logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Budaya    Komunikasi Budaya

Pentingnya Menjaga Tali Silaturahmi


Ilustrasi silaturahmi

Ketika kita dipertemukan dengan seseorang atau bahkan beberapa orang, yakinlah bahwa akan ada kebaikan yang dihasilkan. Awal mula hanya sebuah pertemuan, berlanjut menjadi sebuah perkenalan, beradaptasi dan saling mengenal, lalu kemudian berurai menjadi sebuah keakraban. Begitulah metamorfosa terbentuknya silaturahmi.

Di sinilah, timbul sebuah rasa persaudaraan. Merasakan saling peduli sesama dan merasa keterikatan akan batin. Rasa saling menyayangi dan mengerti menjadi buah manis dari istilah ini.

Pada umumnya, masyarakat luas mengartikan kata silaturahmi ini dengan bertamu, mengunjungi sanak saudara, kerabat, atau teman. Biasanya pula, yang terjadi saat bertamu adalah pembicaraan antara individu yang berlangsung cukup lama. Namun pada khususnya, istilah ini diartikan untuk hal yang lebih spesifik seperti ikatan atau mengikat.

Contohnya adalah pertunangan, lamaran, atau bahkan pernikahan. Ketiga hal yang disebutkan tadi pada dasarnya adalah mengikat tali persaudaraan sehingga terjalin ikatan silaturahmi yang kuat. Banyak definisi yang berkembang mengenai istilah ini. Namun yang kali ini akan dibahas adalah membedakan cara bersilaturahmi yang dilakukan oleh penduduk di pedesaan dan penduduk perkotaan.

Silaturahmi yang Terjadi di Masyarakat Perkotaan

Yang akan dibahas untuk pertama kalinya adalah cara bersilaturahmi yang dilakukan oleh masyarakat perkotaan. Pernahkah Anda menemukan hal yang membuat Anda tergelitik, terutama saat menemukan orang asing yang sedang bertanya alamat? Ketika orang asing tersebut menanyakan sebuah alamat pada seseorang yang berada di dekatnya. Dan jawaban ‘tidak tahu’ pun terlontar.

Padahal, alamat yang mereka tanyakan tidak jauh lokasinya dari tempat di mana mereka berpapasan. Atau ada satu hal lagi yang terbukti fakta dan cukup menggelitik, adalah ketika seseorang menanyakan alamat rumah, tapi hanya jawaban ‘tidak tahu’ yang ia dapatkan.

Padahal, alamat yang ditanyakan terdapat beberapa rumahnya di sampingnya. Hal tersebut membuktikan bahwa kurang kuatnya ikatan tali persaudaraan yang tercipta. Karena, sebagian besar penduduk di perkotaan lebih menikmati kesibukan mereka masing-masing tanpa memuaskan batin mereka dengan hubungan yang baik dengan lingkungan sekitarnya.

Maka tidak heran, kadang terjadi kejadian yang menggelitik, ketika seseorang tidak mengenal siapa tetangga penghuni di samping rumahnya. Jarangnya acara perkumpulan antara penduduk suatu komplek perumahan pun bisa menjadi penyebab minimnya ikatan tali persaudaraan. Mereka lebih menikmati hidup dengan larut dalam rutinitas pekerjaan mereka.

Seperti pergi pada pagi dan pulang pada malam harinya. Kegiatan ini akan terus berlangsung. Namun, tidak ada salahnya jika kita mengusahakan untuk meluangkan waktu kita, bergabung bersama warga lainnya hanya untuk bekerja bakti membersihkan kawasan kompleks dengan warga kompleks lainnya.

Silaturahmi yang Terjadi di Masyarakat Pedesaan

Jauh sebelum sebuah daerah menjadi perkotaan, masyarakat desa lebih maju dalam hal bersilaturahmi. Rasa saling menyayangi dan peduli sudah menjadi darah daging bagi kehidupan mereka. Masyarakat pedesaan hidup dengan adanya rasa silaturahmi yang tercipta.

Dalam lingkungan dan kegiatannya sehari-hari, masyarakat desa sudah sering melakukan kegiatan ini, seperti halnya dengan mengadakan kerja bakti, pertemuan antarwarga dengan para pejabat pedesaan, hingga kegiatan keagamaan yang biasanya sering dilakukan oleh para ibu-ibu rumah tangga.

Kondisi yang harmonis ini muncul karena adanya ikatan silaturahmi yang baik antara mereka.Jarang ditemukan kasus seperti yang sering ditemukan di perkotaan. Jika Anda berkunjung ke suatu desa dan menanyakan sebuah alamat, maka Anda tidak akan susah mendapatkan jawabannya.

Tak jarang, mereka akan mengantarkan Anda langsung pada tempat yang dituju. Hal ini memang sederhana untuk dilakukan, namun sangat berarti. Masyarakat pedesaan masih memegang teguh rasa menghargai, hal ini yang mendorong mereka untuk menghargai tamu yang masuk ke dalam wilayahnya dan membantu kesulitan mereka, salah satunya jika mereka menanyakan alamat atau tersesat.

Bandingkan dengan ikatan silaturahmi yang terjadi di perkotaan, Anda akan jarang mendapatkan bantuan seperti yang terjadi di pedesaan. Karena warga desa tidak pernah malu untuk memulai percakapan atau berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Mereka juga tidak sungkan untuk saling membantu sesama.

Agar Tali Silaturahmi Tercipta

Banyak hal sederhana yang dapat dilakukan oleh kita semua agar tercipta tali persaudaraan. Mulai dari hal sederhana yaitu menjadi teman yang baik untuk lingkungan sekitar, seperti di sekolah, rekan kerja yang solid di kantor, serta tetangga yang ramah pada saat di lingkungan rumah. Usahakan untuk meluangkan waktu Anda hanya untuk sekadar berkunjung dan saling mengunjungi rumah teman.

Kegiatan seperti ini secara tidak langsung akan menciptakan tali persaudaraan antar sesama, sehingga terciptanya rasa persaudaraan. Kegiatan lain yang dapat dilakukan adalah dengan menghadiri acara atau perkumpulan yang dibuat oleh lingkungan setempat, seperti acara kerja bakti membangun mesjid di lingkungan kompleks perumahan.

Tidak hanya itu, dengan melakukan kunjungan atau melayat tetangga yang meninggal pun menjadi salah satu cara bersilaturahmi. Kegiatan lainnya yang dapat menciptakan ikatan tali silaturahmi adalah dengan mengadakan arisan RT atau RW serta pertemuan lainnya yang melibatkan banyak individu.

Hal-Hal yang Dapat Memicu Putusnya Ikatan Silaturahmi

Silaturahmi akan tetap terjaga apabila semua individu dapat saling menjaga kerukunan sesama. Berikut adalah hal-hal yang dapat memicu putusnya ikatan, di antaranya adalah tidak dapat menjaga ucapan. Ketika berbicara di hadapan teman, sengaja atau tidak sengaja kita melontarkan kata-kata yang menyinggung perasaannya sehingga tidak jarang teman kita merasa sakit hati dan akhirnya berakhir dengan permusuhan.

Atau misalkan ada sikap kita yang kurang berkenan ketika berinteraksi dengan teman, tanpa sengaja kita melakukan tindakan yang membuat teman kita marah, misalnya tidak menepati janji.

Hal itu yang tidak jarang membuat siapapun menjadi kesal dibuatnya, sehingga rentan terjadi permusuhan. Untuk itu, alangkah baiknya saat kita bersilaturahmi, hendaknya menjaga sikap serta perkataan, karena tidak jarang kecerobohan kita dapat mengakibatkan kesalah pahaman dan permusuhan.

Manfaat dari Menjaga Tali Silaturahmi

Jika kita tidak dapat bersilaturahmi dengan baik, maka kita akan menemui banyak kesulitan, di antaranya kita akan banyak kehilangan kesempatan. Seperti kehilangan kesempatan untuk pekerjaan bahkan hingga hubungan pertemanan serta persaudaraan atau bahkan kesempatan untuk mendapatkan jodoh, dapat menjadi salah satu dampak yang diakibatkan tidak dapat menjaga tali silaturahmi.

Maka dari itu, jagalah tali silaturahmi dengan selalu berbuat kebaikan dan mengutamakan kepentingan bersama, karena dengan cara seperti itu kita akan mendapatkan banyak manfaat dari tindakan yang dilakukan. Di antaranya, ketika kita berkunjung ke rumah salah seorang teman, dengan maksud menanyakan masalah lowongan pekerjaan, kita berpeluang untuk mendapatkan pekerjaan.

Atau misalkan ketika kita berkunjung ke salah seorang teman untuk membicarakan masalah penyakit yang diidap orangtua kita, kita memiliki peluang untuk mendapatkan info mengenai pengobatan yang baik untuk membantu menyembuhkan penyakit orang tua kita. Hasilnya, orangtua kita masih memiliki kesempatan untuk sembuh dari penyakitnya.

Maka tidak asing jika ada istilah menjaga tali silaturahmi dapat memperpanjang usia.Atau hal lainnya yang dapat berpeluang untuk terjadinya ikatan pernikahan, seperti berkunjung ke rumah salah seorang teman. Di sana, kita diperkenalkan pada salah satu anggota keluarganya yang belum menikah dan ternyata menjadi jodoh yang baik untuk kita.

Maka hal ini akan membuat tali pertemanan yang terjalin semakin kuat dan berkembang lebih baik lagi. Kesempatan ini tidak pernah dapat kita duga sebelumnya. Namun, apapun itu ternyata banyak manfaat positif yang dapat dipetik dari menjaga silaturahmi ini.

Tolong di SHARE :
Tweet
Artikel Terkait
  • Mengenal Unsur-Unsur Kebudayaan Universal
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Komp. Buah Batu Regency Blok A2 No.9
Bandung Jawa Barat - INDONESIA