Sepatu
Apakah Anda termasuk orang yang suka memakai ‘high heels’ atau hobi mengoleksi sepatu? Tentunya banyak orang yang memiliki hobi yang satu itu. Ya, sepatu sudah menjadi bagian dari aksesoris paling wajib dipunyai. Apalagi sepatu berfungsi untuk melindungi bagian tubuh manusia yang rentan yaitu kaki. Bayangkan bila tidak ada sepatu. Sanggupkah kita beraktivitas seperti biasa?
Sejarah Sepatu
Banyak ahli di bidangnya telah membuktikan bahwa sepatu telah hadir sejak 50.000 tahun lampau. Perubahan bentuk dan kekuatan kaki yang dimiliki manusia kuno sekitar 30.000 tahun lalu bisa pula menjadi bukti. Fakta tentang keberadaan sepatu terbukti akibat ditemukannya sandal di California AS, pada 9000 tahun lalu.
Pada periode Kassite di Mesopotamia (1600-1200 SM), sepatu yang terbuat dari bahan lembut dipakai oleh manusia yang tinggal di pegunungan. Jenis sepatu pertama ini bentuknya sederhana, hampir mirip dengan moccasin (sepatu kulit Indian). Bahannya dari kulit.
Kaum wanita Yunani kuno biasanya telanjang kaki atau memakai sandal bila keluar rumah. Tetapi jika berada di dalam rumah terkadang mereka memakai sepatu tertutup yang lembut. Bentuknya seperti sandal rumah yang menutupi kaki untuk membantu tetap hangat. Sepatu model ini menjadi lambang kemewahan pada periode Helenistik di zaman itu. Sepatu itu memiliki pilihan warna merah dan putih.
Di abad 14 dan 15 Masehi, bentuk sepatu menjadi sangat panjang dan lancip. Raja Edward III memutuskan bahwa hak sepatu tidak boleh lebih dari 2 inci (5 cm). Pengalihan tahta pun terjadi. Pada masa kekuasaan Raja Richard II (1377-1399 M), ditemukan sepatu dengan hak setinggi 18 inci (45 cm) yang disebut crakows. Pada akhir abad kelima belas, hak sepatu tidak selalu lancip, ada pula yang bulat.
Sekitar abad keenam belas, sepatu pria memiliki sol sepatu lebar layaknya jejak bebek. Pada waktu-waktu inilah sepatu semakin berkembang. Seperti baju dan aksesoris lainnya yang semakin menarik untuk dipakai. Beragam macam bentuk, warna dan bahan bisa ditemukan.
Sepatu pria lebih dulu berkembang. Sepatu wanita hampir sama bentuknya dengan sepatu pria, hanya lebih sederhana. Karena di zaman itu sepatu wanita tidak terlalu terlihat akibat gaun wanita yang menutupi kaki dan sangat lebar.
Di abad 17, sepatu boot mulai diperkenalkan dan banyak orang memakainya. Sepatu memakai hak tinggi yang lebih moderat dengan pita dan lace warna-warni. Di Amerika dan Eropa, banyak pria dan wanita memakai sepatu kulit dengan hak yang tidak terlalu tinggi. Pada abad 18 sepatu dihias dengan batu imitasi atau asli, kepingan logam, dan pernak-pernik unik lainnya sehingga semakin menambah keindahan sepatu.
Di Amerika, fashion seperti baju dan sepatu diikuti sesuai perkembangannya di Perancis dan Inggris. Ketika itu Eropa menjadi pusat mode dunia. Bahkan hak gaya Perancis dengan patten yaitu bahan untuk melindungi sepatu, biasanya dengan jenis sama, juga diikuti.
Pada 1760, pabrik sepatu pertama didirikan di Massachuttes, AS. Mulailah era produksi massal sepatu. Bagaimanapun, di abad kesembilan belas mulai banyak mesin untuk produksi sepatu dikembangkan. Seperti mesin jahit sepatu, sehingga lebih mudah dan murah membuat sepatu. Abad kedua puluh semakin beragam jenis, bahan, dan bentuk sepatu dibuat.
Bahan dan Jenis Sepatu
Zaman dulu sepatu kebanyakan dibuat dari kulit binatang. Kulit berkualitas baik dipakai untuk membuat sepatu mewah bagi kalangan tertentu. Sedangkan kulit berkualitas rendah dan sedang dibuat untuk sepatu sederhana bagi masyarakat umum. Kulit dari jaringan tubuh sapi yang dikuliti dan dikeringkan, biasanya dipakai untuk semua jenis sepatu dinamakan side leather.
Kid leather, yang dibuat dari kulit kambing, dipakai untuk membuat sepatu wanita dan slippers pria. Kulit reptil, misalnya alligator, kadal dan ular, biasanya dipakai untuk bahan sepatu wanita dan sedikit jenis sepatu pria. Cordovan (lapisan otot kecil dari tubuh kuda) bisa dipakai untuk sepatu pria. Jenis kulit ini lebih berat dan cocok dipakai pria.
Patent leather, yang diambil dari bagian tubuh sapi ternakan, akan membuat sepatu terlihat kokoh, dan tampak glossy. Suede adalah bahan sepatu dari beragam bagian kulit (calf, kid, cattle hide) yang diolah sedemikian rupa.
Kemudian bahan untuk membuat sepatu juga bertambah dengan hadirnya karet. Beragam bahan modern lain juga diperkenalkan. Sepatu jadi bertambah murah. Banyak bahan imitasi dan kain yang ikut dipakai untuk mempercantik sepatu agar lebih terjangkau untuk semua kalangan.
Jenis-jenis sepatu yang ada antara lain sepatu boot, sepatu olahraga dari karet, sepatu berhak tinggi beragam ukuran (3 cm, 5 cm, 7 cm, dll), sepatu flat, sepatu sandal, dan banyak lagi.
Sepatu Olahraga - Sepatu Futsal
Seiring dengan populernya olahraga futsal, perlengkpannya pun, khususnya sepatu futsal, banyak diburu. Sepatu futsal tidak hanya berstatus sebagai perlengkapan olahraga futsal, melainkan juga sebegai style bagi para pecinta olahraga ini. Namun, yang paling penting dalam memakai sepatu futsal adalah sebagai alat pencegah cedera.
Jika lebih sering bermain futsal di lapangan rumput sintetik dan jarang bermain di lapangan biasa yang rata, sepatu futsal yang cocok adalah yang bergerigi khusus dipakai pada rumput sintetik. Berbeda dengan sepatu yang digunakan di lapangan biasa, yaitu sepatu yang bersol rata. Sepatu jenis ini dapat dipakai juga di lapangan rumput sintetik.
Sepatu Tertua di Dunia
Sepatu tertua ditemukan di sebuah gua di Armenia oleh seorang mahasiswa dari Institut Arkeologi bernama Diana Zardaryan. Sepatu purbakala ini diperkirakan dibuat lebih dari 5.500 tahun lalu atau pada awal peradaban di dunia. Sepatu ini terbuat dari sepotong kulit sapi dan dibuat 1.000 tahun sebelum Piramida Agung Giza di Mesir dibangun. Sepatu tertua di dunia ini juga dijahit menggunakan benang kulit dan memiliki ukuran nomor 4 serta masih terlihat utuh hiasan renda di sepatu tersebut.
Sampel sepatu tertua ini kemudian diradiokarbon dengan hati-hati di laboratorium Universitas Oxford dan University of California, Irvine. Para arkeolog mengatakan bahwa sepatu ini milik seorang wanita yang sengaja dikubur sebagai bagian dari ritual. Selain itu, digua tersebut juga ditemukan tiga pot yang masing-masing berisi tengkorak seorang anak bercampur dengan jelai, gandum, dan aprikot.
Penemuan sepatu ini merupakan penemuan mengenai kehidupan di masa awal peradaban. Setelah diteliti, sepatu ini tenyata berumur 3.500 SM sehingga dianggap sebagai sepatu kulit tertua. Diperkirakan sepatu ini dipakai oleh petani yang tinggal di daerah pegunungan Provinsi Dzor Vayotz, dekat Armenia di perbatasan antara Turki dan Iran. Sepatu tertua di dunia ini terbuat dari kulit, disamak memakai minyak sayur, dan dibentuk sesuai dengan kaki si pemilik.
Sepatu ini pun berisi rumput yang diperkrakan untuk menahan dingin atau mempertahankan bentuk sepatu. Kondisi yang dingin dan kering di dalam gua, ikut membantu juga melestarikan sepatu ini. Tidak hanya itu, alas sepatu ini pun ditutupi dengan lapisan terbal kotoran domba yang juga membantu pelestarian sepatu purbakala ini.

