Setan Budeg Sesungguhnya Adalah Jin dan Manusia
Ilustrasi setan budeg
Para kru pembuat film Setan Budeg itu adalah orang-orang luar biasa.
Dengan segenap kesadaran, mereka mencurahkan perhatian kepada pembuatan film Setan Budeg tersebut. Hati, pikiran, jiwa, dan raga mereka tertuju pada limpahan materi yang akan mendatangi mereka.
Keyakinan bahwa masih banyak orang yang menyukai tema-tema film yang berbau mistik, seks, dan imajinasi liar, membuat mereka menggali semua potensi agar bisa menciptakan karya yang laku dijual. Mereka tidak peduli apakah karya itu akan mendatangkan manfaat dan keberkahan hidup atau apakah karya itu akan memberikan dampak negatif. Di situlah letak keluarbiasaan mereka.
Doa untuk Kru Pembuat Film Setan Budeg
Proses Menjadi Setan Budeg
Manusia yang terlahir suci itu tidak serta merta menjadi setan budeg. Lingkungan mempengaruhi jiwa yang suci itu. Pertama kali mereka berdekatan dengan setan budeg yang sudah jadi, mungkin mereka tidak merasa nyaman.
Kedua kali mungkin masih ada rasa tidak enak. Ketiga kalinya rasa itu berusaha ditepiskan. Lama-lama akhirnya mereka pun masuk ke dalam kelompok penggelap hati. Ketika mata hati sudha gelap, setan budeg mudah mendekat.
Jeratan demi jeratan akan membuat manusia yang dulunya suci itu berlumurkan serpihan-serpihan kegelapan. Kalau tidak cepat kembali mandi di air suci, maka jiwa setan budeg akan menguasai kehidupannya.
Semoga hal ini tidak sampai terjadi sehingga kehidupan akan tenang dan jiwa mudah menerima kebenaran. Amin.
Semoga para kru pembuat film Setan Budeg diberi hidayah oleh Allah Swt dan cepat sadar bahwa kehidupan ini hanyalah seperti merasakan fatamorgana yang tiada nyata bila tak dimaknai dengan pengabdian kepada Sang Maha Pemberi.
Dunia berkilau itu memang indah di mata, tapi kadang tidak nyaman di hati. Ketidaknyaman di hati itulah sesungguhnya adalah getaran Ilahi yang seharusnya diikuti. Tapi kalau rasa tidak nyaman itu ditepis dengan ‘keangkuhan’ jiwa, akhirnya rasa tidak nyaman itu akan menghilang.
Ketika rasa tidak nyaman menghilang, hati akan dihiasi dengan rasa bahagia semu. Hati yang tenang itu akan damai ketika menundukkan jiwa kepada Sang Khalik, menyebut namaNya dan ‘bersenda gurau’ denganNya.
Tapi hati yang berkelambu kebahagiaan semu akan merasa damai ketika berada dalam pelukan obat-obatan terlarang, kabut perusak paru-paru yang berasal dari asap pembakar jiwa berbentuk cerutu, dan cairan pembakar daging dan pembeku darah yang terbuat dari alkohol.
Semoga para kru pembuat film Setan Budeg masih mempunyai getaran ketidaknyamanan ketika harus bekerja melawan sedikit rasa bening di hati.
Semoga kegetaran ketidaknyamanan itu membawa mereka kembali ke pangkuan kenyamanan yang hakiki yang bersumber pada cahaya keilahian. Tidak ada kata terlambat selagi ruh masih melekat dalam raga.
Tidak perlu takut rezeki hilang karena rezeki itu bukan dari manusia yang bernama produser. Ketika kerja keras telah dilakukan, senjata selanjutnya adalah doa penuh kepasrahan dan keikhlasan.
Allah Swt tidak tidur. Makhluk yang berada di dasar lautan nan gelap gulita saja diberi kehidupan, apalagi manusia yang diciptakan sebagai pemimpin di muka bumi ini. Berhentilah membuat film-film seperti Setan Budeg itu.
Bertaubatlah sebelum Allah Swt membiarkan hati terus menghitam dan tidak lagi memberikan getaran kedamaian yang sesungguhnya. Bila sulit berhenti secara total, istirahatlah sejenak. Rasakanlah kelelahan raga. Saat raga menagih istirahat, sebenarnya jiwa pun begitu.
Dengan lebih mendengarkan apa yang diminta oleh jiwa, hati itu akan bergetar dan mendekat kepada kemurnian jiwa. Berilah ruang sedikit kepada jiwa. Semoga tuntunan Allah Swt segera menghampiri hati para kru pembuat film Setan Budeg.
