logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Fikih

Hati-hati Ungkapan Senyum itu Sedekah


Ilustrasi senyum itu sedekah

Senyum itu sedekah, sebuah ungkapan yang sudah begitu akrab di telinga kita. Sebuah ungkapan yang mendorong seseorang untuk senantiasa berwajah ramah dan tersenyum saat bertemu dengan orang lain.

 

Senyum Pengundang Rezeki

 

Senyum yang ditampilkan oleh seseorang bukan hanya sebagai pengundang rezeki, lebih dari itu juga akan membuat mata yang memandang wajah yang tersenyum akan terasa damai dan bersahabat.

 

Bayangkan jika Anda disambut oleh seseorang yang berwajah dan penampilan cemberut, tak ada pancaran keceriaan di wajahnya. Barangkali Anda akan merasa tersinggung, sakit hati dan yang lebih parah lagi bisa jadi jika Anda ingin memberikan sesuatu hal pada orang tersebut akan Anda tunda atau batal.

 

Inilah barangkali landasan utama orang membuat ungkapan bahwa senyum itu sebagai sebuah sedekah. Sedekah adalah pintu pengundang rezeki, dan dengan sebuah senyuman yang tulus, Anda dapat mengundang rezeki yang ada di sekitar Anda.

 

Senyum Menyenangkan Hati

 

Senyum juga akan menyenangkan hati saudara, orang-orang tercinta dan semua orang yang berinteraksi dengan Anda. Dengan Anda membiasakan diri selalu tersenyum dengan orang-orang yang Anda temui akan menimbulkan kesan yang baik tentang sosok Anda di pikiran orang lain.

 

Terlebih jika orang tersebut adalah orang yang baru Anda temui dan baru Anda kenal. Kesan pertama yang akan dirasakan seseorang adalah kesan bahasa tubuh orang lain. Dan senyum merupakan salah satu perwujudan bahasa tubuh yang akan lebih mengena di hati orang lain ketimbang bahasa lisan.

 

Lantas apa salahnya ungkapan senyum itu sebagai sebuah sedekah? Tak ada yang salah jika Anda mampu menafsirkan maknanya dengan benar. Kesalahan Anda menafsirkan makna ungkapan tersebut akan mengakibatkan banyak hal buruk yang merusak prinsip hidup Anda yang benar.

 

Penyalahgunaan Ungkapan

 

Lantas kapan Anda harus bersikap hati-hati terhadap penafsiran salah ungkapan senyum itu sebagai sebuah sedekah? Berikut ini beberapa kondisi yang harus Anda waspadai dalam menafsirkan ungkapan bahwa senyum itu sebagai sebuah sedekah;

 

1. Karena senyum itu sebagai sebuah sedekah, maka cukuplah saya bersedekah dengan senyum.

 

Anda juga tentu tak asing lagi dengan ungkapan yang menyatakan, 'sedekah biar sedikit asalkan ikhlas'. Ungkapan ini hampir mirip dengan istilah senyum itu sebagai sebuah sedekah.

 

Sebaik-baik sedekah adalah sedekah dalam jumlah yang besar dan dilakukan dengan ikhlas. Sedekah haruslah sesuatu yang secara langsung dapat bermanfaat bagi yang menerimanya. Persoalan keihklasan sebenarnya urusan bagi si pelaku sedekah.

 

Sementara orang yang menerima sedekah ia tak peduli dengan kadar niat si pelaku sedekah, ikhlas atau tidaknya. Yang jelas akan dirasakan oleh si penerima adalah jumlah dari apa yang disedekahkan. Jika jumlahnya banyak tentu ia akan bersyukur, sebaliknya jika sedikit maka sedikit pulalah manfaat yang akan ia dapatkan dari sedekah yang diterimanya.

 

Sementara senyuman, bisa kita bayangkan fungsi dan manfaat yang akan diterima seseorang saat diberi hadiah sebuah senyuman dengan sedekah uang satu juta rupiah. Mana yang lebih bermanfaat? Anda tentu bisa menjawabnya sendiri.

 

Ungkapan senyum itu sebagai sebuah sedekah adalah cocok untuk mereka yang memang tak punya apa-apa untuk disedekahkan. Sementara bagi mereka yang memiliki banyak kelebihan, tak hanya senyuman yang dibutuhkan untuk sedekah, tapi hal-hal konkrit yang lebih dibutuhkan.

 

2. Meskipun bernilai sedekah, tersenyumlah pada tempatnya

 

Walaupun Anda tahu dan paham bahwa keutamaan sebuah senyuman tulus yang Anda berikan kepada orang lain secara ikhlas tanpa mengharap sesuatu apapun adalah bernilai ibadah, Anda tetap harus mengatur senyum Anda secara proporsional. Jangan sampai fungsinya tersalah gunakan hanya karena Anda terlalu fanatik dengan anggapan bahwa senyum itu sebagai sebuah sedekah.

 

Sehingga Anda akan selalu saja memberikan senyuman kepada siapapun juga. Tanpa melihat kondisi apa dan bagaimana sehingga bisa jadi senyuman yang diberikan akan menjadi bumerang bagi diri Anda sendiri.

 

3. Pahami hakikat senyuman

 

Senyum adalah sebuah perbuatan yang cukup dilakukan dengan sangat mudah dan ringan yang hanya dilakukan dengn menggerakan sedikit mulut ke atas. Senyum memiliki begitu makna yang tersirat di dalamnya. Semuanya memang tergantung pada niat atau maksud yang ada di dalam hati seorang yang memberikan senyum tersebut kepada orang lain.

 

Macam Senyum

 

Sebelum kita melihat bagaiman seharusnya kita mengarahkan senyum yang ada di dalam diri kita, sebaiknya kita akan melihat bagaimana ragam senyum yang ada. Di mana semua ragam senyum yang ada ini adalah didasarkan pada niat atau keinginan hati dari si pemberi senyum kepada si penerima senyum.

 

Walaupun memang ketika kita mendengar kata senyum, yang muncul di dalam benak kita bisa jaid adalah sebuah gambaran tentang seseorang yang sedang menunjukan rasa bahagia dan senang ketika melihat kita. Namun ternyata ada beberapa jenis senyum yang justru tidak mengandung makan persahabatan yang ada. Justru sebaliknya, senyum yang diberikan adalah simbol dari perasaan tak suka atau bahkan sakit hati.

 

Berikut adalah bentuk atau ragam senyum yang banyak dilakukan oleh orang di sekitar kita.

 

1. Senyum tulus

 

Bentuk senyum inilah yang merupakan bentuk senyum yang seseungguhnya. Senyum tulus inilah yang termasuk ke dalam golongan atau kategori dari senyum sebagai sebuah sedekah kepada sahabat atau orang yang ditemuinya.

 

Karena memang senyum ini adalah senyum yang berasal dari hati yang tulus dan maksud yang baik. Hal ini seperti bagaimana senyum digambarkan oleh hadist berikut.

 

Diriwayatkan bahwa ada seorang sahabat yang dalam keadaan tidak mempunyai harta apapun untuk dijadikan sebagai sedekah. Lalu, sahabat ini bertanya kepada Rasul,  “Jika kami ingin bersedekah, namun kami tidak memiliki apa pun, lantas apa yang boleh kami sedekahkan dan bagaimana kami menyedekahkannya ?”

 

Rasulullah SAW bersabda, “Senyum kalian bagi saudaranya adalah sedekah, beramar makruf dan nahi mungkar yang kalian lakukan untuk saudaranya juga sedekah, dan kalian menunjukkan jalan bagi seseorang yang tersesat juga sedekah.” (HR Tirmizi dan Abu Dzar).

 

Dalam hadis lain juga disebutkan bagaimana senyum itu adalah ibadah,”Tersenyum ketika bertemu saudaramu adalah ibadah.” (HR Trimidzi, Ibnu Hibban, dan Baihaqi).

 

Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah bersabda bahwa, “Senyummu di depan saudaramu adalah sedekah.”  Hadist Riwayat Al-Tirmidzi dalam sahihnya.

 

Diriwayatkan dari Jabir dalam sahih Bukhari dan Muslim, berkata, “Sejak aku masuk Islam, Rasulullah saw tidak pernah menghindar dariku. Dan baginda tidak melihatku kecuali baginda pasti tersenyum kepadaku.”

 

Dari sini jelaslah bahwa memang senyum yang termasuk ke dalam kategori senyum ibadah atau sedekah ini adalaj senyuman yang tulus.

 

2. Senyum menggoda

 

Ini adalah senyum yang harus diperhatikan penemapatannya. Akan menjadi senyum yang mendatangkan pahala ketika dilakukan oleh seorang istri kepada suaminya. Namun akan membawa dosa yang besar jika dilakukan oleh seorang wanita kepada pria yang bukan mahramnya.

 

Senyum menggoda ini memiliki arti dan tujuan untuk menggoda dari diri si pemberi senyum kepada penerima senyum. Bisa saja menjurus kepada hal yang berbau seksual.

 

3. Senyum sinis

 

Senyum sinis adalah senyum yang sejatinya bukanlah sebuah senyum. Karena memang tak memiliki karakteristik sebagai sebuah senyum yang menunjukan bagaiman rasa gembira dan bahagia. Senyum sinis ini tak menunjukan perasaan persahabatan yang ada. Justru mengandung sebuah pelampiasan dendan atau perasaan sakit hati yang ada dari si pemberi senyum kepada si penerima senyum.

 

4. Senyum tabah

 

Sudah menjadi hal yang wajar ketika manusia di dunia akan mengalami banyak cobaan dan ujian di dalam kehidupannya. Tak hanya akan terdapat kebahagiaan di dalam hidup ini namun juga akan terdapat kesusahan dan kesulitan di dalam menjalani hidup.

 

Seseorang akan dapat tersenyum dengan tabah ketika merasa harus kuat dan mampu untuk melewati segala hal buruk yang ada di dalam hidupnya. Dengan demikian seakan memberikan semangat atau energi positif tersendiri bagi diri orang yang tersenyum ini untuk memang benar-benar bertahan dan memberikan perjuangan dalam melalui masa yang sulit.

 

Itulah bagaimana fenomena senyum yang ada di dalam kehidupan manusia. Ungkapan senyum itu sedekah jika dilakukan dengan niat yang tulus di dalam hati untuk membangun tali persahabatan dengan orang yang menerima senyum dari kita.

 

 

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Dasar-dasar Kajian Islam
  • Menyikapi Poligami dan Monogami dalam Islam
  • Manfaat MP3 Dakwah Islam
  • Mengoleksi Kitab Klasik Islam
  • Azab Kubur, Prosesi Kematian Manusia
  • Mengenal Istilah Halal dan Haram dalam Islam
  • Peranan Lembaga Dakwah Islam di Indonesia
  • Ciri dan Karakteristik Artikel Dakwah
  • Teks Ceramah Agama Islam Tentang Mengingat Kematian
  • Neraka Jahanam - Seburuk-buruknya Tempat Kembali
  • Peringatan Tahun Baru Islam dan Mitos Suro
  • Meraih Kebaikan dan Kesempurnaan Sabar
  • Menjaga Pandangan dalam Islam
  • Fiqh Ibadah Shalat dalam Islam
  • Gelar Sahabat Sahabat Nabi Muhammad saw
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA