Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah - Napoleon Bonaparte, Penakluk dari Corsica
The 100 (Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah) merupakan buku karya Michael H. Hart yang diterbitkan pertama kali pada 1978. The 100 memuat seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah yang menurut Hart memiliki pengaruh besar dalam sejarah peradaban dunia. Kebanyakan tokoh yang ditampilkan merupakan tokoh agama, politik, sains, dan penemu.
Dalam The 100 (Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah), Napoleon Bonaparte, penakluk dari bangsa Prancis, menempati urutan 34 orang berpengaruh versi Michael H. Hart.
Kaisar Napoleon Bonaparte adalah salah satu tokoh dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah yang lahir di Pulau Korsika pada 25 Agustus 1769 dan meninggal pada 5 Mei 1821 di usia 51 tahun. Salah satu tokoh dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ini berasal dari lingkungan keluarga bangsawan lokal dengan nama nama Napoleone di Buonaparte dan dalam bahasa Korsika, Nabolione atau Nabulione.
Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah - Keluarga dan Pendidikan Napoleon
Napoleon Bonaparte (salah satu tokoh dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah) merupakan anak kedua dari tujuh bersaudara yang lahir di Casa Bounaparte, Kota Ajaccio, Korsika, pada tanggal 15 Agustus 1769, setahun sesudah kepulauan itu diambilalih Perancis dari Republik Genoa. Salah satu tokoh dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ini lahir dengan nama Napoleone di Bounaparte. Nama ini lalu diubah menjadi Napoléon Bonaparte yang lebih identik berbau Perancis.
Salah satu tokoh dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah, Napoleon Bonaparte, berasal dari keluarga bangsawan dari Italia yang pada abad ke-16 pindah ke Korsika. Ayah dari Napoleon Bonaparte bernama Nobile Carlo Bounaparte, adalah seorang pengacara yang sempat menjadi perwakilan Korsika ketika Louis XVI berkuasa pada 1777. Sementara itu, ibu kandung Napoleon bernama Maria Letizia Ramolino.
Napoleon Bonaparte, salah satu tokoh dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ini memiliki satu orang kakak bernama Joseph dan lima orang adik, yakni Lucien, Elisa, Louis, Pauline, Caroline, dan Jérôme. Beberapa hari sebelum hari ulang tahunnya yang kedua, Napoleon Bonaparte dibaptis sebagai seorang katolik di Katedral Ajaccio pada tanggal 21 Juli 1771.
Berhubungan dengan pendidikan, salah satu tokoh dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ini mendapatkan kesempatan luas untuk belajar sampai ke tingkat yang tinggi karena gelar kebangsawanan, kekayaan, dan koneksi keluargannya. Salah satu tokoh dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ini masuk ke sekolah agama di Autun, Perancis untuk belajar bahasa Perancis pada bulan Januari 1779. Beberapa bulan kemudian, tepatnya pada bulan Mei, Napoleon mendaftarkan diri ke sebuah akademi militer di Brienne-le-Château.
Salah satu tokoh dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ini di sekolahnya berkomunikasi menggunakan logat Korsika yang kental sehingga teman-temannya sering mengejek Napoleon. Napoleon adalah seraong anak yang pintar matematika, cukup mengerti pelajaran sejarah dan georgrafi. Setelah pendidikannya berkahir di Brienne pada 1784, Napoleon Bonaparte melanjutkan pandidikan ke sekolah elit École Militaire di Paris. Di sekolah ini, salah satu tokoh dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ini belajar bagaimana menjadi seorang perwira artileri.
Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah - A man of Destiny
Bangsa Prancis menyebut Napoleon Bonaparte, salah satu dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah sebagai "takdir orang." Seorang pahlawan di Prancis, tetapi Napoleon dibenci di Eropa. Sekarang, Napoleon dikenang sebagai salah satu pemimpin militer terbesar sepanjang masa. Ia membangun sebuah kerajaan yang wilayahnya meliputi sebagian besar Eropa.
Napoleon Bonaparte lahir pada 1769 di Corsica, sebuah pulau di Laut Mediterania. Pada usia 16, Napoleon memilih karier di tentara Perancis. Pada 1789, sebuah revolusi mulai mengguncang Prancis. Raja dan ratu dieksekusi. Orang-orang yang lapar bekerja menuntut kebebasan baru.
Pemerintahan revolusioner di Prancis tersapu hukum tua. Mereka menyatakan perang terhadap pendukung mantan raja. Revolusi Prancis berlangsung hingga 1799.
Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah - Napoleon Bintang yang Bersinar
Napoleon, salah satu dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ini, kali pertama menunjukkan kemampuan militernya ketika berjuang untuk Revolusi Prancis. Pada 1794, ia merebut kota Prancis Toulon, yang didukung oleh aturan pemerintah. Untuk keberhasilan ini, Napoleon diangkat menjadi seorang jenderal pada usia 24. Pada 1795, Napoeleon menyelamatkan pemerintahan revolusioner dari para perusuk di Paris.
