Maka untuk melihatnya hanya ditemukan pada saat ada cara pesta pernikahan, festival pakaian adat Banten dan acara-acara khusus yang menunjukkan pakaian adat Banten. 

Oleh karena itu, seharusnya pemerintah propinsi Banten tetap menjaga dan selalu mengenalkan kepada khalayak, bahwa parang adalah senjata tradisional masyarakat Banten. Tujuannya, menjadi pelajaran bagi masyarakat Banten saat ini bahwa dengan parang daerah Banten bisa terlepas dari penjajahan Belanda.

Tolong SHARE
artikel ini
Share
Share
Nama:
Email:
Komentar:
    
Catatan : Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar, jangan menggunakan terlalu banyak singkatan seperti SMS. Setiap komentar memerlukan persetujuan moderator.

Anne Ahira - Asian Brain on Facebook
Artikel Terkait
  • Suku Bangsa di Indonesia sebagai Budaya Tak Ternilai
  • Marxisme sebagai Teori Kebudayaan Sosial
  • Iceberg Phenomenon Sebagai Masalah Sosial Budaya
  • Masyarakat dan Kebudayaan
  • Masalah Hidup adalah Masalah Kebudayaan
Share

facebook

Twitter

Linkedin


Beranda | Kontak Kami | Privacy | Artikel Sitemap | Sitemap | RSS Feeds | Bisnis Online

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA