Singa: Dari Surainya Hingga Inspirasi Cerita rakyat

Teman-teman, kalau kita mendengar kata “Singa”, pasti yang ada dalam bayangan kita adalah hewan bersurai “emas” yang hobinya mengaum untuk menakut-nakuti seluruh penghuni hutan. Tapi, tahukah teman-teman tentang keunikan Singa?
Komunitas Singa
Singa dulunya sangat berkuasa di seluruh Afrika, India, dan jazirah Arab. Akan tetapi, sekarang populasinya sangat sedikit. Oh ya, meskipun kesannya singa jantan sangat galak dengan surainya, dalam perburuan, singa jantan tidak pernah ikut. Justru singa-singa betinalah yang berburu.
Bahkan, dalam sebuah komunitas singa, biasanya cuma ada satu singa jantan dan sekitar 30 singa betina (dan singa-singa muda). Kalau ada dua singa jantan, berarti keduanya bersepakat untuk berbagi kekuasaan.
Fungsi Surai
Ada hal yang menarik tentang singa. Kalian tahu fungsi surai bagi singa jantan? Singa jantan dianggap sebagai pimpinan komunitas singa. Oleh karena itu, singa jantan harus sering bertarung dengan sesama singa jantan yang datang dari luar untuk merebut komunitasnya. Nah, salah satu fungsi surai singa adalah untuk membuat badan singa jantan terlihat lebih besar sehingga singa jantan lawannya menjadi ketakutan.
Cerita tentang Singa
Oh ya, singa banyak sekali digunakan sebagai inspirasi cerita rakyat pada masa tradisional dan film pada masa modern. Biasanya, dalam cerita rakyat maupun film, singa digambarkan sebagai penguasa hutan yang kejam. Yang menarik, ada kisah Kalilah dan Dimnah. Dalam kisah ini, dikisahkan seekor singa yang terbiasa mengganggu para binatang; membunuh dan menyantap mereka.
Akhirnya, para binatang mengajak Singa berunding. Para binatang setuju untuk menyerahkan salah satu dari mereka setiap hari untuk memuaskan rasa lapar sang singa. Syaratnya, Sang Singa berhenti mengganggu para binatang. Sejak saat itu, setiap hari ada binatang yang mengorbankan diri.
Suatu hari, tibalah giliran Kelinci sebagai korban Singa. Akan tetapi, kelinci sengaja datang berlambat-lambat. Tentu saja ketika kelinci tiba, singa menghardiknya. Kelinci berkilah tentang alasan keterlambatannya. Menurut kelinci, ia dan kelinci lain sudah ditetapkan sebagai persembahan bagi singa.
Akan tetapi, seekor singa asing telah merampas kelinci yang satunya. Mendengar hal ini, kemarahan singa meluap. Ia memerintahkan kelinci untuk menunjukkan di mana singa pesaingnya itu bersembunyi. Pura-pura takut, kelinci meminta singa untuk membawanya di punggung sepanjang perjalanan. Kelinci mengarahkan Singa ke sebuah sumur.
Saat melihat ke dalam sumur, Sang singa melihat bayangan dirinya dan kelinci. Singa berpikir bahwa bayangan itulah sang singa asing yang merampas haknya. Singa pun terjun untuk menyerang singa bayangan, dan tenggelam. Sementara itu, kelinci berhasil melompat dari punggung sang singa dan melarikan diri. Dari kisah ini, kita bisa mempelajari bahwa kejahatan bisa diatasi dengan kecerdasan akal.






