Singapore, Sepak Terjang si Kota Singa
Ilustrasi singapore
Negara yang terkenal dengan patung Merlion ini merupakan salah satu tetangga Indonesia. Negara ini memiliki pertalian sejarah yang cukup panjang karena menurut Sejarah Melayu, nama Singapura sendiri diberikan oleh pangeran Melayu dari Palembang yang bernama Singa Nila Utama.
Pada abad ke-14 Masehi, Pangeran Sang Nila Utama berlayar di lautan. Saat dia berlayar, terjadi badai angin yang kencang sehingga perahunya terdampar di sebuah pulau. Saat terdampar, Pangeran Sang Nila Utama melihat seekor binatang menyerupai singa. Dia pun menamai pulau tersebut Singapura, yang artinya Kota Singa.
Pada abad ke-14, Singapura merupakan salah satu pelabuhan dan kota terpenting di Nusantara. Saat itu, Singapura masih dikenal dengan sebutan Temasek. Singapura atau Temasek berada di bawah kekuasaan kerajaan Sriwijaya.
Kemudian, kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran sehingga Temasek akan dikuasai oleh Siam dan Majapahit. Namun, serangan Siam berhasil dihalangi oleh pertahanan kota. Kemudian, nama Temasek atau Tumasik berubah menjadi Singa Pura yang dalam bahasa Sansekerta artinya Kota Singa.
Wilayah Singapura yang strategis membuat Inggris mendatanginya pada 1819. Inggris pun menetapkan Singapura sebagai pusat perdagangannya. Singapura pun mutlak menjadi jajahan negara Inggris. Pada 1942, Jepang melakukan ekspansi ke negara-negara tetangganya, salah satunya Singapura.
Wilayah ini pun jatuh ke tangan Jepang dari 1942 sampai 1945. Kemudian, saat Jepang kalah pada Perang Dunia II, Singapura dikembalikan kepada Kerajaan Inggris. Pada 1959, kerajaan Inggris memberikan hak kepada Singapura untuk memerintah negaranya sendiri. Pada 9 Agustus 1965, Singapura merdeka menjadi negara sendiri setelah sebelumnya bergabung dengan Persekutuan Malaysia.
Ekonomi
Negara dengan wilayah yang sangat kecil ini berhasil menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan perekenomian tercepat. Bahkan, PDB per kapitanya kelima tertinggi di dunia mengalahkan negara-negara lain yang wilayahnya jauh lebih besar dari Singapura.
Negara Singa ini seperti layaknya seekor singa yang sangat lincah dalam menaklukkan buruannya. Hal tersebut didukung oleh pemerintah Singapura yang sangat gencar melakukan banyak strategi untuk menumbuhkan perekonomian negaranya.
Pemerintah Singapura fokus dalam hal ekspor, perindustrian, dan jasa sehingga ketiga hal tersebut merupakan hal yang sangat penting dalam perekonomian Singapura. Strategi lainnya, pemerintah Singapura memperkenalkan sistem penyimpanan uang yang wajib kepada para pekerja sehingga setiap pekerja memiliki simpanan yang tinggi. Simpanan itu disebut CPF atau Dana Simpanan Pekerja. Strategi ini diperkenalkan pada 1955.
Tabungan ini wajib dikeluarkan oleh setiap pekerja, bahkan pemerintah langsung memotongnya. Dengan dana tabungan ini, pemerintah akan membiayai penduduk Singapura setelah pensiun atau berhenti bekerja. Lama-lama, dana ini menjadi dana yang digunakan untuk membantu pembangunan apartemen, memberi subsidi bunga KPR, untuk program pendidikan, bahkan untuk investasi. Strategi ini berhasil mendongkrak perekonomian Singapura.

