Pentingnya Sholat Berjamaah

Sholat berjama'ah adalah sholat yang disunnahkan oleh Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadits, Imam Al-Bukhari telah meriwayatkan dari Malik bin Al-Huwairits:
"Aku mendatangi Nabi dalam suatu rombongan dari kaumku, maka kami tinggal bersamanya selama duapuluh hari, dan Nabi adalah seorang yang penyayang dan lemah lembut terhadap shahabatnya, maka ketika beliau melihat kerinduan kami kepada keluarga kami, beliau bersabda,
'Kembalilah kalian dan jadilah bersama mereka serta ajarilah mereka dan shalatlah kalian, apabila telah datang waktu shalat hendaklah salah seorang di antara kalian adzan dan hendaklah orang yang paling tua (berilmu tentang Al-Kitab & As-Sunnah dan paling banyak hafalan Al-Qur`annya) di antara kalian mengimami kalian."
(H.R. Bukhari no. 628, 2/110 dan dalam riwayat lain H.R. Muslim no. 674, 1/465-466)
Rasulullah dan para sahabat tidak pernah meninggalkan sholat berjama'ah kecuali jika ada halangan yang syar’i. Ketika Rasulullah sakit, beliau tetap melaksanakan shalat berjama’ah di masjid sebagai imam hingga ketika sakitnya semakin parah, beliau memerintahkan Abu Bakar untuk mengimami sholat berjama'ah.
Rasulullah, bahkan, tidak memberi keringanan kepada ‘Abdullah Ibnu Ummi Maktum yang buta untuk meninggalkan shalat berjama’ah. Padahal, selain buta, dia tidak mempunyai seseorang yang bisa menuntunnya ke masjid dan usianya pun sudah renta.
Diriwayatkan dari Abu Hurairah:
"Seorang laki-laki buta mendatangi Nabi lalu berkata, 'Ya Rasulullah, sesungguhnya aku tidak mempunyai seorang penuntun yang mengantarkanku ke masjid'. Lalu, ia meminta Rasulullah untuk memberi keringanan baginya untuk shalat di rumahnya hingga Rasulullah memberikannya keringanan.
Ketika Ibnu Ummi Maktum hendak kembali, Rasulullah memanggilnya lalu berkata, 'apakah Engkau mendengar panggilan (adzan) untuk shalat?' Ia menjawab, 'benar', maka Rasulullah bersabda, 'penuhilah panggilan tersebut.'
(H.R. Muslim)
Keutamaan Shalat Berjamaah
- Mendapat pahala sebanyak dua puluh tujuh derajat dari sholat sendirian. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Ibnu Umar RA)
- Setiap langkahnya menuju masjid, diangkat kedudukannya satu derajat dan dihapuskan baginya satu dosa serta senantiasa dido'akan oleh para malaikat. (H.R. Bukhari dan Muslim dari Abu Huraira RA, dari terjemahan lafadz Bukhari)
- Sholat berjama'ah membebaskan seorang muslim dari pengaruh setan. (H.R. Abu Daud dengan derajat hadist hasan, dari Abu Darda' RA)
- Memancarkan cahaya yang sempurna di hari kiamat. (H.R. Abu Daud, Turmudzi, dan Hakim)
- Saling mengenal dan mengasihi sesama muslim.
- Membiasakan diri untuk hidup teratur dan disiplin melalui waktu-waktu sholat yang sudah ditentukan serta melalui hubungan yang tercipta antara imam dan makmum.
| Beri rating untuk artikel di atas |








