Keutamaan Shalat Jamaah dalam Islam
Shalat Jamaah memang besar sekali manfaatnya. Tidak hanya berpahala besar, tapi shalat jamaah juga bisa dijadikan ajang silaturahmi dan latihan kepemimpinan. Karena itu hampir di semua hadist yang diriwayatkan berbagai perawi, Rasulullah memerintahkan seluruh umatnya, untuk shalat berjamaah di masjid.
Sejak mengenyam pendidikan di sekolah dasar ataupun mengaji di TPA dulu, kita tentu sudah tahu bahwa keutamaan shalat jamaah yang paling kita kenal adalah pahala shalat akan ditingkatkan menjadi 27 kali lipat (ada juga hadist yang menyebutkan akan dinaikkan 25 kali lipat). Dan tidak hanya ini saja yang memacu umat Islam untuk lebih giat melaksanakan shalat jamaah. Ternyata shalat jamaah juga memiliki keutamaan lainnya
Tata Cara Shalat Jamaah
Jika Anda ketinggalan shalat berjamaah di masjid karena suatu hal, Anda masih bisa melakukan shalat jamaah ini. Itu karena shalat jamaah itu bisa dilakukan minimal dua orang. Anda bisa melakukannya dengan teman Anda di mana saja, asal tempat itu suci dari hadast kecil ataupun besar.
Posisi dalam shalat jamaah untuk 2 orang adalah imam berada di depan, sementara makmum yang mengikuti gerakan imam ada di sebelah kanan imam, dan posisinya agak di belakang. Jika shalat jamaah ini diikuti 3 orang atau lebih, posisinya sama seperti shalat jamaah pada umumnya. Imam ada di depan makmum, dan 2 atau lebih orang makmum membentuk satu barisan shaf di belakang imam. Posisi ini juga berlaku kalau makmumnya perempuan. Mereka membentuk barisan shaf sendiri di belakang makmum laki-laki.
Kalau Anda terlambat mengikuti shalat jamaah pun, Anda masih bisa mengikutinya dan tetap mendapatkan pahala utuh shalat jamaah. Anda dinamakan makmum masbuk, dan langsung ikuti saja gerakan imam saat itu. Sesudah imam melakukan salam, Anda harus berdiri lagi dan lanjutkan shalat Anda sesuai jumlah rakaat yang tertinggal.
Kalau Anda sempat membarengi ruku imam (berarti Anda hanya ketinggalan takbiratul ikram), Anda terhitung masih mendapat rakaat itu. Jika Anda baru mengikuti imam sesudah gerakan ruku' dan seterusnya, Anda tetap dihitung ketinggalan shalat satu rakaat itu.
Manfaat Shalat Jamaah
Di masa Nabi Muhammad, para shahabat yang melakukan shalat berjamaah, selalu mengecek kanan kiri sesudah mereka melakukan shalat. Tujuannya untuk mengecek siapa yang berhalangan shalat jamaah.
Jika ada yang tidak ikut, mereka berbondong-bondong mendatangi orang yang tidak shalat jamaah tadi untuk melihat keadaannya. Di sinilah letak keutamaan shalat jamaah dibanding shalat sendirian. Masyarakat jadi lebih tahu kondisi masing-masing personal dan menjadi lebih perhatian satu sama lain.
Manfaat lainnya tentu saja pahala yang dinaikkan sampai 27 kali lipat. Selain itu, shalat jamaah adalah latihan kepemimpinan yang baik, karena semua orang hanya patuh pada satu imam dalam menjalankan ibadah.
Makmum juga bisa mengoreksi imam yang salah melafalkan bacaan atau mengingatkan gerakan imam yang salah, dengan cara mengucapkan Subhanallah (untuk makmum perempuan, cukup dengan bertepuk tangan satu kali). Suatu latihan kepemimpinan dan demokrasi yang baik, bukan?






