Shalat istikharah : Mencari Petunjuk-Nya Ditengah Pilihan
Sebagai makhluk alternatif, manusia seringkali dihadapkan pada pilihan-pilihan. Untuk pilihan yang bersifat teknis dan praktis, kita bisa langsung memutuskan dengan referensi yang ada atau sudah kita miliki. Ketika kita ingin melakukan perjalanan ke suatu kota, tentu informasi dari peta atau keterangan orang yang kita temui dijalan menjadi acuannya. Kalau pun tersesat, kita tinggal mengulang jalan atau mengambil jalan pintas lainnya dengan risiko sering bertanya ke orang yang ditemui di jalan.
Namun ketika kita dihadapkan pada pilihan yang lebih berat dan menyangkut masa depan kita, referensi seperti apa yang akan kita gunakan ? Misalnya, ketika kita diterima pada dua perusahaan, mana yang kita pilih ? Atau apakah kita tetap harus menikah dengan seseorang padahal hati merasa bimbang ? Begitu banyak pilihan dengan taruhan masa depan. Karena itulah kita sebagai Muslim disunahkan melakukan shalat Istikharah.
Niat Shalat Istikharah
Shalat Istikharah dilakukan untuk mohon petunjuk Allah ketika kita menghadapi hal-hal yang harus dipilih atau diputuskan. Baik terhadap adanya dua pilihan atau lebih maupun terhadap keputusan yang harus kita ambil. Jadi, shalat ini tidak hanya dilakukan ketika pilihannya ada dua atau lebih.
Shalat istikharah merupakan shalat sunnah 2 rakaat yang lebih utama dilakukan pada malam hari, seperti shalat Tahajjud. Akan lebih baik lagi kalau dilakukan setelah kita tidur malam terlebih dahulu dan telah selesai melakukan shalat Isya’.
Doa Shalat Istikharah
Setelah shalat ditunaikan, lalu panjatkan doa dengan bacaan dibawah ini. Saat membacanya, sebutkanlah pilihan atau persoalan yang sedang dihadapi.
Allahumma innii astakhiiruka bi ‘ilmika wa astaqdiruka bi qudratika wa as’aluka min fadhlikal-‘azhiim fa innaka taqdiru wa laa aqdiru wa ta’lamu wa laa a’lamu wa anta ‘allaamul-ghuyuub. Allahumma in kunta ta’lamu anna haadzal amra khairul lii fii diinii wa ma’aasyii wa’aaqibatu amrii faqdirhu lii wa yassirhu lii tsumma baarik lii fiihi wa in kunta ta’lamu anna haadzaa syarrul lii fii diinii wa ma’aasyii wa ‘aaqibati amrii fashrifhu ‘annii fashrifnii ‘anhu waqdir liyal-khaira haitsu kaana tsumma irdhinii bih.
Artinya :
Ya Allah hamba mohon perkenanMu untuk memilihkan mana yang terbaik menurut Ilmu-Mu dan memberikan kepastian menurut ketentuan-Mu dan kemurahan-Mu karena Engkaulah yang berkuasa dan Maha Mengetahui segala sesuatu yang tersembunyi sedangkan hamba hanyalah seorang yang lemah dan tak memiliki pengetahuan.
Ya, Allah, jika Engkau mengetahui bahwa persoalan ini baik bagi hamba, agama hamba, dan baik pula bagi kehidupan hamba, maka berikanlah perkara ini kepada hamba dan berkahilah bagi hamba didalamnya.
Ya, Allah, jika Engkau mengetahui bahwa persoalan ini tidak bagi hamba, agama hamba, bagi kehidupan hamba, dan juga tidak baik akibatnya bagi hamba, maka jauhkanlah perkara ini dari hamba dan jauhkanlah hamba dari perkara ini. Ya Allah, berikanlah kebaikan dimana saja hamba berada, dan jadikan hamba orang yang rela atas anugerah-Mu.






