Mengenal Sifat-sifat Enzim

Sebelum memulai pembahasan mengenai sifat enzim, ada baiknya kita ketahui terlebih dulu apa itu enzim. Sebuah sistem dalam makhluk hidup mengontrol aktivitasnya melalui enzim. Enzim merupakan protein yang mempercepat jalannya reaksi kimia.
Tanpa enzim, sebagian besar reaksi kimia masih dapat berlangsung, namun terlalu lambat untuk mendukung jalannya proses kehidupan. Oleh karena tubuh merupakan “pabrik bagi proses kimia” maka enzim sangat penting untuk tiap aspek fisiologis. Enzim memiliki sifat-sifat yang serupa.
Sel hidup memiliki sekitar 3000 enzim yang telah diprogram secara genetik. Jika salah satu enzim hilang atau tidak dapat digunakan maka keseimbangan reaksi kimia akan terganggu. Saat ini informasi dan penelitian mengenai enzim sudah banyak dilakukan. Enzim dapat diisolasi dari sel dan dapat dikondisikan untuk bekerja dalam sebuah tabung reaksi.
Sifat-Sifat Enzim
- Enzim mempercepat laju reaksi namun reaksi itu sendiri tidak memengaruhi enzim. Seperti halnya alat kunci inggris yang tetap berbentuk sama walau telah dipakai berulangkali untuk mengencangkan atau mengendurkan baut. Demikian juga suatu enzim terus akan bekerja setelah ia menyelesaikan satu reaksi kimia. Hal ini meningkatkan efektifitas karena enzim dapat dipakai berulangkali. Laju reaksi pada tingkat sel dapat berlangsung satu juta kali lebih cepat dengan adanya enzim.
- Enzim sangat spesifik. Seperti halnya kunci inggris yang hanya dapat digunakan untuk baut ukuran tertentu, setiap enzim juga hanya bekerja pada jenis molekul tertentu yang disebut substrat.
- Enzim dapat mempercepat laju reaksi yang sama, namun dengan arah berbeda atau kebalikan. Kunci inggris dapat digunakan untuk mengencangkan atau mengendurkan baut tergantung dari mana kita memulainya, apakah bagian-bagian baut sudah terpasang atau belum. Demikian juga dengan enzim. Enzim dapat memecah molekul menjadi dua bagian namun juga dapat menyatukannya kembali. Hal tersebut tergantung dari kebutuhan suatu reaksi kimia.
Bagian-Bagian Enzim
Aktivitas suatu enzim tergantung dari rantai protein yang spesifik. Biasanya enzim terdiri atas protein dan kombinasi satu atau lebih bagian yang disebut kofaktor.
a. Apoenzim
Adalah polipeptida atau bagian protein enzim. Apoenzim pada awalnya bersifat tidak aktif. Bentuk apoenzim yang tidak aktif disebut proenzim atau zimogen.
b. Kofaktor
Adalah substansi non-protein. Koenzim seringkali diperoleh dari vitamin. Tipe lain kofaktor adalah ion logam anorganik yang disebut aktivator ion logam. Oleh karena itu tubuh memerlukan mineral logam seperti Zn+2, Mg+2, Mn+2, Fe+2, Cu+2, K+1, dan Na+1 yang digunakan enzim sebagai kofaktor.
Penamaan Enzim
Enzim lazim diberi nama dengan menambahkan akhiran “-ase” pada nama dasar molekul tempat enzim bekerja. Misalnya enzim lipase mengkatalisasi hidrolisa lipid trigliserida. Sucrase mengkatalisasi hidrolisia sukrosa menjadi glukosa dan fruktosa.
Beberapa enzim telah ditemukan sebelum sistem penamaan enzim diterapkan. Misalnya pepsin dan tripsin. Sistem penamaan enzim yang terakhir dikenal dengan nama sistem IEC (International Enzyme Commission) yang memberi nama enzim berdasar tipe reaksi yang terlibat.