1796-1797, Napoeleon mengomandani tentara Prancis di perbatasan Italia-Perancis. Di sana, salah satu tokoh dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ini berhasil mengalahkan tentara yang lebih besar dari Austria, musuh utaram Prancis. Napoleon melanjutkan untuk menyerbu Mesir pada 1798 seklaigus merupakan kemenangan Napoleon memperbesar wilayah kekuasaan Prancis.
Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah - Napoleon Memerintah Prancis
Napoleon, salah satu dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah ini kembali ke Prancis sebagai pahlawan. Orang-orang Prancis telah kehilangan kepercayaan pada pemerintahan revolusioner. Jadi, Napoleon memutuskan untuk memegang kendali. Pada November 1799, Napoleon membentuk pemerintahan baru dengan mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin.
Mampukah Napoleon memimpin negaranya sebaik ia bisa mengomandani tentara? Awalnya, dia sukses besar.
Napoleon mengorganisasi pemerintah nasional dan lokal. Dia membuat undang-undang baru yang menegakkan kebebasan beragama dan hak-hak lain untuk rakyat. Dia memperkenalkan pajak yang lebih adil dan sistem pendidikan baru. Dari 1800 sampai 1802, ia memaksa negara-negara Eropa yang telah bergabung bersama melawan Prancis setuju untuk berdamai.
Pada 1804, Napoleon menobatkan dirinya sebagai Kaisar Perancis Napoleon I. Dia membayar seniman papan atas untuk mengggambarkan dirinya dalam kebanggaan, sebuah pose yang kuat.
Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah - Pertempuran Trafalgar
Prancis sekarang menjadi bangsa terkuat di Eropa. Namun, ini tidak membuat Napoleon, salah satu dari seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah, puas. Kekejaman, kelihaian, dan selalu mencari kemenangan. Ia bermimpi tentang sebuah kerajaan besar. Inggris, Rusia, Austria, dan Prusia (Jerman Utara) bersatu untuk melawan Napoleon.
Pada 1805, Inggris mengalahkan kapal Perancis di depan pantai selatan Spanyol dalam Pertempuran Trafalgar yang terkenal itu. Namun, pada 1807, Napoleon menghancurkan tentara Rusia dan Prusia dan memenangkan lebih banyak tanah untuk Prancis. Inilah salah satu alasan kenapa Napoleon masuk dalam seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah.
Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah - Kekalahan dan Pengasingan Napoleon
Pada 1808, Napoleon, seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah, menyerbu Spanyol. Pejuang Spanyol melakukan sebuah perlawanan sengit. Mereka menggunakan teknik gerilya (serangan kejutan dan mundur cepat) sehingga mustahil bagi Napleon untuk menang.
Peristiwa buruk pun datang. Pada 1812, Napoleon memimpin 500.000 tentara untuk menyerang Rusia. Melalui cuaca musim dingin yang pahit, mereka berbaris ke Moskow, ibukota Rusia. Namun, mereka menemukan dirinya terdampar.
Rusia telah membakar sebagian besar kota, menghancurkan makanan dan tempat tinggal yang dibutuhkan oleh pasukan Napoleon. Napoleon harus mundur. Lebih dari separuh anak buahnya meninggal.
Segera setelah kegagalan ini, Napoleon (seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah) menderita kekalahan di Leipzigm Jerman. Negara-negara sekutu melawan Prancis dan memaksa Napoleon untuk turun. Ia dikirim ke pengasingan di Pulau Elba Mediterania, dekat Italia pada 1813.
Seratus Tokoh Paling Berpengaruh dalam Sejarah - Kekalahan Final Napoleon di Waterloo
Napoleon (seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah) bukanlah tipe orang yang menyerah. Pada 1815, ia melarikan diri dari Elba dan berlari kembali ke Paris. Di sana, dia disambut orang banyak dengan bersorak-sorai. Napoleon mengumpulkan pasukan dan bergerak ke utara ke Belgia untuk menghadapi pasukan musuh.
Kampanye di Belgia berakhir dengan bencana. Napoleon (seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah) kalah jumlah pasukan dan mengalami kekalahan dalam Pertempuran Waterloo, salah satu pertempuran bersejarah paling terkenal.
Napoleon (seratus tokoh paling berpengaruh dalam sejarah) menghabiskan tahun-tahun terakhirnya sebagai tahanan di Pulau Saint Helena di Samudera Atlantik. Dia meninggal pada 1821. Namun, pengaruh Napoleon di Prancis telah berlangsung lama setelah kematiannya. Banyak reformasi di bidang hukum, pemerintahan, dan pendidikan masih mengatur kehidupan Prancis sampai hari ini.







