logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Agama & Kepercayaan    Islam    Shalat Sunnat Rawatib

Shalat Sunnat Rawatib

Oleh: AnneAhira.com Content Team

Shalat sunnat Rawatib adalah shalat yang dikerjakan sebelum dan sesudah shalat wajib 5 waktu. Secara etomologis kata rawatib berasal dari bahasa Arab yang merupakan bentuk jamak bermakna tetap. Secara terminologi, shalat sunnat rawatib dilakukan secara beriringan dengan shalat fardhu dan dilakukan sebelum atau sesudah shalat fardhu.

Shalat sunnat rawatib ini dibagi menjadi dua, yaitu shalat sunnat qabliyyah yang dilakukan sebelum shalat fardhu, dan ba’diyyah shalat sunnat yang dilakukan setelah shalat fardhu. Nabi bersabda "Tidak ada seorang hamba yang shalat sunnah setiap hari sebanyak 12 rakaat kecuali Allah membangun untuknya sebuah rumah di surga."

Waktu Pelaksanaan Shalat Rawatib

Ada lima waktu pelaksanaan shalat sunnat ini. Dengan total 12 rakaat-6 rakaat ba’diyyah dan 6 rakaat qabliyyah, seperti berikut:

  • 2 rakaat dikerjakannya sebelum shalat shubuh
  • 4 rakaat sebelum shalat dzuhur
  • 2 rakaat setelah shalat dzuhur
  • 2 rakaat shalat maghrib
  • 2 rakaat setelah shalat isya

 

Hikmah dari shalat sunnat Rawatib ini kegunaannya untuk menyempurnakan kekurangan dalam shalat fardu. Biasanya kekurangan shalat fardu ini karena kurang khusu atau kurang memperhatikan bacaan, maka sholat ini sangat penting  untuk menyempurnakan shalat fardu yang kurang sempurna.

Niat shalat sunnah Rawatib ini ada dua, yaitu untuk Qabliyyah dan untuk Badiyyah.

Qabliyyah, "ushalli sunnatal" dan pada akhir niat ditambah "qabliyataini lillahi ta'ala allahu akbar". Contoh untuk sholat dua rakaat sebelum sholat Subuh "ushalli sunnatal subhi raka'taini qabliyataini lillahi ta'ala allahu akbar."

Badiyyah, "ushalli sunnatal" dan pada akhir niat ditambah "ba'diyataini lillahi ta'ala allahu akbar" Contoh untuk 2 rakaat setelah sholat Dzuhur "ushalli sunnatal dzuhri raka'taini lillahi ta'ala allahu akbar."

Ummu Habibah radiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang keutamaan sholat sunnah rawatib, dia berkata "saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda", “Barangsiapa yang sholat dua belas rakaat pada siang dan malam, maka akan dibangunkan baginya rumah di surga”. Ummu Habibah berkata: "saya tidak pernah meninggalkan sholat sunnah rawatib semenjak mendengar hadits tersebu."

Anbasah berkata "Maka saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari Ummu Habibah. ‘Amru bin Aus berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Ansabah. An-Nu’am bin Salim berkata: Saya tidak pernah meninggalkannya setelah mendengar hadits tersebut dari ‘Amru bin Aus." (HR. Muslim no. 728)

Aisyah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan sebuah hadits tentang sholat sunnah rawatib sebelum (qobliyah) shubuh, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda, “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya”. Dalam riwayat yang lain, “Dua raka’at sebelum shubuh lebih aku cintai daripada dunia seisinya” (HR. Muslim no. 725).
Shalat sunnah sebelum shubuh merupakan hal yang paling utama di antara shalat rawatib dan Rasulullah saw tidak meninggalkanya baik dalam keadaan safar.

Ummu Habibah radhiyallahu ‘anha telah meriwayatkan tentang keutamaan rawatib dzuhur, dia berkata "saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Barangsiapa yang menjaga (sholat) empat rakaat sebelum dzuhur dan empat rakaat sesudahnya, Allah haramkan baginya api neraka”. (HR. Ahmad 6/325, Abu Dawud no. 1269, At-Tarmidzi no. 428, An-Nasa’i no. 1814, Ibnu Majah no. 1160).

Surat yang Dibaca pada Shalat Rawatib Qobliyah Subuh

Dari Abu Hurairah radiyallahu’anhu, bahwa Rasulullah saw pada waktu shalat sunnat sebelum subuh beliau suka membaca surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas.  

Dan dari Sa’id bin Yasar, bahwasanya Ibnu Abbas mengabarkan kepadanya "Sesungguhnya rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada sholat sunnah sebelum subuh di rakaat pertamanya membaca surat Al-Baqoroh: 136 dan di rakaat keduanya membaca surat Al-Imron: 52.

Surat yang Dibaca pada Shalat Sunnat Rawatib Ba’diyah Maghrib

Dari Ibnu Mas’ud radiyallahu ‘anha, dia berkata "Saya sering mendengar Rasulullah shallalllahu ‘alaihi wa sallam ketika beliau membaca surat pada sholat sunnah sesudah maghrib: surat Al Kafirun dan surat Al Ikhlas." (HR. At-Tarmidzi no. 431, berkata Al-Albani: derajat hadits ini hasan shohih, Ibnu Majah no. 1166).

Apakah Shalat Sunnat Rawatib 4 Rakaat Qabiyah dikerjakan dengan Sekali Salam atau Dua Kali Salam?

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkata “Sunnah rawatib terdapat di dalamnya salam, seseorang yang sholat rawatib empat rakaat maka dengan dua salam bukan satu salam, karena sesungguhnya nabi bersabda: “Sholat (sunnah) di waktu malam dan siang dikerjakan dua rakaat salam dua rakaat salam." (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Al-Utsaimin 14/288).

Apakah pada Shalat Ashar Terdapat Rawatib?

As-Syaikh Muammad bin Utsaimin rahimahullah berkata, “Tidak ada sunnah rawatib sebelum dan sesudah sholat ashar, namun disunnahkan sholat mutlak sebelum sholat ashar." (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Al-Utsaimin 14/343).

Shalat Rawatib Ba’Diyah Jum’at

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Apabila seseorang di antara kalian mengerjakan sholat jum’at, maka sholatlah sesudahnya empat rakaat." (HR. Muslim no. 881)

As-Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata, “Adapun sesudah sholat jum’at, maka terdapat sunnah rawatib sekurang-kurangnya dua rakaat dan maksimum empat rakaat." (Majmu’ Fatawa As-Syaikh Bin Baz 13/387).

Shalat Rawatib dalam Keadaan Safar

Ibnu Qayyim rahimahullah berkata, “Rasulullah shallallahu a’laihi wa sallam di dalam safar senantiasa mengerjakan sholat sunnah rawatib sebelum shubuh dan sholat sunnah witir dikarenakan dua sholat sunnah ini merupakan yang paling utama di antara sholat sunnah, dan tidak ada riwayat bahwasannya rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan sholat sunnah selain keduanya." (Zaadul Ma’ad 1/315)

As-Syaikh Bin Baz rahimahullah berkata “Disyariatkan ketika safar meninggalkan sholat rawatib kecuali sholat witir dan rawatib sebelum subuh." (Majmu’ fatawa 11/390)

Tempat Mengerjakan Shalat Rawatib

Dari Ibnu Umar radiyallahu ‘anhuma berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Lakukanlah di rumah-rumah kalian dari sholat-sholat dan jangan jadikan rumah kalian bagai kuburan”. (HR. Bukhori no. 1187, Muslim no. 777)

As-Syaikh Muhammad bin Utsaimin rahimahullah berkata: “Sudah seyogyanya bagi seseorang untuk mengerjakan sholat rawatib di rumahnya…. meskipun di Mekkah dan Madinah sekalipun maka lebih utama dikerjakan di rumah dari pada di masjid Al-Haram maupun masjid An-Nabawi; karena saat nabi shallallahu a’alihi wasallam bersabda sementara beliau berada di Madinah….. Ironisnya manusia sekarang lebih mengutamakan melakukan sholat sunnah rawatib di Masjidil Haram, dan ini termasuk bagian dari kebodohan." (Syarh Riyadhus Sholihin 3/295).

Waktu Mengerjakan Shalat Sunnat Rawatib

Dari Ibnu Umar radiyallahu ‘anhuma berkata Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Lakukanlah di rumah-rumah kalian dari sholat-sholat dan jangan jadikan rumah kalian bagai kuburan." (HR. Bukhori no. 1187, Muslim no. 777).

Waktu Mengerjakan Shalat Sunnat Rawatib

Ibnu Qudamah berkata “Setiap sunnah rawatib qobliyah waktunya dimulai dari masuknya waktu sholat fardhu hingga sholat fardhu dikerjakan, dan sholat rawatib ba’diyah maka waktunya dimulai dari selesainya sholat fardhu hingga berakhirnya waktu sholat fardhu tersebut." (Al-Mughni 2/544).

Artikel mengenai shalat sunnat rawatib ini semoga bisa menambah informasi Anda tentang keistimewaan shalat-shalat sunnat. Bahwa shalat sunnah walaupun tidak wajib, tetap memiliki keutamaan. Keutamaan tersebut hadiahnya adalah pahala dari Allah Swt.

Tolong di SHARE :
Share
Topik Terkait
Shalat Sunnat Rawatib
25 Nabi Dan Rasul
Abu Bakar Shidiq
Al-Irsyad
Al-Quran
Ali Bin Abi Thalib
Bacaan Shalat
Busana Muslim
Doa Qunuth
Ekonomi Syariah
Fatimah Azzahra
Fikih
Hadits
Hukum Waris
Ibadah Haji
Ibadah Puasa
Ibadah Shalat
Ibadah Umroh
Idul Adha
Idul Fitri
Ijtihad
Ilmu Mantiq
Ilmuwan-Ilmuwan Islam
Imam Al-Ghazali
Infak
Isra Miraj
Jihad
Khalid Bin Walid
Khusnul Khatimah
Kifarat
Kumpulan Doa
Lailatul Qadar
Madzhab-Madzhab Dalam Islam
Mahabah
Muhamadiyyah
Mukjizat
Munakahat
Nadhathul Ulama
Negara Islam
Peradaban Islam
Perang Salib
Perawi Hadits
Persis
Poligami
Politik Islam
Puasa Ramadhan
Puasa Sunnah
Qiyamul Lail
Riba
Rukun Iman
Rukun Islam
Sejarah Islam
Shadaqoh
Shalat Fardhu
Shalat Jama
Shalat Jenazah
Shalat Jumat
Shalat Khauf
Shalat Masbuq
Shalat Qashar
Shalat Sunnah
Shalawat Nabi
Siti Aisyah
Sufi
Sujud Syukur
Sujud Tilawah
Sultan Saladin
Sumber Hukum Islam
Sunni
Syiah
Tafsir
Takbiratul Ihram
Taubat
Tauhid
Ukhuwah Islamiyah
Ummar Bin Khatab
Utsman Bin Affan
Wakaf
Walisongo
Wudhu
Zakat
Zikir

Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA