logo anne ahira
Close x

AnneAhira.com    Sosial & Budaya    Sosial    Sistem Sosial

Manfaat Sistem Kemasyarakatan Adat


Ilustrasi sistem kemasyarakatan

Barang siapa yang ingin maju dan berkembang harus mempunyai jati diri. Budaya, adat istiadat, dan yang lainnya ialah rupa dari jati diri. Jepang maju pesat tanpa meninggalkan warisan leluhurnya. Itulah mengapa harajuku style justru populer di dunia. Think locally act globally. Begitu kira kira jargon yang mengemuka. Itu sebabnya kecenderungan sekarang ini dunia justru kembali ke zaman lama. Suatu yang berbau tradisional sering dianggap antik. Begitu pun dengan sistem kemasyarakatan klasik.

Sistem kemasyarakatan yang dimaksud ialah sistem kemasyarakatan adat. Sistem ini biasanya bertumpu pada warisan leluhur yang dijaga apik oleh para pelestarinya. Sistem kemasyarakatan adat ada yang bersikukuh dengan pendiriannya. Tidak mau berkompromi dengan modernitas. Ada pula yang melebur dengan keadaan sekarang. Singkatnya lentur dan fleksibel.

Nilai

Meski agak cenderung konservatif (kolot) namun justru itulah yang membuat kekhasan sistem kemasyarakatan adat. Kita bisa menengok itu di suku baduy di Sunda, sedulur sikep di Yogya, dan sebagainya. Komunitas ini memegang teguh nilai yang diwarisi dari nenek moyangnya. Meski nilai itu bagi sebagian orang sekarang dianggap tidak masuk akal. Komunitas itu tidak peduli.

Berikut ini ciri khas sistem kemasyaratan adat.

  • Mengikat. Ya, meski berupa aturan tak tertulis, namun bagi yang melanggarnya diberi ganjaran hukuman. Terkadang sistem kemasyarakatan adat lebih ampuh ketimbang hukum formal.

  • Cerita. Legenda, dongeng, dan sebagainya seringkali menghiasi sistem kemasyarakatan adat. Biasanya ini menjadi pembenaran (justifikasi) atas apa yang menjadi dasar hukum tersebut berlaku.

  • Konservatif. Mau dikata apa lagi, sistem kemasyarakatan adat umumnya memang tertutup pada perubahan zaman. Keterbukaan justru akan menggilas adat istiadat tersebut.

Manfaat

Sistem kemasyarakatan adat tidak semuanya bagus. Namun juga tidak seluruhnya jelek. Orang orang kerap kali menengok sistem kemasyarakatan adat ketika terjadi sebuah fenomena yang sulit dimengerti akal sehat. Biasanya itu berupa:

  1. Hukum. Ketika terjadi situasi kebuntuan yang luar biasa. Biasanya sebagian orang berpaling pada sumpah pocong. Pelaku meyakini orang yang melakukan sumpah pocong bila berbohong akan terkena azab yang luar biasa dahsyat.

  2. Bencana. Kejadian semisal tsunami, gempa bumi, gunung meletus, dan bencana lainnya mengingatkan masyarakat akan sistem kemasyarakatan adat. Bahkan gunung Merapi yang meletus terus-menerus ada yang menyebut karena Sultan Yogya abai pada adat istiadat lokal, yaitu serangkaian upacara adat yang luput dilakukan.

  3. Komunitas masyarakat. Gejala individualisme yang semakin menjadi-jadi membuat sebagian orang tidak tahan dibuatnya. Kini banyak orang menyeru untuk kembali pada sistem kemasyarakatan adat yang mengutamakan kekeluargaan dan kolektivitas.

Nah, setelah menyimak sistem kemasyarakatan adat. Apa Anda berminat memakainya?

Tolong di SHARE :
Share
Artikel Terkait
  • Bandar, Transaksi, dan Sosialisasi Politik
Anne Ahira - Asian Brain on Facebook


Beranda | Privacy

Kantor Pusat :

Jl. Bojong Sereh No.668
Bandung 40376 Jawa Barat - INDONESIA