Meneladani Shalat Rasulullah
Shalat adalah ibadah yang pertama kali dihisab atau dihitung di hari akhir nanti. Bila melakukannya tidak boleh sembarangan. Dalam salah satu hadistnya, Rasulullah pernah bersabda: "umat muslim harus shalat, sebagaimana beliau melakukan shalat". Adab-adab dan tata cara shalat umat Islam harus mencontoh shalat Rasulullah.
Banyak kita temui ajaran-ajaran yang menyimpang di masyarakat. Seperti shalat dengan menggunakan bahasa Indonesia, shalat dengan shaf campur (laki-laki dan perempuan ada dalam satu barisan), sampai shalat dengan dibarengi berbagai ritual kejawen. Shalat seperti itu tidak akan diterima Allah karena tidak sesuai dengan apa yang dicontohkan Nabi. Untuk Anda umat muslim yang ingin meneladani Rasulullah dalam melakukan shalat, berikut tata caranya.
Adab Sebelum Melaksanakan Shalat
Sebelum melakukan ibadah shalat, ada beberapa hal yang selalu dilakukan Rasulullah. Misalnya, beliau selalu melakukan shalat tepat waktu sesudah mendengar adzan. Selain itu, beliau juga selalu memakai pakaiannya yang terbaik.
Baik disini tidak berarti mahal. Yang penting menutup aurat, bersih, dan suci dari hadast kecil maupun besar. Rasulullah juga menganjurkan kita untuk memakai wewangian atau parfum. Intinya adalah melakukan persiapan terbaik karena shalat adalah pertemuan seorang hamba dengan Tuhan-nya di dunia.
Tapi hal-hal diatas adalah anjuran dan tidak ada paksaan bagi yang belum mampu melaksanakannya (misalnya karena suatu hal tidak bisa shalat tepat waktu, atau tidak mampu membeli wewangian). Tapi hal-hal yang wajib dilakukan menjaga kebersihan pakaian dari najis dan menyempurnakan wudlu. Sebab shalat tanpa wudhu ataupun pakaian yang suci, jelas tidak akan diterima Allah
Mencontoh Shalat Nabi
Meski banyak beredar aliran menyimpang di Indonesia, Anda tidak perlu khawatir. Contoh-contoh shalat yang masih sesuai ajaran Nabi itu masih mudah ditemui di sekitar kita. Sesudah berwuhu dan memakai pakaian suci, Rasulullah selalu melakukan shalat berjamaah dengan para sahabatnya di awal waktu shalat. Beliau menghadap kiblat dan memulai gerakan shalat dengan takbiratul ihram.
Gerakan shalat yang biasa ditemui di masyarakat dan biasanya berbeda dengan tata cara shalat Rasulullah, adalah gerakan anggota badan, ataupun pandangan dalam shalat. Ketika shalat, Rasululullah tidak pernah memejamkan mata untuk waktu yang lama dan pandangan beliau selalu ke tempat sujud.
Posisi tangan ketika takhbiratul ihram adalah sejajar dengan pundak dan berada di atas dada. Ruku' beliau adalah tegak lurus 90 derajat, dan sewaktu sujud bagian dahi dan hidung harus menempel di tempat sujud. Selebihnya tentang bacaan shalat, sama seperti yang biasa kita lakukan dalam shalat sehari-hari.
Sesudah shalat, Rasulullah juga punya ritual khusus. Beliau selalu berdzikir dan berdoa, dan tidak langsung bangkit meninggalkan tempat sesudah melakukan salam. Mudah dipraktekkan bukan? Semoga di hari-hari selanjutnya adab dan tata cara shalat kita sudah sesuai dengan sifat shalat Rasulullah.






