logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Metafisika    Paranormal

Keberadaan Sihir Dalam Islam


Ilustrasi sihir dalam islam

sihir dalam Islam. Adakah? Di dalam sinetron-sinetron lokal Indonesia, sering sekali ditayangkan tentang sosok ustadz yang mampu memerangi roh jahat, ataupun syaitan dan bentukann-bentukan ghaib lainnya. Dengan merapal doa-doa, mulut berkomat-kamit, sesaat kemudian mereka telah mampu mengeluarkan atau memindahkan semua mahluk ghaib tersebut. Bahkan Islam nyaris diidentikkan dengan kemampuan sihir pada doa-doa yang dipanjatkan. Tetapi, benarkah demikian?

Fadhilah Doa Dalam Islam

Hakekat doa yang ada dalam Al-Quran di dalam ajaran agama Islam, adalah memiliki banyak arti. Yakni :

  1. Doa sebagai penyembuh.
  2. Doa sebagai penenang.
  3. Doa sebagai bentuk permintaan kepada Allah Swt.
  4. Doa sebagai bentuk dialog antara manusia sebagai hamba Allah Swt, dengan Allah Swt sebagai pencipta.
  5. Doa sebagai bentuk rasa syukur.

Dari semua hakekat doa yang disebutkan tadi, tentu saja memiliki fadhilahnya masing-masing. Sementara yang sering dan diekspos masyarakat umum adalah doa sebagai penyembuh, sehingga seolah-olah doa yang dibacakan dengan maksud memohon kesembuhan atas penyakit yang diberikan Allah Swt, sering diidentikkan dengan sihir.

Padahal antara sihir dan doa sangat jauh bedanya, dan sangat bertolak belakang maknanya.

Sebuah doa akan terkabul karena semata-mata atas izin Allah Swt. Yang utama adalah diawali dengan ikhtiar yang harus dilakukan lebih dahulu oleh manusia. Sedangkan sihir adalah ilmu hitam yang dibantu oleh kekuatan syaitan. Dan tentu saja pada umumnya sihir ditujukan untuk hal-hal yang kurang baik. Sedangkan doa adalah tanda kepasrahan seorang hamba kepada Tuhannya. Dalam hal ini adalah bentuk kepasrahan umat Islam kepada Allah Swt.

Makna Sihir dalam Islam

Makna sihir dalam Islam adalah memalingkan sesuatu dari hakikatnya. Namun demikian, para ulama sendiri memiliki pendapat yang beraneka ragam. Ibnul Qudamah rahimahullah berpendapat bahwa sihir adalah mantra atau rampalan jampi yang dapat memberi pengaruh, secara lahir ataupun batin.

Seperti misalnya, membuat orang lain jatuh sakit, atau bahkan sampai upaya membunuhnya, lalu memisahkan pasangan suami istri yang terikat perkawinan, atau membuat istri orang lain mencintai dirinya, dan sebagainya.

Namun, ada pula ulama yang menjelaskan bahwa sihir hanyalah pengelabuan dan tipuan mata semata, tanpa ada hakikatnya sebagaimana dikatakan oleh Abu Bakr Ar Rozi bahwa sihir adalah segala sesuatu yang sebabnya samar dan bersifat mengelabui, tanpa adanya hakikat, dan terjadi sebagaimana muslihat dan tipu daya semata.

Al Qurthubi rahimahullahu mengatakan, bahwa menurut ahli sunnah wal jama’ah, sihir itu memang ada dan memiliki hakikat. Banyak sekali kejadian, baik di masa Rasulullah SAW atau pun masa-masa sekarang yang menunjukkan secara kasat mata bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh.

Banyak orang sakit karena pelet, meninggal karena "dibuat", dan sebagainya. Bahkan, seperti telah disampaikan di atas, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah disihir oleh Lubaid bin Al A’shom Al Yahudi hingga beliau jatuh sakit. Artinya, hal ini menunjukkan bahwa sihir memiliki hakikat dan pengaruh terhadap orang yang terkena sihir.

Lalu, apa yang dimaksud dengan jenis sihir yang tidak memiliki hakikat? Sihir yang tidak memiliki hakikat hanyalah sihir sebatas pengelabuan mata, seperti tipu muslihat, sulapan, dan sejenisnya. Yang demikian inilah, yang dimaksud oleh perkataan beberapa ulama sebagai sihir yang tidak memiliki hakikat. Wallahu a'lam.

Dasar-dasar Ayat Tentang Sihir

Sihir di dalam ajaran agama Islam, dipercaya memang ada. Namun tidak dibenarkan untuk mengada-adakan atau mempelajari ilmunya. Hal ini termaktub di dalam Al-Quran surat QS. Al-Baqarah ayat 102 yang menyatakan tentang sihir.

Dan sihir itu sendiri hakikatnya ada dua pendapat yang menyatakan tentangnya. Yakni:

  • Menurut pendapat jumhur ulama’, bahwa sihir adalah sebuah hakikat yang memberi kesan atau mempengaruhi pikiran.

Sebagai contoh dari pendapat jumhur ulama’ ini adalah berdasarkan atas kisah dari Nabi Musa as, yang tercuplik di dalam Al-Quran QS Al-A’raf ayat 116 yang artinya adalah: "Dia (Musa) menjawab, "lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka setelah mereka melemparkan,mereka menyihirkan mata banyak orang dan menjadikan banyk orang takut kerana mereka memperlihatkan sihir yang yang hebat (menakjubkan)."

  • Pendapat berdasarkan kumpulan muktazilah, bahwa sihir itu tak ada hakikat dan sekedar penipuan atau sulapan mata belaka.

Terdapat empat jenis sihir yang dikenal telah dipelajari orang, yaitu:

 Sihir berupa ilusi dan tipuan

  1. Sihir berupa bentuk ramalan dan nujum
  2. Sihir dengan jalan fitnah dan mengadu domba
  3. Sihir berupa tipu muslihat

Adapun yang banyak dikenal orang dan banyak pula dipelajari oleh para pesulap-pesulap tanah air adalah sihir berupa iliusi atau tipuan mata. Dan lebih kepada teknis serta kecepatan tangan, dan bukan karena ilmu sihir itu sendiri.

Ilmu Sihir – Tidak Dibolehkan Dalam Islam

Mendengar pernyataan tersebut, apa yang ada dalam pikiran Anda? Nabi Musa yang tongkatnya berubah menjadi ular melawan para tukang sihir Fir'aun? Apakah itu yang menjadi dasar bahwa ada ilmu sihir yang dapat dipelajari di dalam ajaran agama Islam? Apakah sihir dalam Islam itu memang benar ada?

Wah, Anda perlu tahu perbedaan antara sihir dan mukjizat. Apa yang dilakukan oleh nabi Musa adalah mukjizat yang datang dari Allah, bukan sihir seperti yang digunakan anak buah Fir'aun untuk mendatangkan ular yang banyak.

Sihir memang sesuatu yang dipercayai ada dalam agama Islam. Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu bahwaRasulullah SAW. bersabda: "jauhilah tujuh perkara yang bisa membawa kepada kehancuran." Para sahabat bertanya, "apakah ketujuh perkara itu, ya Rasulullah?"

Beliau menjawab, "yaitu, syirik kepada Allah, sihir, membunuh jiwa yang diharamkan Allah kecuali dengan sebab yang dibenarkan agama, memakan riba, memakai harta anak yatim, membelot dalam peperangan, dan melontar tuduhan zina terhadap wanita yang terjaga dari perbuatan dosa" (H.R. Al-Bukhari dan Muslim).

Sihir dalam Islam pernah mencatat bahwa seorang Yahudi bernama Lubaid bin Al A'shom pernah menyihir Rasulullah hingga beliau jatuh sakit. Inilah yang ditengarai menjadi sebab turunnya surat al Falaq dan surat An Naas (al mu’awidaztain) sebagai obat bagi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.

Pendapat yang Benar Tentang Sihir Dalam Islam

Jadi dari semua yang diungkap dan dijelaskan dari awal hingga akhir artikel ini adalah, bahwa pada masa-masa penyebaran ajaran agama Islam, terkadang para Nabi dan Rasul Allah Swt, sering dihadapkan kepada ilmu-ilmu sihir yang memang telah ada di masa itu.

Dan untuk menghadapi para ahli-ahli sihir tersebut, maka Allah Swt memberi kelebihan kepada para Nabi dan Rasul Allah Swt tersebut, berupa kelebihan yang tidak dimiliki oleh manusia biasa. Inilah yang disebut dengan mukjizat.

Mukjizat diberikan Allah Swt kepada para Nabi dan Rasul pilihan, dalam arti tidak semua Nabi dan Rasul mendapatkan kemuliaan mukjizat tersebut. Mukjizat menjadi sesuatu keistimewaan bagi para Nabi dan Rasul.

Dan fungsi mukjizat hanya digunakan untuk menangkis serangan atau hinaan dan tantangan dari para musuh Allah Swt di masa-masa sebelum Islam menyebar. Salah satu yang peristiwa yang dikenal adalah, para ahli sihir istana dengan sihiran berupa ular-ular yang mengelabui mata dan menakutkan bagi mereka yang melihatnya. Dan dengan mukjizat Nabi Musa As berdasarkan atas izin Allah Swt, maka ular-ular hasil sihiran tersebut dapat dilalap habis oleh tongkat Nabi Musa As yang berubah menjadi ular besar.

Dari kisah inilah, sering dianggap dan digeneralkan bahwa Islam identik dengan sihir, dan juga dihalalkan untuk mempelajarinya.

Selain mukjizat yang dimiliki Nabi Musa As, keutamaan-keutamaan lain dari para Nabi dan Rasul Allah Swt, yang sering dianggap sihir adalah:

  1. Kemampuan Nabi Musa As yang membangkitkan orang mati, dengan pukulan ekor sapi.
  2. Cahaya yang keluar dari tangan Nabi Musa As.
  3. Saat Nabi Musa As membelah laut.
  4. Keutamaan Nabi Yusuf As yang dapat berbicara dengan hewan.
  5. Keutamaan Nabi Yusuf As yang dapat memerintah angin dan mengendarainya.

Demikian sekilas tentang fakta yang benar tentang rumor sihir dalam Islam, yang sebenarnya tidak ada. Namun pernah ada di jaman Nabi dan Rasul Allah Swt saat menyebarkan ajaran agama Islam.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Kekuatan Alam Gunung Berapi
  • Primbon Haid - Perhitungan Peruntungan Datangnya Haid dalam Primbon
  • Melatih Tenaga Dalam
  • Alam Makro Menurut Kebudayaan Bali
  • Hantu Seram - Beda Negara Beda Nama
  • Mengenal Berbagai Jenis Buhur – Media Penghubung Dunia Ghaib
  • Cara Mudah Mengakses Dana dari Bank Gaib
  • Karakteristik Kepribadian Weton Legi dan Pahing
  • Ramalan Nasib? Ke Laut Aja!
  • Ilmu Sihir dan Kanuragan
  • Berkenalan dengan Dunia Alam Gaib
  • Sinopsis Film Hantu Jembatan Ancol
  • Pancaran Aura Tubuh Manusia
  • Tanda-tanda Terkena Sihir yang Bisa Dikenali Sedari Dini
  • Fenomena Penampakan Tuyul
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA