Singkatan Lucu - Bangsa Indonesia Jago Buat Akronim
Ilustrasi singkatan lucu
Tahukah Anda singkatan lucu? Singkatan lucu itu memang erat kaitannya dengan bahasa. Bahasa menunjukkan bangsa, hell yeah.. kredo itu amat sangat benar, apalagi orang Indonesia. Di tengah pabalieut alias ribetnya mereka memutuskan memakai bahasa apa? Mereka lantas memutuskan untuk membuat Indonesia itu surganya akronim. Surganya orang membuat peyingkatan makna dan kata.
Hasilnya adalah kata singkatan lucu, dari satu singkatan lucu kepada yang lainnya. Mati ketawa cara Indonesia justru memang ditujukan sebagai local genius nya orang Indonesia dalam berhumor. Bagaimana tidak? Menurut pengakuan bule yang pernah belajar dan tinggal di Indonesia, mereka tidak yakin dengan kemampuan berbahasa Indonesia mereka ketika mendapatkan SMS dari seorang kawan asal Indonesia karena banyak penyingkatan.
Lebih jauh lagi berefek pula ke dunia gaul. Orang Indonesia kalau tidak memberi singkatan lucu, kesannya kurang akrab. Misalkkan umum di dunia forum, semacam Kaskus, administratornya disebut dengan julukan Mimin dan oderatornya di panggil Momod. Itulah salah satu singkatan lucu.
Singat menyingkat itu memang menjadi bagian dari bahasa Indonesia sendiri. Strukturnya memperbolehkan hal semacam itu karena orang Indonesia diperkenalkan dengan logika imbuhan. Bahasa Indonesia memiliki pola imbuhan beragam banyaknya. Misalkan me-kan, di-kan, di-i, dengan suku kata tunggal pembentuk terkadang menjadi suku kata mati tanpa imbuhan dan sebagainya (nah, ini juga termasuk singkatan toh?). Karena memenggal kata dan lantas menyusunnya dengan menambahkan imbuhan itu sudah menjadi kebiasaan dalam berbahasa.
Bagaimana dengan memenggal kalimat dan menjadikannya akronim? Di sinilah kita memahami psikologis bahasa Indonesia. Kebanyakan akronim itu hadir untuk memudahkan suatu peristilahan resmi yang sudah umum dan jamak di masyarakat. Akronim itu dibuka dari segelnya bila dibutuhkan semacam bukaan sebagai penjelas semata. Justru pemakaian umumya akronim itu sendiri.
Misalnya DPR yang menggantikan Dewan Perwakilan Rakyat. Lantas menjadi singkatan lucu karena orang-orang dengan mental fun ingin memberikan pelajaran berbahasa yang ‘slebor namun dibenarkan’ sebagaimana pernah booming dalam dunia sastra kita perang proverb para sastrawan, yang dikenal dengan pemberontakan Sastra Mbeling pada era 70-an.
Dari mereka muncul pula akronim yang berakar dari proverb yang mereka satire dan acak-acak. Yang paling umum dan yang paling dikenal dikarenakan proverb macam ini menjadi bagian dari kritik masyarakat terhadap kinerja aparat pegawai negeri, misalkan singkatan lucu Bupati (buka paha tinggi-tinggi), dan singkatan lucu Sekwilda (Sekretaris Wilayah Daerah menjadi Sekitar Wilayah Dada). Proverb atau sekarang dikenal singkatan lucu itu diperkenalkan melalui media massa dan dijadikan obyek perpeloncoan masyarakat pada kondisi sosial yang tengah sakit.
Rebelitas Masyarakat dalam Membuat Singkatan Lucu
Walau Pusat Bahasa selalu menelurkan penyikapan terhadap tindakan rebel masyarakat untuk berbahasa sebagaimana EYD, pada akhirnya Pusat Bahasa sendiri yang membertebal kamus mereka dan menyediakan ruang bagi masyarakat untuk menambahkan istilah-istilah baru yang mereka ciptakan. Walau di antara istilah itu ada kalanya yang tidak dimasukkan, tidak lulus sensor karena terlampau politis dan menghina, misalkan singkatan lucu ABS (Asal bapak Senang) menjadi singkatan lucu ABS (Asal Bukan Soeharto).
Selebihnya adalah cara masyarakat cari hiburan dan itu berceceran di antara urban legend kebahasaan. Pihak resmi kebahasaan akan menolak akronim atau singkatan lucu macam ini. Namun masyarakat akan mengajarkannya dan menurunkannya kepada generasi penerus karena hal ini sangat lucu, ini menghibur, ini singkatan lucu. Walau isi singkatan lucu mesum, misalnya seperti berikut.
T: “Bang, abang kok diem aja sih ade pegang?”
J: “Abang lagi gelisah dek.”
T: “Gelisah kenapa bang?”
J: “Geli-geli basah.”
Ada pula yang membeberkan beberapa hal yang patut diperhatikan oleh masyarakat, yaitu singkatan lucu berbau plesetan jorok.
"Perhatian-perhatian, hari ini sudah dibuka pendaftaran untuk sama-sama berpartisipasi dalam SUSU TANTE! Sumbangan Suka Rela Tanpa Tekanan. Dan besok kita bisa memfokuskan diri untuk SUSU NENEK! alias Sumbangan Suka Rela Nekat-nekatan."
Contoh Percakapan Panjang Singkatan Lucu
Di antara mereka bahkan ada pula yang membuat narasi kreatif berdasarkan singkatan lucu. Dari satu singkatan lucu kepada singkatan lucu yang lain, yaitu sebagai berikut.
None: "Abang, jangan sampe abang beli FANTA ya? Saya ngga suka banget kalau abang beli Fanta, soalnya Fantasinya Tabu."
Abang: "Nggah ah neng, Abang kaga suka banget sama Fanta. Abang mending beli PEPSI aja, Pengen Peluk Situ."
None: "Alah ngga usah la yauw soalnya abang itu STTB, sekolah tamat tapi bego. Aye juga punya kelas loh."
Abang: "Ah si Eneng. Biar bego yang penting MACHO neng."
None: "Iya betul abang itu Macho, Mantan Chopet."
Abang: "Alah eneng kayak gak tau aja kita pernah memadu kasih di Posyandu."
None: "Siapa juga yang pernah pacaran di Posyandu. Emang anak bayi di Posyandu."
Abang: "Hehehe, Iya anak bayi neng, tapi bayi gede di Posyandu atau Pos yang dulu."
None: "Bener banget abang kayak bayi, abang gundul."
Abang: "Biar begitu kan tapi GUNAWAN neng biar Gundul namun menawan."
None: "Iya deh abang aye akuin Ganteng alias gelandangan tengik, cocok buat abang."
Abang: "Enak aje si eneng, abang gini-gini kan veteran dalam urusan POLITISI sama aje dengan Poligami Tiga Istri. Abang dah banyak makan asam garem neng."
None: "Duile abang pantes aja abang itu pasti bermarga Simatupang ya, Siang Malam Tunggu Panggilan."
Abang: "Ngga juga loh neng abang kan kadang-kadang pria Djarum, Demi Janda Aku Rela Untuk Mati."
None: "Pria Djarum yang anaknya pak Sukirno itulah abang."
Abang: "Abang bukan anak pak Sukirno neng."
None: "Bohong pasti anak pak Sukirno, Suka Mikir Porno, n Terusnya itu abang penggemar Naruto ya?"
Abang: "Loh kok eneng tau abang penggemar Naruto?"
None: "Jelas aja, wong abang juga sama-sama Naruto, Nafsunya Rusak Total."
Abang: "Ah eneng, pura-pura aje, ibarat gadis Senayan."
None: "Enak aje, aye mana pernah ke Senayan. Paling banter Abang ngajak ke warung bakso depan."
Abang: "Bukan Senayan yang itu neng tapi SENAYAN, Sekali Kena Langsung Doyan."
None: "Gombal, gombal, gombal, Abang bener-bener Golongan Bebal, Gombal. Mending abang beli Roleks gih?"
Abang: "Buat apaan neng? Abang kan ngga doyan barang mahal-mahal."
None: "Buat ngaca bang, soalnya kan abang itu kena penyakit Roleks, Resiko Orang Jeleks."
Abang: "Same-same aje ye neng. Eneng juga harus rajin NYETERIKA, Nyebut Teriak Jelek tapi Suka."
Singkatan Lucu - Akronim Jorok
Di antara mereka ada yang benar-benar mengasah bakatnya untuk membuat plesetan dan singkatan lucu dari benda-benda outrage alias keterlaluan bila diucap keras-keras dalam situasi khidmat. Misalkan di dalam briefing para olahragawan.
Pelatih: "Ayo semua mencoba KULIT PENIS!!!"
Peserta: "Gile aja bos, orang gila mana yang mau mencoba kulit penis!!!???"
Pelatih: "Iya benar coba kulit penis tanpa pengecualian. Kulit Penis, Kumpul dan Latihan Intensif Pemain Tenis."
Peserta: "Singkatan lucu ngacooo."
Dari contoh singkatan lucu yang telah di berikan di atas, sebernarnya masih banyak singkatan lucu yang bisa Anda kumpulkan dan bisa menjadikan dunia percakapan Anda renyah. Singkatan Lucu, walau sekasar apa pun itu tetaplah bagian dari humor, tidak serius, dan singkatan lucu itu jangan dimasukkan ke hati.