Setan Budeg Berwujud Manusia dan Jin
Setan itu adalah kata sifat yang melekat pada manusia dan jin yang tidak mau mendengarkan dan mengikuti perintah Allah Swt. Hati mereka condong kepada segala hal yang berbau kemaksiatan.
Mata mereka berlensakan kenikmatan duniawi. Telinga mereka hanya ingin mendengar lagu-lagu merdu yang akan membawa ketenangan semu.
Telinga mereka menjadi tuli ketika mendengar ajakan kepada kebenaran yang sesungguhnya. Oleh karena itulah, tidak salah kalau mereka disebut setan budeg.
Manusia dan jin yang seharusnya beribadah kepada Allah Swt bisa menjadi penyembah iblis. Mereka bisa menjadi setan yang nyata atau mungkin saja setan budeg yang tak bisa mendengarkan lirik-lirik syahdu alunan ayat suci.
Saat diberitahukan makna-makana surgawi yang sebenarnya, mereka tampik dan pura-pura tidak mendengar. Ketulian jiwa itu mereka pupuk dengan aktivitas menerjang semua tuntunan jalan yang lurus.
Otak mereka terisi dengan hal-hal yang berbau fatamorgana hidup sehingga otak itu berkabut jingga dan semakin hari semakin gelap hingga berkabut kepekatan gas karbon menghitam yang sangat beracun.
Setan budeg itu lebih parah dibandingkan dengan setan biasa. Kalau setan biasa masih bisa mendengar walaupun tidak menyimak kata-kata indah penyejuk jiwa yang sesungguhnya.
Tapi kalau setan budeg yang ketuliannya sudah sampai pada stadium akhir, itu pertanda ketulian setan budeg sudah tidak bisa diobati lagi. Kalau setan budeg tidak bisa terobati, hatinya pasti beku dan darah segar tak bisa mengalir.
Bila hal ini sudah terjadi, lubang neraka akan menjadi tempat peristirahatan terakhirnya. Setan budeg yang tak terobati ini akan mengajak banyak orang senasib dengannya.
Dia akan membuat jeratan-jeratan ala setan yang sangat tahu ke mana arah gendang ditabuh. Goyangan setan budeg ini luar biasa. Manusia yang dahulunya baik-baik pun bisa tergelincir kalau tidak menggunakan sepatu ‘safety’ berkualitas bagus.
Licinnya serangan setan budeg lebih licin dari belut dan cairan oli bekas. Kata ‘hati-hati’ masih belum bisa membuat banyak orang baik tak terpedaya.
Kata ‘waspada’ juga masih kurang. Kata ‘siaga dan awas’ tingkat tertinggi mungkin masih bisa diandalkan agar terhindar dari lirikan setan budeg yang begitu menggoda.
Ingatlah bahwa setan budeg ini berwujud wanita-wanita dan para laki-laki telanjang yang tidak mempunyai rasa malu. Pujian kepada kemolekan tubuh mereka yang sempurna adalah pupuk yang sangat dahsyat menumbuhkan rasa berani tidak malu.
Mereka dikaruniai otak yang cerdas agar mampu membuat strategi jebakan yang hebat untuk menambah daftar anggota mereka di neraka nantinya. Para setan budeg ini rela menghamburkan uang dan harta mereka asalkan anggota mereka semakin banyak.
Para setan budeg tersebut akan menggunakan kekuatan mereka agar tercipta kerajaan setan budeg yang megah dan sangat kuat. Dalam kerajaan setan budeg itu nantinya segala kesenangan duniawi dapat dijumpai. Kehidupan yang menghalalkan segala cara. Apa pun boleh.
Pembiaran Allah Swt kepada tindak tanduk setan budeg ini mereka anggap sebagai rida yang membuat mereka semakin merajalela. Padahal ketika Allah Swt tidak lagi memberikan limpahan kasih sayangNya, itu artinya tempat terakhir mereka ada di neraka.
Tolonglah setan budeg, berobatlah agar ketulian kalian sembuh. Kalau ketulian kalian sembuh, mungkin saja kalian masih mau mendengarkan keindahan lirik-lirik surgawi yang sesungguhnya. Kalau kalian memberikan waktu sedikit kepada pemurnian jiwa, siapa tahu hidayah Allah Swt mampir kepada hati kalian yang dahulunya tidak hitam. Kalau kalian kembali ke jalan kebenaran, itu artinya kerajaan setan budeg tidak jadi berdiri. Kalau kerajaan setan budeg tidak berdiri, kedamaian dunia pasti tercipta.

