Mengetahui Siklus Menstruasi pada Wanita
Ilustrasi siklus menstruasi pada wanita
Siklus menstruasi pada wanita dewasa memang sebaiknya menjadi fokus perhatian utama. Walau ada yang menganggapnya sebagai hal yang biasa, tetapi ternyata ada indikasi lain. Yaitu tidak teraturnya siklus menstruasi pada wanita disebabkan oleh berbagai faktor yang harus disikapi secara serius
Menstruasi adalah peristiwa yang pada umumnya dialami oleh perempuan dewasa. Biasanya wanita mengalami menstruasi pertama pada usia 12-15 tahun. Namun sekarang anak perempuan usia sepuluh tahun juga ada yang telah mendapatkan menstruasi pertamanya.
Menstruasi berupa peristiwa meluruhnya dinding lapisan bagian dalam rahim.Lapisan ini mengandung pembuluh darah serta sel telur. Yang karena tidak dibuahi akhirnya luruh dan keluar melalui proses menstruasi. Jarak dari satu periode menstruasi ke periode menstruasi berikutnya disebut siklus menstruasi. Lamanya kurang lebih sekitar 28 hari. Walau sebenarnya lama siklus menstruasi pada wanita tidaklah sama pada umumnya.
Sementara lama menstruasi pada wanita juga tidak sama. Ada wanita yang mengalami menstruasi selama lima hari. Tapi ada juga yang hanya selama tiga hari. Bahkan ada yang lebih lama lagi. Sehingga proses menstruasinya bisa mencapai delapan hari.
Mengetahui Siklus Menstruasi pada Wanita
Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa mensturiasi itu dapat dikatakan sebagai pelepasan dinding rahim atau endometrium yang diikuti juga dengan pendarahan. Peristiwa ini pasti akan terjadi setiap bulannya kecuali saat masa kehamilan. Nah, menstruasi yang berlangsung setiap bulan secara terus-terusan disebut dengan siklus menstruasi.
Biasanya, menstruasi pertama kali dialami oleh perempuan berumur 11 tahun dan akan terus terjadi sampai masa menopause (pada umumnya terjadi di usia sekitar 45 sampai 55 tahun). Normalnya, menstruasi ini berlangsung sekitar 3 sampai 7 hari.
Sementara itu, siklus menstruasi itu terjadi sangat bervariasi pada setiap perempuan. Ada hampir 90 persen wanita mempunyai siklus 25 sampai 35 hari dan hanya sekitar 10 sampai 15 persen yang mempunyai panjang siklus selama 28 hari. Tapi, ada juga wanita yang mempunyai siklus tidak teratur yang artinya mungkin saja muncul masalah kesuburan.
Panjang siklus menstruasi ini dapat dihitung dari hari pertama periode menstruasi. Hari pertama ini ditandai dengan dimulainya pendarahan yang selanjutnya dihitung hingga hari terakhir, yakni satu hari sebelum terjadinya pendarahan menstruasi bulan selanjutnya dimulai.
Seorang perempuan mempunyai dua ovarium yang masing-masing menyimpan folikel (follicles) atau telur yang belum matang sekitar 200.000 sampai 400.000 sel telur. Biasanya, hanya satu atau beberapa sel telur yang tumbuh per periode menstruasi. Lalu, sekitar kurang lebih hari ke-14 sebelum menstruasi selanjutnya, saat sel telur sudah matang, maka sel telur itu akan dilepaskan dari ovarium dan selanjutnya berjalan ke tuba falopi untuk dibuahi. Proses pelepasan ini biasa disebut dengan “ovulasi”.
Pada awal siklus, sebuah kelenjar yang ada di dalam otak melepaskan hormom bernama Follicle Stimulating Hormone (HSF) ke dalam aliran darah. Setelah itu, sel-sel telur tersebut akan tumbuh di dalam ovarium. Sementara itu, salah satu dari sel-sel telur tersebut tumbuh lebih cepat dibandingkan sel-sel telur lainnya.
Sel telur yang tumbuh lebih cepat ini akan menjadi dominan dan akhirnya mulai memproduksi hormon bernama hormon estrogen. Hormon ini kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah. Hormon estrogen ini selanjutnya bekerja sama dengan Follicle Stimulating Hormone (HSF) untuk membantu sel telur yang dominan tersebut tumbuh.
Selain itu, juga untuk memberi signal terhadap rahim agar bersiap-siap menerima sel telur tersebut. Hormon estrogen ini juga mampu menghasilkan lendir lebih banyak di sekitar vagina untuk membantu keberlangsungan hidup sperma sesudah berhubungan badan.
Saat sel telur sudah matang, maka sebuah hormon dikeluarkan dari dalam otak yang dikenal dengan sebutan Luteinizing Hormone (LH). Hormon ini dilepaskan dalam jumlah yang cukup banyak sehingga memicu proses pelepasan sel telur yang sudah matang dari ovarium menuju ke tuba falopi. Bila pada saat itu, sperma yang sehat berhasil memasuki tuba falopi, sel telur mempunyai kesempatan sangat besar untuk dibuahi.
Sel telur yang sudah dibuahi membutuhkan beberapa hari untuk berjalan ke tuba falopi, lalu mencapai rahim, dan akhirnya menanamkan diri dalam rahim. Setelah itu, sel telur tadi akan membelah diri serta menghasilkan hormon Human Chorionic Gonadotrophin (HCG). Hormon ini akan membantu pertumbuhan embiro dalam rahim. Bila sel telur yang sudah dilepaskan tersebut tak dibuahi, endometrium akan meluruh dan terjadilah proses menstruasi tahap berikutnya.
Penyebab Siklus Menstruasi pada Wanita Berjalan Tak Lancar
Bagaimana cara mengetahui subur atau tidaknya seseorang? Mengetahui kesuburan pada wanita itu mudah, yaitu lihatlah siklus menstruasinya. Sementara itu, pada pria, lakukanlah analisis sperma. Lalu, apakah hal itu cukup untuk mengetahui bahwa seseorang dikatakan subur?
Mengetahui kesuburan seorang wanita memang umumnya dengan mencatat siklus menstruasinya setiap bulan. Siklus menstruasi pada seorang perempuan memang sering dijadikan tolok ukur untuk mengetahui kesuburan. Tapi, hal tersebut tak menjadi jaminan bahwa seorang wanita itu memang subur.
Siklus haid setiap perempuan itu memang tidak sama, sebab ada yang siklusnya panjang dan ada juga yang pendek. Pada umumnya, range normal siklus haid wanita yaitu 21 sampai 35 hari. Bila terjadi gangguan pada siklus tersebut, disarankan untuk melakukan pemeriksaan.
Tak jarang pula siklus menstruasi itu tak beraturan. Hal ini mungkin saja disebabkan oleh beberapa faktor seperti kelelahan, aktivitas fisik, mengidap penyakit tiroid atau kanker otak, serta penggunaan obat-obatan tertentu yang sifatnya memang mengganggu siklus. Tak hanya itu, berat badan pun ikut memengaruhi siklus menstruasi.
Gangguan Siklus Menstruasi pada Wanita
Mungkin timbul pertanyaan kenapa menstruasi bisa tidak teratur datangnya? Menstruasi yang tidak teratur bisa disebabkan oleh:
- Penurunan berat tubuh secara drastis.
- Perubahan hormon karena mengalami stres atau sedang emosi.
- Melakukan olahraga yang tidak seimbang.
- Memakai obat-obatan yang bisa mengganggu keseimbangan kadar hormon.
- Menggunakan kontrasepsi hormon seperti pil atau selain dari pil seperti kontrasepsi suntik atau implant yang mengandung hormon progestin.
- Gangguan fungsi kelenjar tiroid atau gondok bisa menjadi sebab tidak teraturnya periode haid. Karena hal ini, baik akibat hipertiroid atau pun hipotiroid dapat menganggu sistem hormon.
- Berlebihnya hormon prolaktin pada ibu yang sedang menyusui. Hormon prolaktin yang tinggi ini bisa mengganggu tingkat kesuburan si ibu sehingga mengganggu siklus menstruasinya.
Penyebab Gangguan Siklus Menstruasi pada Wanita
Bila dilihat dari sisi medis ada 3 jenis penyebab gangguan siklus menstruasi pada wanita, yaitu,
- Polimenorea, kata lain untuk siklus haid yang lebih pendek dari biasa. Bisa saja penderita mengalami haid dua kali dalam sebulan, atau bahkan lebih dari dua kali.
- Oligomenorea, merupakan kebalikan dari polimenorea. Di mana siklus menstruasinya bisa mencapai 35 hari.
- Amenorea, bila seorang perempuan tidak mengalami haid berturut-turut selama 3 bulan, dia bisa disebut menderita amenorea.
Amenorea ini juga terbagi dua yaitu:
- amenorea primer , sebutan untuk wanita yang tidak pernah mengalami menstruasi sekalipun sejak usia 18 tahun. Yang mungkin jadi disebabkan oleh kelainan anatomi atau faktor genetik.
- amenorea sekunder, adalah bila wanita tersebut pernah mengalami menstruasi lalu berhenti. Penyebabnya bisa jadi karena kekurangan gizi, gangguan metabolisme, infeksi penyakit, tumor, dsb.
Apa pun juga penyebab terganggunya siklus menstruasi pada wanita, sebaiknya dipastikan dengan cara berkonsultasi langsung pada ahlinya. Sehingga anda bisa mengetahui penyebabnya yang pasti dan segera mengatasinya.

