logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Referensi    Ilmu Sosial    Komunikasi

Singkatan Gaul, Bahasa Gaul


 Ilustrasi singkatan gaul

 Bahasa merupakan alat untuk memperlancar komunikasi antara satu pihak dengan pihak lain, dapat dilakukan secara lisan atau tulisan. Dalam praktiknya, bahasa tulisan ternyata banyak mendapat pengaruh dari bahasa lisan, namun yang sebaliknya -bahasa tulisan mempengaruhi bahasa lisan- lebih jarang terjadi. Selain terpengaruh oleh bahasa lisan, bahasa tulisan juga sering menyingkat kata-kata tertentu dengan berbagai alasan. Yang belakangan ini mewabah adalah Singkatan Gaul.

Penggunaan kata-kata yang disingkat sebenarnya sudah lama ada, misalnya: krn (karena), yg (yang), tsb (tersebut), utk (untuk), pd (pada), org (orang), bgmn (bagaimana), dpt (dapat), krn (karena), dll (dan lain-lain), dst (dan seterusnya), dsb (dan sebagainya).

Singkatan-singkatan kata ini umumnya digunakan agar dapat mencatat secara cepat dan tak sampai luput mencatat hal-hal yang penting. Meskipun disingkat-singkat, penyingkatan kata itu mudah dimengerti umum karena benar-benar menggunakan unsur-unsur yang ada dalam kata utuhnya. Kaidah dalam penyingkatannya adalah dengan menggunakan unsur-unsur huruf yang ada dalam kata tersebut, seperti yang sudah dicontohkan di atas.

Bagaimana dengan singkatan gaul? Istilah singkatan gaul ini mengacu pada bahasa gaul yang sering digunakan oleh para remaja. Ada bahasa gaul lisan, ada bahasa gaul tulisan. Bahasa gaul tulisan atau tertulis ini disebut juga bahasa alay. Bahasa gaul lisan jauh lebih mudah dimengerti daripada bahasa gaul tulisan. Kata alay ini sendiri merupakan singkatan dari anak lebay, alias anak yang suka berlebihan dalam segala hal (berbicara, bersikap, berekspresi, dan sebagainya).

Penggunaan singkatan-singkatan gaul ini kian marak seiring maraknya penggunaan ponsel dan jejaring sosial seperti Friendster, Facebook, dan Twitter di kalangan remaja. Awalnya digunakan untuk mengirim pesan singkat (sms) di ponsel. Alasan utamanya adalah repot jika harus mengetik setiap kata secara utuh dan untuk menghemat pulsa. Namun kemudian, penggunaan singkatan gaul ini semakin meluas.

Perbedaan utama singkatan gaul ini dengan singkatan-singkatan yang sudah lebih dahulu ada terdapat pada pakem (aturan) yang digunakan. Singkatan gaul tak selalu mengikuti pakem dan menggunakan unsur-unsur yang ada dalam kata utuhnya. Misalnya:

  • gw (gue). Dalam kata utuhnya tak ada huruf w.
  • qmu (kamu). Dalam kata utuhnya tak ada huruf q.

Bahasa Alay

Untuk memahami singkatan gaul alias bahasa alay, beberapa orang menyusun buku atau kamus bahasa alay. Tak cukup itu, di internet bahkan dapat ditemukan The Simple ABG Text Generator yang digunakan untuk mengubah bahasa tulis biasa menjadi bahasa alay.

Namun ternyata itu belum menjamin singkatan gaul atau bahasa alay ini menjadi mudah dimengerti karena:

  • Singkatan-singkatan gaul ini sangat lentur dan bisa berbeda antar tiap orang. Tak aneh jika menemukan satu kata memiliki banyak singkatan, misalnya: kalau (klo, klu,klw, qlu, qlw, q'lo). Untuk mengetahui hal ini, kita harus sering melakukan komunikasi dengan orang lain dalam penggunaan singkatan ini. Dengan sering berkomunikasi dengan orang lain, kita akan menemukan banyak perbedaan itu dan mengetahuinya. Kita jadi tahu bahwa ketika berkomunikasi dengan orang ini, dia memakai singkatan yang ini. Dan jika berkomunikasi dengan orang yang lain, dia menggunakan singkatan yang lain juga.
  • Selain menyingkat, singkatan gaul ini juga sekaligus mencampuradukkan penggunaan huruf dan angka. Misalnya: d4tg (datang), bg3t (banget). Hal ini memang memberikan nilai kreasi tersendiri dalam pembentukan kata. Terkadang pada awal ketika membacanya akan terbesit kesan rumit dan ruwet pada kata-katanya karena ada campuran huruf dan juga angka. Namun lambat laut kesan yang tertangkap oleh diri kita akan berubah bahwa ketika kita membaca tulisan tersebut akan merasa ada keindahan di dalamnya.
  • Singkatan ini juga menyingkat dan mencampuradukkan bahasa Indonesia dan bahasa Inggris. Misalnya: coz (karena, dari kata because), luph (sayang, dari kata love), cekidot (dari kata cek it out). Hal ini mungkin akan semakin menambah kebingungan dari orang-orang yang belum pernah menggunakan kata-kata ini sebelumnya. Namun memang untuk memiliki pengetahuan yang banyak tentang kata-kata ini, kita diharuskan untuk banyak berkomunikasi dengan orang yang lebih memilih berkomunikasi dengan gaya bahasa seperti ini sehingga perbendaharaan kata kita meningkat dan semakin banyak kata yang kita ketahui.

Meskipun terlihat unik, penggunaan singkatan gaul sangat berpotensi menimbulkan salah paham. Jadi, berhati-hatilah menggunakan singkatan gaul. Atau berusaha untuk mencari tahu sebanyak mungkin bentuk singkatan gaul yang dimiliki oleh orang lain.

Dalam penggunaan bahasa gaul ini memang tak memiliki kaidah tertentu yang pakem. Semuanya muncul begitu saja tanpa ada aturan yang membatasinya. Semua orang diberikan kebebasan untuk berkreasi menciptakn gaya bahasa mereka sendiri dalam berkomunikasi.

Jika kita kebingungan dalam memahami bahasa gaul ini, kita tak dapat merujuk pada kamus bahasa yang ada. Yang dapat kita lakukan adalah bertanya kepada orang lain yang menggunakan bahasa gaul juga. Karena bahasa gaul ini sudah keluar dari kaidah bahasa yang ada dan tak mungkin kita akan menemukannya dalam kamus. Bahasa gaul hanya akan kita ketahui dari orang-oarng yang selalu memakainya dalam berkomunikasi dengan yang lain. 

Dalam berkomunikasi menggunakan bahasa atau singkatan seperti ini, seseorang tau khususnya remaja memiliki tujuan. Berikut adalah beberapa tujuan dan maksud dari para pengguna bahasa dan singkatan ini:

Berkomunikasi dengan bergaya gaul. Jiwa anak muda sekarang memang banyak berkreasi dan tak hanya mengacu pada satu hal saja. Mereka lebih senang untuk disebut sebagai anak gaul. Mereka akan melakukan apa saja untuk disebut sebagai anak gaul. Misalnya dalam hal berpakaian. Mereka akan mengikuti gaya berpakaian artis terkenal atau siapa pun yang akan membuat mereka disebut sebagai anak gaul.

Tak hanya dalam gaya berpakaian, mereka juga mengubah gaya berkomunikasi mereka untuk mendapatkan titel anak gaul. Dalam komunikasi lisan, mereka akan menggunakan gaya bahasa gaul yang digunakan secara lisan. Gaya berbicara mereka adalah gaya berbicara anak gaul.

Gaya komunikasi tulisan pun mengikuti gaya komunikasi anak gaul yang lain. Mereka meninggalkan penulisan kata atau kalimat yang banyak digunakan pada waktu terdahulu yang terkesan sederhana, monoton dan tak bergaya. Mereka membuat gaya penulisan sendiri yang lebih modern dan menunjukkan kepribadian mereka sebagai anak gaul.

Memperoleh eksistensi dalam pergaulan. Remaja identik dengan pergaulan. karena memang dalam kehidupansetiap manusia membutuhkan orang lain untuk menemaninya. Sama halnya dengan remaja. Mereka juga membutuhkan orang lain dalam bergaul. Mereka membutuhkan pergaulan dengan orang lain.

Kebanyakan remaja membuka diri untuk semua orang agar dapat memperoleh teman sebanyak-banyaknya. Karena anggapan memiliki teman yang banyak ini berarti mereka adalah anak gaul yang dikenal oleh banyak orang.

Saat ini banyak media komunikasi yang digunakan sebagai saran pergaaulan sebut saja seperti jejaring sosial Facebook atau Twitter. Dengan dua sarana ini, remaja menjadikannya sarana untuk menemukan orang-orang baru dalam pergaulan mereka.

Semakin banyak mereka membuka diri maka semakin banyak oarng yang mereka kenal. Semakin banyak orang yang mereka kenal maka semakin mereka dinilai oleh orang lain sebagai anak yang gaul.

Dalam pergaulan remaja ini,mereka sering melakukan hal-hal yang baru dan berbeda dengan apa yang ada. Misalkan mengubah gaya berpakaian dan mengikuti gaya berpakaian para artis Korea. Karena pada saat ini demam Korea sedang melanda, semuanya berbondong-bondong untuk bergaya pakaian ala Korea atau bergaya rambut ala Korea juga.

Selain gaya berpakaian, yang mencolok dilakukan adalah gaya berkomunikasi, yaitu gaya berkomunikasi lisan dan tulisan. Dalam berkomunikasi pun mereka menggunakan bahasa-bahasa yang baru dan berbeda dengan bahasa yang sudah ada dan sudah biasa dipakai selama ini. Mereka menciptakan bahasa mereka sendiri yang disebut dengan bahasa gaul.

Dengan terindranya mereka oleh remaja yang lain bahwa seorang remaja menggunakan bahasa gaul dalam kesehariannya berkomunikasi maka remaja ini akan dianggap sebagai anak gaul.

Pengakuan sebagai anak gaul inilah yang memang dicari dan ingin didapatkan. Jadi perasaan akan menjadi bahagia jika memang sudah dianggap sebagai anak gaul. Mereka akan berusaha untuk mempertahankan predikat anak gaul ini dengan tetap memeprtahankan gaya berpakaian dan gaya berkomunikasi mereka yang menggunakan bahasa gaul ini. Terutama dalam komunikasi lisan, mereka akan tetap menggunakan singkatan gaul yang telah ada.

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Mengenal Negara-Negara Anggota ASEAN
  • Desain Komunikasi Visual - Komunikasi Massa yang Pure Art
  • Sekilas Materi Pelatihan Jurnalistik
  • Mengenal Tahapan Komunikasi
  • Teori Public Relations
  • Menyihir Audience Dengan Pidato Singkat
  • Pengertian Komunikasi Politik The Thinking General
  • Komunikasi Antarpribadi
  • Meningkatkan Pemasaran Perusahaan Melalui Contoh Iklan
  • Teori Komunikasi Antarpribadi
  • Jurusan Jurnalistik: Progesifitas Ilmu Jurnalistik
  • Peranan Komunikasi dalam Keluarga
  • Ke Manakah Pers dan Jurnalistik Sunda?
  • Definisi Komunikasi Kelompok dan Dampak Kegagalannya
  • Efektifitas Komunikasi dengan Anak Introvert
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA